Manila : Zoo, Museum, Planetarium, Halo halo dan Sunset

Pagi pagi sekali kami sudah terbangun di penginapan kami yang berada di kawasan Ermita, Manila. Badan masih terasa capek setelah melalui penerbangan selama empat jam lebih dari Kuala Lumpur ke Manila kemarin. Hari ini kita kemana ya? hmmm… Kita ke kebun binatang aja yuk! Memang setiap kali ke suatu tempat yang baru saya selalu tertarik untuk mengunjungi kebun binatang lokal. Biasanya selalu saja ada hewan hewan yang baru yang menarik.

Setelah sarapan di Sevel tedekat, kami jalan kaki menuju Manila Zoological dan Botanical Garden yang berada tidak jauh dari penginapan. Kebun binatangnya sederhana, sangat sederhana malah. Koleksi hewannya tidak banyak namun ada beberapa hewan yang belum pernah saya lihat sebelumnya; seperti babirusa, kera sulawesi hitam, dan kuda bergaris2 zebra, serta banyak lagi hewan2 dari sulawesi. Namun sayangnya kondisi binatang disini sangat mengenaskan. Gajah, harimau, dan hewan hewan lainnya kurus kurus, fasilitasnya sudah sangat tua dan ada singa jantan dikurung dalam kandang yang sangat kecil.. sedih banget rasanya. Sangat tidak recommended untuk kesini!

Tidak puas dengan zoo, kami melanjutkan perjalanan kami ke Metropolitan Museum Manila yang berada tidak jauh dari Zoo. Museum ini sangat berbeda dengan yang kami bayangkan. Isinya sangat modern dan kontemporer. Banyak karya seni yang dipamerkan disini seperti lukisan lukisan pre dan paskapenjajahan, pot, dan seni kontemporer lainnya. Err,,, terus terang kami tidak terlalu mengenai seni kontemporer jadi cuma bisa melihat lihat tanpa bisa paham maksudnya apa..

Dari Metropolitan Museum Manila kami kabur ke Manila Planetarium yang berada di antara Intramuros dan Rizal Park. Planetariumnya sangat sepi, hanya ada kami berdua. Disini ditampilkan pengetahuan umum mengenai antariksa, cocok banget bagi yang hobi antariksa karna ditampilkan dengan display yang cukup menarik walaupun sederhana. Dari Planetarium kami ke Oceanarium yang ada di depan rizal park menghadap teluk Manila. Sayangnya harga tiketnya mahal banget sehingga kami mengurungkan niat untuk masuk kesana.

Selanjutnya kami makan siang di Mang Inasal, salah satu franchise lokal yang sangat terkenal di Philippines. Harganya standar, tidak terlalu mahal namun rasanya tetap oke. Kami memesan Ayam Bakar, Ikan Bakar, Sisiq Mang Inasal dan es krim khas Philippines yaitu Halo Halo. Ayam bakar dan Ikan Bakarnya lumayan enak dengan ukuran yang besar, sayangnya gak ada sambal😦 cuma ada kecap asin, minyak dan cuka dan jeruk nipis. Sedangkan sisiq biasanya dari daging babi jadi kami pesan sisiq dari ikan, rasanya menurutku sih kurang enak hehe… Yang paling juara menurut kami adalah Es krim Halo Halo nya, enak banget nih!. Halo halo campurannya banyak banget ada kedelai, agar2, susu, ubi, dan ntah apalagi saya nggak tau. Rasanya dingin segar cocok banget dengan udara Manila yang panas.

Kenyang dari Mang Inasal kami ke Greenhill Shopping Center di Sanjuan. Untuk kesana kami harus mengunakan LRT sampai ke EDSA kemudian sambung MRT sampai di Santolan. Lumayan juga nih manila sudah ada LRT dan MRT walaupun jadul dan penuh sesak sebab line nya masih dikit banget. Dari Santolan kami jalan dikit hingga sampai di Greenhill. Disini banyak dijual suvenir dengan harganya yang sedikit lebih murah dibandingkan di tempat lain. Tapi kami masih belum puas disini, jadi kami pergi lagi ke Mall Of Asia yang ada di Pasay. Kami kembali naik MRT ke EDSA kemudian dari sana kami naik Jeepney sampai didepan Mall Of Asia. WOw.. mallnya sih dari depan kecil tapi didalam ternyata besar banget. Kami ke Kultura, salah satu toko suvenir yang katanya lumayan lengkap.. Kultura menjual baju, kerjaninan, makanan khas philippines, tapi harganya agak mahal dikit.

Hari menjelang sore, kami duduk duduk santai di manila bay. Manila bay ini mirip Taplau nya Padang versi bagusnya. Perlahan matahari mulai turun dan menguning di Manila Bay. Ah,.. sunset yang indah.

Next : INTRAMUROS….

22 thoughts on “Manila : Zoo, Museum, Planetarium, Halo halo dan Sunset

  1. Sempat ke Ayala Museum nggak? Itu museum yang cukup bagus menurut saya. Banyak belajar sejarah Filipina juga dari situ, dan penataannya pun modern, bersih, dan cukup elegan. Lihat foto Manila Bay jadi ingat waktu makan semacam balut di sana. Salah satu makanan paling nggak enak yang pernah saya makan, tapi waktu itu tetep nyobain karena penasaran.🙂

    • Gak sempat ke ayala museum… semoga nti bis ke manila lagi jadi bis mampir kesana.
      Kami juga cobain balut tapi setengah aja gak habis.. baunya amis banget

  2. Waktu main ke Manila, saya pengin banget nyoba makan di Mang Inasal. Tapi berhubung bareng ama teman-teman yang nggak suka nyoba-nyoba makanan lokal, jadinya makan di McD dan KFC. Sayang yah …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s