Jepang Hari 1 : Osaka

Pesawat yang akan membawa kami dari KLIA menuju KIX (Kansai International Airport) berangkat Jam 1 malam dan diperkirakan akan sampai pukul 8 pagi waktu setempat. Pesawat yang kami tumpangi adalah air Asia X, berbodi besar jadi terasa lebih aman dan bebas guncangan walaupun saat itu hujan cukup deras.

Biasanya lewat tengah malam kami pasti sudah mengantuk tapi malam itu kami agak kesulitan menutup mata . Mungkin saking excitednya. Bagaimana tidak, ini adalah perjalan kami ke Jepang untuk pertama kalinya. Sudah lama sekali kami bermimpi untuk bisa mengunjungi negara ini namun baru sekarang bisa kesampaian. Maklum, untuk traveler ngirit seperti kami, biaya jalan jalan ke Jepang cukup menguras isi dompet dan kartu kredit.Untungnya sekarang sudah diberlakukan bebas visa untuk pemegang e-passport sehingga tidak perlu punya rekening gemuk untuk bisa ke Jepang. Rasa excited saya terkalahkan oleh rasa lelah dan akhirnya saya ketiduran juga.

Jam 8 pagi, pesawat yang kami tumpangi sudah bersiap siap mendarat di atas landasan bandara KIX. Dari jendela pesawat, saya langsung terkesima dengan pemandangan perbukitan dan laut (atau selat ya). Di selat tersebut ada pulau buatan yang ternyata adalah Bandara KIX itu sendiri. Baru kali ini saya melihat ada bandara di buat di sebuah pulau buatan. Sekitar jam 8.15 waktu jepang, pesawat berhenti dengan sempurna. Turun dari pesawat kami digiring menuju kereta yang akan membawa kami ke terminal kedatangan. Ini juga pertama kalinya kami naik kereta setelah turun dari pesawat. Biasanya kan kalau di indonesia cukup jalan kaki atau pakai bis. Di imigrasi prosedurnya tidak rumit, cukup antri dan ditanya tanya sedikit, cap passport dan scan jari,trus bilang arigato, habis itu sudah selesai. Kami officially sudah di jepang. Ohya mungkin karena wajah kami agak keteroris-terorisan, jadi kami sempat 2 kali kena “random security check”. Yang pertama tas kami diperiksa, dan yang kedua di cek passport sekali lagi. Tapi tidak masalah buat kami sebab mereka amat sangat ramah. Petugas imigrasi di KIX ini yang paling ramah dari semua petugas imigrasi yang pernah kami temui.

Selesai urusan imigrasi, kami langsung ke Kansai Tourist Information Center untuk membeli tiket Kansai Thru Pass 3day Ticket seharga 5.200 yen. Kansai Thru Pass ini gunanya sebagai tiket terusan untuk naik Subway, Kereta api swasta, dan Bis di Area Kansai (Sekitaran Osaka, Kyoto, Nara, Kobe ). Tapi Kansai Thru pass tidak bisa dipakai untuk JR – Japan railway ( kereta api milik pemerintah). Setelah Kansai Thru Pass ditangan, kami ke Kantor pos yang masih berada di KIX untuk mengambil pocket wifi yang sudah kami pesankan sebelumnya. Pocket wifi ini sangat penting sebab tanpa internet sudah pasti akan kesulitan untuk bernavigasi, mencari informasi, menghubungi keluarga, dan ngeksis tentunya. Pocket wifi ini di ambil di kantor pos dan nanti sebelum pulang ke indonesia, tinggal dikembalikan ke dalam amplop yang disediakan terus di masukkan kedalam kotak kantor pos dibandara kepulangan. Mudah kan. Setelah internetan lancar, kami pergi ke JR ticket office yang ada di stasiun pas didepan bandara. Di JR Office kami menukarkan JR Pass voucher yang sudah kami beli di Indonesia dengan Tiket JR pass. JR pass ini fungsinya sebagai tiket terusan untuk naik JR (Japan Railway). Jadi kami bisa naik semua kereta api milik pemerintah (JR) sepuasnya di semua area se Jepang tanpa harus repot beli beli tiket lagi. JR ini termasuk Shinkansen loooh. Asik banget kan. JR pass ini tidak bisa dibeli dijepang, jadi harus di beli dari negara asal. Kami membeli JR pass untuk 7 hari seharga 29.110 Yen. Jadi kami selama 10 hari diJepang menggunakan Kansai Thru Pass (3hari) dan JR Pass(7hari).

