Jepang Hari 5 : Festival Sanja Matsuri, Tokyo

Saatnya kami ke Tokyo. Tapi sebelum pergi kami menyempatkan diri datang kembali Ke Goryokaku Fort. Kemaren kami sudah ketempat ini tapi masih belum puas karena keburu tutup. Pagi itu cuaca cukup cerah, tapi udara tetap saja dingin menusuk. Angkutan umum (Bus dan Tram) belum ada yang beroperasi karena masih terlalu pagi. Kami putuskan jalan kaki saja dari hotel sampai ke Goryokaku, lumayan jauh sih sekitar 3-4 kilometer jaraknya atau sekitar 40 menitan jalan kaki. Jalan dikota ini sangat sepi, hanya sesekali ada orang atau kendaraan yang lewat. Tapi yang saya salutnya, walaupun mobilnya cuma satu-satu, mobilnya tetap patuh dengan rambu lalu lintas. Tidak ada satupun kendaraan yang menerobos lampu merah. Begitu juga pejalan kakinya, walaupun tidak ada mobil yang lewat tapi tetap menunggu tanda pejalan kaki hijau baru menyeberang.

GORYOKAKU FORT

Sesampainya di Goryokaku kami kembali mengexplor tempat itu. Ditengah benteng ini ada bangunan yang cukup fotogenik. Disekitaran benteng ada taman-taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga sakura. Ada yang merah, putih, pink. Puas banget rasanya berfoto disini. Ditaman ini juga banyak warga setempat yang berolahraga, atau sekitar jalan-jalan dengan keluarga maupun hewan kesayangannya. Sekitar jam 9 setempat kami kembali kehotel sebab kereta ke Shinkansen akan berangkat sebelum jam 11 siang. Oke… Saatnya kami ke Tokyooo….

Kami kembali menaiki Shinkansen Hayabusa yang berwarna biru hijau. Shinkansen ini melaju sangat cepat meninggalkan Hakodate. Sebenarnya kami masih belum puas mengexplor Hakodate, bahkan tadinya kami ingin mengexplor sampai Sapporo, tapi karena waktu yang sangat terbatas akhirnya keinginan itu cuma bisa kami pendam dalam-dalam. Yah semoga suatu saat kami bisa kembali lagi kesini ya. Amin.. Sebelum berangkat tadi, kami membeli bento yang rasanya lumayan enak. Ada ikan salmon, ayam, udang, dan puding yang rasanya agak hambar. Buat yang terbiasa dengan makanan pedas disarankan untuk membawa sambal dari indonesia karena selama di Jepang, semua makanan yang kami cicipi tidak ada satupun yang pedas. Sore hari sekitar jam 3-an, kami sudah ada di Tokyo.

SANJA MATSURI

Di Tokyo kami menginap 1 hari di Asakusa Ryokan Toukaiso. Penginapan berupa Ryokan yaitu penginapan tradisional bergaya khas jepang. Pintu masuk kamar berupa pintu geser lipat, lantainya di lapisi tikar jepang (Tatami), kasurnya berupa kasur lipat (Futon), disediakan baju seperti kimono yang lebih tipis dan ringkas (Yukata), ada meja lesehan dan bantal untuk alas duduk, ada teh hijau yang rasanya ada pahit pahitnya gitu, Dikamar disediakan juga bak mandi untuk berendam air panas ala Onsen. Pokoknya nuansa kamarnya sangat Khas Jepang. Tarif Ryokan ini cukup mahal yaitu 7200 yen permalam, tapi lokasinya sangat strategis karena berada di area Asakusa. Asakusa ini bisa dikatakan kota tua nya Tokyo lah, jadi di area ini banyak tempat wisata seperti kuil-kuil dan toko toko suvenir.

Setelah istirahat kami segera keluar dari Ryokan untuk jalan2 sore. Baru beberapa langkah tiba-tiba kami mendengar suara keributan dan musik. Ternyata sedang ada festival gitu. Pertama ada mobil berjalan perlahan. Bagian belakang mobil dihias rumah2an dengan lentera dikiri kanan. Didalamnya ada gadis2 jepang menabuh gendang. Musiknya meriah sekali. Setelah mobil lewat disusul ibu-ibu berpakaian tradisional membawa lentera. Dibelakangnya lagi baru pemuda, bapak bapak, berkerumun ramai sekali. Mereka berpakaian tradisional dengan warna biru dan hijau. Ada tulisan besar dibelakang pakaiannya cuma kami tidak tau maknanya apa. Kepala mereka di ikat dengan kain bermotif khas jepang. Dibagian bawah kelihatannya mereka tidak memakai celana dalam, cuma dililit dengan kain putih. Jadi sesekali kelihatan bagian belakang mereka hehe. Para pemuda dan bapak bapak ini menggotong miniatur kuil kecil bersama-sama sambil berteriak teriak biar semangat. Kuil kecil itu mereka arak berkeliling di sekitar komplek dekat Ryokan kami. Setelah googling, baru kami tau bahwa itu adalah bagian dari Festival Sanja Matsuri. Terus terang saja kami tidak tau dan tidak merencanakan untuk melihat festinal ini. Beruntung banget ya. Hari itu adalah hari ke-3, yang merupakan hari terakhir dan puncak perayaan Sanja Matsuri. Dan kuil kecil yang digotong itu namanya Mikoshi.

Setelah iringan2 itu lewat kami lanjutkan jalan kaki kami menuju arah sebuah tower yang sangat mencolok. Tower itu namanya Tokyo Skytree. Tower ini adalah bangunan yang paling tinggi dijepang lohh sehingga bisa kelihatan dari berbagai arah. Tapi karena capek kami tidak berjalan sampai kesana. Kami berhenti ditepi sungai Sumida dan beristirahat. Selain Skytree ada bangunan lain lagi yang cukup mencolok yaitu Asahi Beer Tower. Yang membuat mencolok adalah diatas bangunan ini ada benda besar, berwarna kuning seperti.. hmmm seperti apa ya kira-kira? Asahi Beer adalah bir yang paling terkenal dan digemari dijepang. Karena penasaran dengan rasanya saya bela2in beli Asahi beer tapi yang 0% alkohol biar halal.. Setelah dicicipi, rasanya ya ampun gak jelas banget…. baunya persis seperti air kencing. Nggak nggak lagi deh.

Ohya kembali ke Sanja Matsuri. Untuk keperluan festival, jalanan disepanjang Asakusa sudah disterilkan, tidak ada kendaraan satupun yang boleh lewat. Jalanan itu nantinya akan dilewati iring2an Sanja Matsuri yang lebih besar lagi. Menjelang gelap, Sudah berkumpul ribuan orang dengan pakaian tradisional, menggotong Mikoshi yang ukurannya lebih besar daripada Mikoshi yang kami lihat pertama tadi. Ramai dan meriah sekali. Tidak cuma pesertanya saja yang banyak, turis2 juga banyak yang ngumpul sambil foto-foto. Tempat yang paling penuh sesak ada di Gerbang Kaminarimon. Nantinya Mikoshi ini akan digotong menuju kuil Sensoji melewati gerbang itu.

Karena penuh sesak akhirnya kami menyerah,.. kami pergi dari keramaian dan berjalan pulang menuju Ryokan. Dalam perjalan pulang kami mampir dulu di Don Quijote dan membeli beberapa makanan yang enak-enak seperti kue Dorayaki ini.

Next : Masih di Asakusa + Akihabara

tes lagi

12 thoughts on “Jepang Hari 5 : Festival Sanja Matsuri, Tokyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s