Persiapan ke Jepang

Bulan mei 2016 yang lalu, kami melakukan perjalanan berdua ke Jepang selama 10 hari dengan gaya semi-backpacker. Banyak pengalaman menarik yang kami peroleh selama di Jepang yang nantinya akan kami bagikan di Blog ini. Tapi sebelum itu, kami akan membagikan tips apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang supaya perjalanan selama disana efektif dan efisien. Apa saja ya yang harus di persiapkan?

1. E-Passport dan Visa Waiver
Karena kami tidak mau ribet mengurus visa ke jepang, maka kami mengganti passport hijau kami yang biasa dengan E-passport. Untuk membuat E-passport silahkan di baca2 disini ya. Waktu itu kami membuat e-passportnya di kantor Imigrasi Jakarta Timur, datang pagi2 sekali (jam 6), menjelang siang sudah selesai di rekam. Biaya pengurusan E-Passport adalah 655 ribu. E-Passport kami selesai 5 hari kerja. Setelah E-passport ditangan, kami datang ke kedutaan besar jepang di dekat bundaran HI untuk mengurus visa waiver. Kami tidak perlu membayar uang sepeserpun alias gratis. Visa waiver ini berlaku selama 15 hari, multiple entry selama 3 tahun.

2. Membuat Itinerary
Ini bagian persiapan ke Jepang yang paling seru tapi juga memusingkan sebab kita harus mengatur transportasi, tempat yang mau dikunjungi, hotel, dan uang secara efektif dan efisien. Itinerary ini sifatnya personal karena setiap orang memiliki interest yang berbeda-beda jadi cukup dijadikan referensi saja. Itinerary yang kami buat dibikin se efisien mungkin biar tidak bolak balik, untuk itu kami start dari Osaka dan berakhir di Tokyo. Rutenya : Osaka – Nara – Kyoto – Tokyo – Hakodate – Tateyama – Fuji – Tokyo. Kelihatannya sih mudah tapi ternyata prakteknya nanti akan banyak lari dari itinerary yang sudah dibuat. Misalnya : Saat kami harus mengejar bunga sakura sampai ke Hokkaido karena ketika sampai di Tokyo, bunga sakura sudah tidak mekar lagi. Jadi perlu untuk membuat Itinerary yang detail tapi flexibel.

3. Transportasi Akomodasi dan Internet
Kami menggunakan Air Asia X, berangkat dari Pekanbaru menuju Osaka (lewat KL) dan pulang dari Tokyo. Tiket yang kami dapat sekitar 3 juta PP perorang. Untuk transportasi selama di Jepang kami mengandalkan Kansai Thru Pass ( untuk 3 Hari) dan JR Pass ( untuk 7 Hari). Untuk Kansai Thru Pass, bisa langsung dibeli di bandara KIX sedangkan JR Pass harus dibeli dulu di Indonesia baru bisa ditukarkan di Jepang. Kami beli JR pass disini (http://www.kenikura.com/).

Hotel dijepang memang mahal mahal untuk ukuran indonesia. Yang paling murah sekitar 300ribuan perhari. Biasanya ukurannya kecil atau kamar mandinya di luar. Tapi walaupun begitu, kebersihannya sangat terjaga. jadi jangan samakan dengan hotel murah 100ribuan di Indonesia ya. Selama di Jepang, kami 4 kali ganti hotel. Sebelum berangkat, jangan lupa booking semua hotel yang nantinya akan di tempati ( booking di http://www.booking.com), tenang aja kita masih bisa membatalkan atau merubah tanggal sampai beberapa hari sebelum menginap.

Untuk urusan sinyal internet kami percayakan kepada Pocket Wifi. Pocket Wifi ini bisa disewa di Global Advance Communication (http://www.globaladvancedcomm.com/). Nanti sesampainya di Jepang, Pocket Wifinya bisa di ambil di kantor pos Bandara. Sinyalnya kencang banget se Jepang, di atas gunung tateyamapun masih kencang. Kalau mau nelpon tapi hemat, cukup pakai aplikasi semacam whatsapp atau line. Jangan lupa bawa universal adaptor dan tongsis ya biar hpnya bisa on dan eksis terus. Oya satu lagi, kami sangat menyarankan untuk menginstall Hyperdia. Hyperdia ini digunakan untuk melihat jadwal kereta dan jalurnya. Sangat berguna banget sebab kami jadi tidak harus tanya terus ke petugas informasi.

4. Cuaca dan Barang Bawaan
Saat kami datang ke Jepang bulan mei yang lalu, Jepang sudah memasuki musim semi. Udara tidak terlalu dingin tapi juga tidak panas. Karena udara nyaman dan kelembapan rendah, kami tidak pernah berkeringat sedikitpun walaupun jalan berkilo kilo meter. Baju dan celana yang kami pakai tidak pernah basah oleh keringat (tidak berbau keringat khas kalau di indonesia). Jadi baju bisa dipakai lebih dari satu kali tanpa harus di cuci hehe…

Selama di Jepang, kita harus cepat keluar masuk kereta, harus berdesakan di kereta dan stasiun, dan harus naik turun tangga yang banyak banget. Jadi sangat disarankan untuk membawa barang seperlunya aja didalam tas ransel (Pakaian, obat2an, dokumen). Kalau turun tangga geret2 koper menurut kami akan sangat merepotkan

Semoga tips tadi bermanfaat ya buat teman teman yang berencana ke jepang untuk pertama kalinya. Kalau ada yang lupa/ kurang silahkan di tambahkan. Selanjutnya kami akan mengulas lebih detail lagi perjalan kami ke Jepang di postingan berikutnya.

8 thoughts on “Persiapan ke Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s