Hotel yang sudah kami booking selama 3 hari di Kansai adalah Sun Plaza Hotel 2, Osaka. Hotel ini sangat dekat dengan Stasiun JR Shin Imamiya dan Subway Dobutsuen-Mae. Dari KIX kami langsung menggunakan Kansai Thru Pass kami menuju subway Dobutsuen-Mae. Kami awalnya sempat bingung dengan jam, jalur, nama, dan arah stasiun tapi setelah dapat irama/feelnya ternyata gak sulit kok. Pertama install Hyperdia untuk mempermudah. Dari Hyperdia kami bisa tau informasi jam, jalur, nama,dll secara akurat. Nanti disetiap stasiun, tinggal ikutin saja arah panah dari tujuan yang ingin kita capai sesuai dengan Hyperdia tadi. Gampang.. Nyasar/ salah turun/kelewat juga gpp kan ada kansai Thru Pass jadi gak perlu khawatir bayar lagi.

Singkat kata kami sampai di Hotel Sun Plaza 2, dan membayar uang hotel 8.100 Yen untuk 3 hari. Hotel ini udah yang paling murah deh pokoknya. Untuk kamarnya sendiri ukurannya sangat kecil yaitu sekitar 2×3 meter, fasilitas AC, Kasur lipat (Futon), Meja lipat, TV dan kulkas kecil. Kamar mandi terpisah, cuma ada di lantai bawah terdiri dari kamar mandi biasa dan onsen. Sedangkan WC dan wastafel ada disetiap lantai. Walaupun hotel ini murah (untuk standar jepang) tapi kebersihannya patut di acungi jempol. Toiletnya bersih dan ada urinoir khas jepang yyang lebar. Air kerannya bisa langsung diminum!. Selain itu lokasinya enak sebab dekat dengan Subway dan Stasiun JR.

Tujuan kami yang pertama adalah Osaka castle. Sebelum berangkat kami istirahat, mandi dan beli bekal makanan dulu di Sevel di dekat Hotel. Kami bingung mau beli makan apa sebab harganya mahal mahal semua dan kami tidak tau isi kandungannya. Jadi kami putuskan untuk membeli Onigiri aja dulu sebagai bekal. Saya terkejut disalah satu sudut rak Sevel sebab banyak majalah dengan sampul wanita berpose sexy dan komik hentai. Mau liat tapi ah malu… Setelah berbelanja kami naik Subway dari Dobutsuen-Mae ke Tanimachiyonchome. Kami sarankan untuk turun disini sebab berada tidak jauh dari pintu masuk utama. Sesampainya di Osaka castle kami makan bekal Onigiri dulu sambil ditemani burung merpati. Udara saat itu sangat segar dan sejuk. Udara ideal yang selalu kami idam idamkan selama di Tanah Air. Kapan ya kota-kota di indonesia udaranya bisa sejuk dan bersih begini?

Setelah tenaga kembali terisi, kami melanjutkan perjalanan mengelilingi kompleks Osaka castle yang cukup besar. Objek wisata utama disini adalah.. Coba tebak? ya betul, Osaka castle. Tapi selain itu ada juga beberapa taman cantik seperti Plum Groove (free) dan Nishinomaru garden (kalau masuk bayar 200 yen). Sayangnya saat kami tiba, bunga bunga sakura sudah rontok semua jadi cantiknya kurang maksimal. Didepan Osaka castle cukup berfoto narsis saja. Kalau masuk didalam Castle harus bayar lagi jadi kami putuskan untuk duduk saja sambil menikmati teh susu kaleng yang kami beli dari Vending Machine. Di Jepang ini tidak ada warung warung kakilima yang menjual minuman seperti di Indonesia. Minumannya tersedia di Vending Machine yang tersebar di seluruh pelosok jepang. Sangat Praktis. Namun harganya bisa dikatakan sangat mahal, satu teh susu kaleng saja 130 yen, Coca cola ukuran biasa 160 yen, air putih biasa aja 120 yen.. Pusyiing..

