Jepang Hari 2 : Nara-Kyoto

Dihari kedua kami akan mengunjungi 2 kota bersejarah di Jepang yaitu Nara dan Kyoto. Kedua kota ini dulunya pernah menjadi ibukota pemerintahan Jepang. Sekarang kedua kota ini menjadi pusat kebudayaan, sama seperti jogjakarta di Indonesia. Di Nara dan Kyoto banyak sekali kuil dan bangunan yang usianya ratusan bahkan sampai ribuan tahun loh dan semuanya masih terawat dengan baik sampai sekarang. Saking banyaknya bangunan dan kuilnya kami sampai bingung mana yang harus dikunjungi mana yang tidak.

NARA

Kami turun di Stasiun Kintetsu Nara yang merupakan stasiun paling dekat dengan kompleks kuil Nara. Dari Stasiun kami berjalan kaki menuju Todaiji Temple melewati area taman taman yang cukup asri (Yoshikien Garden). Sebelum sampai ke Todaiji, kami melewati Gerbang raksasa yang terbuat dari kayu. Gerbang ini namanya adalah Nandaimon gate. Didalam gerbang dikiri dan kanannya ada patung raksasa yang merupakan penjaga gerbang. Patung inipun sepertinya terbuat dari kayu. Mungkin patung penjaga ini mirip funginya dengan Dwarapala kalau di negara kita.

Ketika lagi asik foto, datanglah seekor rusa. Awalnya cuma satu tapi makin lama semakin banyak. Rusa di Nara ini memang banyak dan dibiarkan berkeliaran dengan bebas. Untungnya mereka jinak, bahkan bisa dipegang pegang. Mungkin mereka sudah terbiasa dengan turis. Diarea Nandaimon gate ini ada beberapa ibu ibu yang berjualan biskuit seharga 150 yen. Awalnya kami kira biskuitnya untuk cemilan, rupanya biskuit itu adalah biskuit khusus untuk rusa (Shika Senbei). Rusa rusa itu bisa jinak karena mereka sering dikasih biskuit oleh turis. Setelah puas bermain main dengan rusa, kami lanjutkan perjalan menuju pintu masuk Todaiji temple yang berwarna merah menyala. Todaiji temple ini merupakan bangunan kayu yang paling besar dan bersejarah. Sayangnya tiket masuknya lumayan mahal yaitu 500 yen.

Dari Todaiji kami berjalan ke timur melewati jalan setapak yang rindang. Diujung jalan kami kembali menemukan beberapa kuil yang sebagian besar kami tidak tau namanya. Salah satu kuil yang cukup menarik di area ini adalah Nigatsudo Hall. Kuil ini berada di atas bukit jadi kami harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai ke atas. Diatas balkon kuil, kami istirahat sebentar menikmati hembusan angin dan pemandangan kota Nara. Lanjuuutt.. Kami berjalan ke arah selatan melewati area perbukitan yang hijau banget. Kami tidak tau nama area perbukitan ini namun tempat ini cukup fotogenik. Disini juga banyak sekali rusa rusa yang berkeliaran bebas. kembali kejalan setapak, kami melewati sebuah gubuk yang arsitekturnya jepang banget. Imaginasi saya langsung mengarah ke anime anime jepang bersetting jaman ketika samurai samurai masih berkeliaran. Diujung jalan, kami sampai di Kasuga Taisha Shrines. Yang unik dari kuil ini adalah deretan lampu lampu batu yang jumlahnya ribuan. Karena sudah siang dan kaki kami sudah pegal, kami lanjutkan perjalanan melewati Nara Park dan Kofukuji Temple menuju stasiun Kintetsu Nara. Sebelumnya kami makan mi dulu Lawson di dekat stasiun. Ohya selama kami dijepang, cuma 2 kali kami bertemu Minimarket (Lawson, Sevel) yang punya tempat duduk untuk makan ditempat.

FUSHIMI INARI

Perjalan kami lanjutkan menuju salah satu kuil paling banyak fotonya di media sosial yaitu Fushimi Inari. Ituloohh kuil yang ada gerbang tori warna orange yang berjejer banyak. Kuil ini adanya di selatan Kyoto jadi kami naik kereta dulu dari Kintetsu Nara ke Fushimi Inari. Sesampainya dikuil kami disambut deretan tori berwarna orange cerah. Dikiri kanan pintu masuk ada patung rubah. Sayangnya saat itu tempat ini lagi ramai2nya dengan turis jadi setiap lorong selalu ada orang. Kami mencoba mengikuti alur perjalanan menuju puncak namun ternyata melelahkan juga jadi kami putuskan untuk kembali dan melanjutkan perjalan ke destinasi selanjutnya.

