Perjalanan menuju El Nido

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dalam topik travelling ke Filipina yaitu judul di atas. Siapa yang gak tergiur kesana. Surga di ujung pulau Palawan ini betul2 memukau. So, kalau ke Filipina ya mesti ke El Nido. Terletak di ujung atas pulau Palawan, sekitar 5-6 jam perjalanan darat dari Puerto Princessa, ibukota provinsi Palawan, dulunya El Nido cuma sebuah desa kecil. El Nido berarti “the nest” dalam bahasa inggris. Ya, dulunya tempat ini terkenal karena sarang2 burung laut. Tahun 90an El Nido mulai dikenal wisatawan.

Pagi setelah sarapan kami check out dari Tune Hotel Ermita bersiap menuju Terminal 4 NAIA. Kami naik taxi yang banyak mangkal di depan hotel, klo gak salah bayar PHP 200 (maaf udah banyak yang lupa karena udah setengah tahun yg lalu). Melewati macetnya jalan di Manila, kami sampai di bandara sekitar 45 menit. Bangunan terminal yang kecil membuat bandara ini penuh sesak. Airasia Zest terbang tepat waktu. Cuaca cerah di sepanjang perjalanan. Tampak dibawah gugusan pulau2 kecil yang sangat indah. Ternyata pulau2 yang kami lihat dari atas inilah yang akan kami datangi di El Nido island tours nanti.

1 jam kemudian kami mendarat di Bandara Puerto Princessa. Landasan pacunya mirip Ngurah Rai, menjorok ke laut. Bangunan terminalnya baru tapi masih dalam perbaikan. Keluar dari gedung kedatangan langsung disambut banyak orang menawarkan taksi, becak (tricycle), atau van ke El Nido. Kami memang berencana naik van disini aja daripada ke Terminal dulu. Biasanya van dari bandara ke El Nido PHP 700/org, dari terminal PHP 600/org. Karena nantinya bakal beberapa hari disini ya langsung aja ke El Nido. Kami menghampiri salah satu yang megang tulisan “van to El Nido’, dari Miroju Transport. Mereka belum dapat penumpang, tapi menjanjikan pasti berangkat dalam 1 jam. Karena kami penumpang pertama, kami dapat diskon cuma bayar PHP 600/org. Lumayan. Heheee

Sambil nunggu ada penumpang lain, saya beli es krim yang dijual bapak tua di area parkir bandara. Es krim jalanan di Filipina enak lho. Kaget, si bapak bisa bahasa Inggris. Ternyata bukan cuma di Manila. Di Palawan pun penduduknya jago bahasa Inggris. Keren! Kita gak punya kendala komunikasi disini. 1 jam kemudian vannya benar2 berangkat. Hampir terisi penuh. Bersiap untuk perjalanan jauh ke El Nido. Keluar dari kota Puerto Princessa kiri kanan jalan mulai sepi perumahan. Tapi jalan rayanya bagus sudah di beton. Van melaju kencang. Di pertengahan perjalanan van berhenti untuk istirahat dan makan di sebuang warung kecil di pinggir laut. Kami pesan ikan goreng dan ayam tumis (semoga halal hehee). Memang udah lapar, makanannya enak, plus pemandangan bagus bikin makan jadi lahap.

Setelah semua penumpiang siap kami melanjutkan perjalanan. Sebelumnya saya baca2 di internet mendekati El Nido jalanannya rusak dan bikin gempor. Syukurlah ternyata perbaikan jalannya udah sampai ke El Nido. Cuma ada beberapa tempat yang masih dalam perbaikan. Van berhenti di terminal. Dari sana harus naik tricycle ke penginapan. Kami udah pesan kamar di Rock View Lodge. Bayar becaknya lupa PHP 30 apa 90 ya? Kami disambut ramah sama pemilik penginapan. Walau kecil tapi bersih dan nyaman. Kebanyakan penginapan di El Nido adalah rumah penduduk yang beralih fungsi. Bisnis penginapan jadi primadona baru disini sekarang

Kami tiba di El Nido sudah sore. Setelah mandi, kami jalan2 keliling sekalian cari makan. El Nido ini gak luas, cuma butuh waktu sebentar buat keliling jalan kaki. Jalannya kecil, hampir kayak gang sebenarnya. Tapi suasananya begitu hidup, mirip Labuan Bajo versi mininya. Di sepanjang jalan banyak toko2 dan warung makan kecil. Cuma berani makan ikan atau ayam goreng disini.

Oh iya, tujuan ke El Nido ini pastinya island hopping. Pemilik penginapan sudah membantu kami untuk booking tour buat besok sama lusa. Pilihan island tournya begini:

Tour A: The Lagoons of Miniloc (Small Lagoon, Big Lagoon, Shimizu Island, Secret Lagoon, Seven Commando Beach). Biaya PHP 700

Tour B: The Caves and Snake Island (Pangulasian Island, Snake Island, Cudugnon Cave, Cathederal Cave, Pinagbuyutan Island). Biaya PHP 800

Tour C: The Beaches of Matinloc (Hidden Beach, Colasa Beach, Matinloc Shrine, Secret Beach, Helicopter Island). Biaya PHP 900

Tour D: Cadlao Island (Cadlao Lagoon, Pasandingan Beach, Paradise Beach, Nat-Nat Beach). Biaya PHP 700

Kami cuma punya waktu 2 hari disini. Itu artinya cuma bisa ikut 2 tour. Setelah cari2 informasi, kami putuskan ikut tour A dan C yang memang paling direkomendasikan. Biaya tour suda termasuk makan siang dan peralatan seperti masker, life vest, kaki katak. Tunggu serunya island hopping di El Nido!

11 thoughts on “Perjalanan menuju El Nido

  1. Aku suka banget sama Filipina tapi baru ke Manila dan Boracay aja. Belum kepikiran ke El Nido malah. Tapi baca post ini, aku jadi pengeeeeeen!! Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s