Keliling Pulau Samosir (Part 1)

Setelah mengarungi Danau Toba selama hampir 1 jam akhirnya kami menginjakkan kaki di Pulau Samosir, tepatnya di Desa Tomok. Tomok adalah sebuah desa pelabuhan sekaligus desa wisata di pesisir timur Pulau Samosir. Sebagian besar wisatawan yang datang biasanya cuma berkutat di Tomok, karena objek wisata disini sudah lumayan lengkap, ada makam makam, patung sigale gale, museum, dll. Tapi kok rasanya sayang sekali ya kalau ke Pulau Samosir cuma mengunjungi Tomok.. Karena itu kami berniat mengelilingi Pulau samosir mulai dari pesisir timur sampai pesisir barat. Siap?!

Selamat Datang di Tomok. Horas!!

Desa Tomok ini menjadi pembuka perjalanan kami mengelilingi Pulau Samosir. Sesampainya di desa ini kami langsung mencari tempat penyewaan Kereta. Kereta disini bukannya kereta api ya, tapi sepeda motor. Ternyata tidak sulit kok menemukan tempat penyewaan kereta, disepanjang jalan Tomok banyak sekali tempat penyewaan kereta. Bahkan tidak jarang kami langsung ditawarkan pinjaman oleh pemilik kereta yang kebetulan lewat di jalan.

Baru saja jalan sedikit sudah ada abang2 muka seram yang menawarkan pinjaman kereta, tarifnya 110 ribu perhari. Kereta yang dipinjamkan adalah Honda Revo dengan kondisi bensin penuh tapi tanpa helm (katanya kalau hari minggu tidak usah khawatir ada polisi). Agak mahal sih memang tapi karena kami berburu waktu dan malas tawar menawar akhirnya kami terima tawarannya. Jadilah kami akhirnya keliling samosir dengan sepeda motor tanpa helm.

Tomok : Patung SIgalegale – Patung2 disekitar makam raja Sidabutar

Keliling samosir itu gampang banget kok karena jalannya cuma satu doang mengitari pulau. Rutenya adalah : Tomok – Tuk Tuk – Ambarita – Simanindo – Parbaba – Pangururan – (Tanah Ponggol) – Pusuk Buhit… Errr.. Kalau di peta sih sebenarnya bukan keliling penuh tapi keliling setengah pulau samosir :p. tapi ah sudahlah.. Yuhuu…. Saatnya keliling samosir!

Tempat pertama yang kami singgahi adalah desa Tuk Tuk (Namanya Unik ya ). Ternyata jarak Tuk Tuk dari Tomok tidak begitu jauh, tapi kalau jalan kaki capek juga ya. Sebelum sampai Tuk Tuk nanti ada pertigaan, yang lurus ke arah Ambarita dan arah kekanan yang ada gerbang besar adalah arah ke Tuk Tuk. Nah di pertigaan belok kanan ini padang rumput yang baguuuuus sekali. Hamparan rumputnya luas dengan background perbukitan Pulau samosir dibelakangnya. Mirip mirip landscape di Selandia Baru ( walaupun belum pernah kesana hehe ), bedanya kalau di selandia baru di padang rumputnya banyak domba kalau disini banyak Kerbau.

Gerbang menuju Tuk Tuk

Sabana Samosir

Ada apa di Tuk Tuk? Ternyata di Tuk Tuk banyak tempat penginapan murah meriah dengan view yang aw aw aw mantap karena langsung menghadap ke Danau Toba. Penginapan disini nampaknya jauh lebih bagus daripada yang ada di Parapat. Tidak heran bule bule lebih senang menginap disini. Desa ini berada di sebuah Tanjung (daratan yang menjorok kedanau) jadi kalau anda terus menelusuri jalan ke arah Tuk Tuk nanti di ujungnya akan tembus ke Ambarita dan kembali lagi ke jalan Utama pulau Samosir

Nah, Kalau dipertigaan tadi anda terus lurus ke utara, jalan itu akan langsung menuju desa Ambarita tanpa melalui Desa Tuk Tuk. Disepanjang jalan ini juga pemandangannya tidak kalah indah dengan Tuk Tuk. Disisi kanan tampak perbukitan hijau yang menjulang tinggi dengan dasar sawah sawah yang juga menghampar hijau. kalau diperhatikan dengan seksama, di salah satu bagian bukit ada air terjun yang lumayan tinggi. Seandainya bisa mendekat kearah air terjun ya huhuhu…