Puas mengelilingi Osaka castle kami naik Subway dari Osaka Business park station menuju Shinshaibashi. Turun dari stasiun kami berjalan menuju kawasan Dotonburi sambil melewati pertokoan Shinsaibashi. Kawasan ini ramai sekali dengan orang orang yang hilir mudik. Tidak lama kami sudah sampai di kawasan Dotonburi yang ternyata jauh lebih ramai lagi. Disepanjang kiri dan kanan banyak neonbox besar dengan bentuk yang unik unik. Ada yang memajang sign 3D berbentuk kepiting, gurita, sapi, ikan fugu, bentuk muka orang juga ada. Kebetulan saat kami sampai di Dotonburi, langit sudah mulai gelap jadi lampu lampu di Neonbox dan lampu jalan sudah menyala dan berkelap kelip sehingga menjadi atraksi tersendiri. Sign yang paling iconik adalah Glico Man, yang merupakan symbol Glico Company. Pernah makan stik Pocky? Glico Company inilah produsennya. Selain itu ada juga Kani Doraku mechanized crab dan si badut Kuidaore taro.

Kawasan Dotonbori dipenuhi toko toko makanan yang semuanya bikin ngiler. Bau harum semerbak tercium sepanjang jalan membuat perut kriuk kriuk. katanya yang paling khas adalah Takoyakinya. jadi kami mencoba membeli Takoyaki pinggir jalan seharga 500 yen untuk 10 biji Takoyaki. Rasanya asli enak banget. Isinya gurita asli, besar lagi. Ini aja ngetiknya sambil ngiler…

wurrrr… hujan. Kami berteduh ke Don Quijote tidak jauh dari Dotonburi. Don Quijote ini sejenis supermarket yang katanya lumayan murah. Tapi setelah didalam ternyata harganya standar.. standar jepang ya bukan standar negara kita. Isi supermarket ini bermacam-macam mulai dari barang harian sampai anime-animean juga ada. Kami membeli beberapa snack murah dan payung mengingat musim semi dijepang sering hujan. Saya membeli payung transparan yang menurut saya sangat khas jepang. Payung ini bahkan kami bawa pulang sampai ke Indonesia.

Sebelum pulang ke Hotel kami naik subway ke Pokemon Center didekat Stasiun Umeda dan Osaka, tepatnya di Daimaru Building lantai 13. Saya dari dulu adalah penggemar berat Pokemon, jadi rasanya dosa besar kalau tidak ketempat ini. Memang di Tokyo ada Pokemon Center yang jauh lebih besar tapi saya tidak mau kelewatan yang ada di Osaka juga. Tempat ini adalah surga pecinta pokemon. Semua aksesoris, merchandise, kartu kartu, baju, boneka lucu ada disini. Kalau gak ingat duit sih pasti sudah diborong semua…

Next : Nara, Kyoto dan Toko ehem ehem…

29 thoughts on “Jepang Hari 1 : Osaka

  1. Nyobain okonomiyaki juga kah? Saya nginep di dekat Tsutenkaku, dan kata salah satu staff hotel okonomiyaki yang enak itu ada di Dotonbori. Tapi berhubung waktu itu saya cuma nginep satu malam di Osaka jadinya memutuskan untuk nyobain yang di deket Tsutenkaku. Enak sih, cuma masih penasaran aja sama yang di Dotonbori, hehe..

    • Waktu itu pengen nyobain tapi gak jadi karena khawatir bahannya aneh2. Sesampainya di indonesia baru nyobain okonomiyaki yang aman, eh rupanya enak juga. Apalagi kalau asli di dotonbori pasti lebih enak lagi ya. hehe…

      • Saya waktu itu nyobain yang cumi sih, dan tempat yang saya datangi itu yang kita harus masak sendiri. Jadi mereka cuma siapin bahan2nya (cumi, sayuran yang udah dipotong2, dan telur), dan disediain juga mayonais dan saus botolan di meja buat ditambahin kalau sudah selesai masaknya. Sempet bingung pas di awal karena dikira bakal dimasakin, eh ternyata harus masak sendiri.🙂

  2. Duh jepang itu memang amazing ya. Jangankan yg pertama kali nginjek Jepang, saya yg udah dua kali aja masih pengen balik lagi. Rasanya masih belum puas2 gitu. Jadi ya ikut deg2an baca postingan ini rasanya ikut jalan lagi ke jepang hehehee…

  3. Pocket WiFi itu bias dipakai di seluruh Jepang kah? Dan system pulsa nya gimana? Hehehe ,,, enak banget nih kalau kaya gitu. Gak perlu khawatir dan mati gaya gak bisa online🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s