Jogja Candi-Hopping

Bulan Januari yang lalu kami ke Yogjakarta (biasa disingkat Jogja). Penerbangan kami dari Pekanbaru ke Jogja cukup menegangkan sebab selama perjalanan tidak henti henti terjadi turbulensi. Awan tebal menjadi pemandangan yang selalu terlihat di balik jendela pesawat. Memang selama januari kemarin cuaca sangat tidak bersahabat, hujan, hujan, hujan. Apalagi kalau terbayang insiden Air Asia QZ8510 membuat kami bertambah paranoid. Barulah saat tiba di atas Cilacap cuaca mulai tenang dan kami mulai bernafas dengan lega. Tengah hari kami tiba di Bandara Maguwo Adi Sucipto dengan selamat. Fiuh…

Tidak banyak yang kami lakukan selama 3 hari di Jogja. Selain bermalas malasan, kami menyempatkan diri mengunjungi beberapa candi kuno. Dari Bandara, cukup satu kali naik trans jogja kami sudah sampai di kompleks candi Prambanan. Kalau candi ini saya rasa sudah pada tau lah ya… Beberapa ratus meter dibelakang candi Prambanan ada candi sewu. Candi ini terkenal dengan patung Dwarapala raksasa (gendut, besar, mata melotot) yang menjaga pintu gerbangnya, serem banget. Kalau candi Prambanan adalah candi Hindu, maka candi Sewu adalah candi Budha. Uniknya, walaupun jaraknya tidak begitu jauh, ternyata Candi Prambanan ada di Jogja, sedangkan candi Sewu ada di Jateng loh…

Dari Prambanan kami naik shuttle bus gratis menuju Keraton Ratu Boko. Kompleks ini keren banget karena berada di atas bukit yang adem. Dari atas bukit ini nampak Prambanan dari kejauhan. Yang paling menarik adalah keraton yang ada di belakang kompleks. Bangunan ini berada di atas hamparan rumput hijau dengan domba sedang merumput. Berasa di New Zealand deh, haha… Kalau tidak percaya silahkan liat foto dibawah ini.

Besoknya kami ke Puntuk Setumbu; sebuah perbukitan yang berada di Barat Daya Candi Borobudur. Punthuk Setumbu ini menjadi lokasi pengambilan sunrise Borobudur yang paling terkenal. Ituloh, foto siluet Borobudur diantara kabut kabut tipis dengan latar belakang sunrise gunung merapi. Sayangnya kita bangun kesiangan… Jadinya kita sampai disana sudah hampir jam 10 pagi. Tidak ada lagi pengunjung yang datang. Tapi sisi positifnya, kami bisa bersantai dengan lebih leluasa disini. Setelah puas di Puntuk Setumbu, kami turun menuju Kompleks Candi Borobudur. Lebih dari 7 tahun sejak terakhir saya kemari dan sekarang terasa lebih bersih dan hijau. Kemegahannya candi ini memang tidak pernah pudar oleh waktu.

Itulah beberapa candi yang kami kunjungi selama di Jogja. Semoga menjadi inspirasi bagi yang mau ke Jogja. Caoo…

35 thoughts on “Jogja Candi-Hopping

  1. Saya belum pernah wisata candi ke Prambanan dan sekitarnya :hihi
    Peninggalan masa lampau memang begitu indah dan menakjubkan😀
    Itu Puthuk Setumbu itu agak jauh ya dari Borobudur? Kecil sekali tampaknya candi itu :))

  2. Candi candi di prambanan dan borobodur sangat asyik. Ukiran2 batu indah skl . Kami menginap di desa dekat borobodur supaya lihat lihat sebelum tamu2 tiba. Pengalaman yg baik : ))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s