Air Terjun

Lewat jalan manapun ujung ujungnya akan sampai juga di Desa Ambarita. Objek wisata yang menarik di desa ini adalah Batu Kursi Raja Siallagan. Sesuai namanya, di objek wisata ini ada batu batu berbentuk kursi dan meja yang digunakan sang raja untuk bersidang. Selain itu terdapat deretan rumah Bolon ( Rumah adat Batak Samosir) yang berjejer rapi. Setiap pengunjung yang datang diwajibkan mengisi buku tamu dan membayar tiket masuk 3 ribu per orang. Setelah membayar tiket datang guide yang mencoba menawarkan jasanya kepada kami. Kalau tertarik mendengar cerita sang raja siallagan dan prosesi penggal memenggal kepala bolehlah minta diceritakan sama guidenya. Tapi kalau tidak tertarik silahkan tolak baik baik.

Tugu Raja Siallagan

Deretan Rumah Bolon

Kursi Batu

Sang Raja?

Meninggalakan desa Ambarita, perjalanan dilanjutkan ke Desa Simanindo di daerah paling ujung utara Pulau Samosir. Saat itu matahari di Pulau Samosir bersinar terik banget. Walaupun Pulau Samosir itu berada cukup tinggi dari permukaan laut dan di kelilingi perbukitan, namun kalau panas tetap aja panas ya *lap keringat *peras. Udaranya sangat panas menyengat, apalagi saya tidak pakai jaket, tidak pakai sunblock, dan ditambah lagi tidak pakai helm. Ohlala cocok banget… Untungnya selama perjalanan kami dihibur oleh “sejuknya” pemandangan di sepanjang kiri kanan danau toba dan perbukitannnya yang hijau.

Jalan Pulau Samosir

Oh iya selama perjalanan di Pulau Samosir, kami melihat banyak sekali makam makam dari yang kecil sampai ukuran yang besar . Selain ukurannya yang beragam, makam ini pun memiliki bentuk yang unik unik loh, bahkan kadang kadang ada yang sampai dibikin seperti tugu.

Makam tepat dipinggir danau Toba

Kira kira dipertengahan jalan menuju Simanindo, ada bukit tandus yang kayaknya cukup fotogenic. Kami menghentikan kereta di salah satu sudut jalan kemudian mencoba menaiki bukit tersebut. Ternyata pemandangan di atas bukit ini memang ajiib banget, ga percaya? lihat aja foto fotonya…

Pinus merah (kering)

View Danau Toba dari atas bukit

Bukit tandus

Setelah puas berfoto, perjalanan kami lanjutkan menuju Simanindo. Mendekati Simanindo, bukit bukit terjal di sisi kiri jalan makin lama semakin menghilang. Apa sih yang menarik di Simanindo? salah satunya adalah museum Hutabolon, Perkampungan tua Batak dan Pertunjukan Tari Tarian. Tapi sayangnya saat kami lewat kok sepi sekali ya.. ya udah akhirnya kami lanjutkan saja perjalanan ke sisi barat pulau Samosir.

Pintu masuk museum Hutabolon

Makam lagi…

Perjalanan kami lanjutkan ke desa Parbaba. Disana ada pantai ber pasir putih. HAH?? pantai pasir putih di danau? penasaran?
nanti akan saya posting di postingan berikutnya…

34 thoughts on “Keliling Pulau Samosir (Part 1)

    • Jarak antar spot dekat dekat semua… Kalau jalan terus dari tomok disebelah timur sampai pangururan di sebelah barat paling cuma 1 jam aja.. Kalau tempat makan yang lumayan cuma di tomok, tuk tuk dan pangururan

  1. weleh, ada kereta di samosir? hahaaa, unik juga nyebut motor jadi kereta. btw sewa per hari 110 ribu mahal juga ya๐Ÿ˜ di bali cuma 50 ribu an sehari -,-

  2. bang ardin jika air terjun nya diperhatikan secara teliti,maka air terjun itu berbentuk love… nah..pas datang hujan patah hati dia,,,

  3. Bang, numpang tanya, jika ingin dari parapat ke samosir ingin setengah hari saja dari pagi sampai setelah makan siang, lalu ingin melanjutkan ke daerah tongging, apakah lebih baik mobil ditinggalkan di parapat lalu sewa mobil saat mendarat di tomok, lalu siang kembali ke parapat, atau mobil dibawa masuk samosir lalu menuju tongging dari sisi barat samosirnya? mohon pendapatnya mas. Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s