HIGASHIYAMA

Dari Fushimi Inari kami ke naik kereta ke daerah Gion yang berada di Timur Kyoto. Gion ini terkenal sebagai tempat dimana orang orang bisa bertemu Geisha. Tau kan geisha? bukan penyanyi itu tapi geisha beneran…Beruntungnya kami karena tidak sengaja ketemu satu geisha dan mau di foto pula. Siang hari pula. Di ujung jalan daerah Gion yang sibuk ada Kuil namanya Yashaka Shrine yang cukup menarik. Hal yang paling saya suka dari Jepang adalah perpaduan antara Modern tapi tetap menjaga tradisi. Hal ini terasa sekali misalnya setelah melewati stasiun dan pertokoan yang modern di area Gion, kemudian melewati kuil kuil dengan bangunan tradisional dan pohon pohonnya yang rindang. Di belakang Yashaka Shrine ada Taman yang kami pakai untuk beristirahat sejenak setelah jalan kaki lumayan jauh.

Spot terakhir yang akan kami kunjungi adalah Kiyozumidera. Lokasinya lumayan jauh berjalan kaki dari Gion namun ternyata banyak hal yang bisa dilihat sepanjang jalan. Jalan yang kami lewati dari Yashaka Shrine sampai ke Gion merupakan jalan kuno. Jalannya sempit, naik turun, bangunannya kebanyakan bangunan tua terbuat dari kayu, dan tanpa ada kabel listrik berseliweran. Selain itu banyak toko2 yang membuka dengan gaya tradisional, bahkan tukang becaknya pun masih tradisonal alias pakai tenaga manusia. Berjalan di area ini kami serasa kembali dilempar ke jaman dahulu kala.Sesampainya di Kiyomizudera kami berfoto foto sebentar di pagoda dan kuilnya. Kuil ini ramaiiii sekali, membuat kami malas untuk mengeksplornya lebih jauh. Setelah itu kami putuskan untuk kembali kehotel karena malam sebentar lagi akan datang.

Sebelum sampai hotel ada pengalaman yang cukup menegangkan. Jadi ceritanya kami terlalu cepat turun kereta di salah satu stasiun di Osaka (lupa nama stasiunnya). Jarak dr hotel ke stasiun itu sebenarnya tidak jauh jadi kami putuskan untuk pulang berjalan kaki sambil menikmati udara malam. Malam itu toko2 kebanyakan sudah tutup kecuali beberapa toko. Setelah diperhatikan ternyata toko2 yg masih buka itu adalah toko sex. Karena penasaran akhirnya kami masuk dan melihat lihat kedalam. Isi tokonya mebuat kami tercengang….. hahaha.. udah dulu ya.

Next : Masih di Kyoto.

15 thoughts on “Jepang Hari 2 : Nara-Kyoto

  1. Wah senangnya liat Nara dan Kiyomizudera di hari yang cerah gini, soalnya saya kurang beruntung di kedua tempat tersebut. Pas lagi mendung banget. Bikin adem liat langit biru di saat langit Jakarta lagi kelabu kayak sekarang, hehe..

  2. Jadi Kyoto itu kalo di Indonesia semacam Jogja ya? Menarik. Ga salah sering banget Kyoto (dan gerbang deretan kayu oranye) muncul di timeline Instagram saya. Hehe.

    Salut sama orang Jepang yang sangat jaga kelestarian budayanya walau teknologinya juga maju banget. Mungkin karena dulu sempet mengisolasi diri ya?

    Jadi, beli apa di toko sex itu? 😂

  3. wah untung dapat foto dengan geisha beneran, kebanyakan yang pakai yukata adalah turis yang nyewa baju hahaha… kemarin pas ke jepang yang pakai kimono summer ternyata ngomongnya jawa logat surabaya…
    Jadi ga masuk ke Todaiji ya? Ga liat Buddha yang gede banget dong… tp ga papa dapat yang lain… Kalo saya kesan di Nara sih semua keren tapi cuma satu negatifnya: kaki pegel hahahaha

    • Memang beruntung banget kami bisa ketemu geisha, cuma dia buru2 banget. habis difoto langsung pergi…. iya kalau turis kan dandannya beda trus planga plongo gitu haha… Asliii pegal banget.. kami hitung2 satu harian jalan kaki hampir 20 kilometer, gimana nggak pegal coba..

  4. Gak nyangka di sana masih ada becak yang ditarik oleh tenaga manusia. Becak di Indonesia kok kayanya masih lebih manusiawi ya, soalnya digenjot, bukan ditarik seperti ini. Kira-kira berapa mas ongkos becak di sana? Hahaha ,,, jadi penasaran.

    • Becak ini cuma ada ditempat2 turis aja kok, trus abang becaknya masih muda-muda kayak anak kuliahan gitu. Mungkin mereka cari uang tambahan sekaligus melestarikan budaya, jadi bukan kerjaan utama. Kami gak nyoba sih naik becak itu jd gak tau tarifnya…

      • Jadi semacam becak wisata rupanya. Bagus sih yang nariknya anak muda, suka gak tegaan kalau yang nariknya di Indonesia, apalagi semacam itu di Jepang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s