Kapur IX : Perbukitan dan Sungai Indah di Kampung Halaman

Selama ini udah jalan2 kemana2 ke kampung orang. Trus cerita dari kampung sendiri mana? Well, ini dia. Kapur IX, itulah kampung halaman saya. Sebuah kecamatan yang (dulunya) terpencil di wilayah propinsi Sumatera Barat. Berjarak lebih dari 200km dari Padang atau sekitar 170km dari Pekanbaru, tempat ini punya potensi wisata yang bagus yang masih belum dikenal. Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu untuk mengenalkan wilayah ini ke luar.

Kapur IX memiliki bentang alam yang unik, dikelilingi perbukitan. Satu2nya akses yaitu dari Pangkalan Koto Baru. Tapi udah gak terpencil lagi. Jalan utama kecamatan udah lebar diaspal hot mix, sinyal menjangkau hampir seluruh pelosok. Sepanjang perjalanan mata akan dimanjakan perbukitan hijau di kejauhan (dan kebun sawit di kiri kanan jalan). Dengan bentang alam seperti ini, pastilah mengalir sungai yang bersih dan sejuk.

“Pantai” Lotna

Hahh? Ada pantai? Tentu saja bukan. Masyarakat setempat menyebutnya pantai karena daerah ini punya pinggiran sungai dengan hamparan batu yang luas. Letaknya di kenagarian Sialang. Nama Lotna sendiri diambil dari nama WN Perancis yang dulu punya ide menjadikan pinggiran sungai ini menjadi objek wisata, CMIIW.. Sungai jernih dengan background sawah dan bukit. Banyak yang datang mandi kesini menikmati segarnya air sungai

Lubuk Ikan Larangan Sosa

Yap, dilarang menangkap ikan disini. Memang diperuntukkan hanya bisa ditangkap pada saat2 tertentu beramai2 atas izin pemimpin setempat. Tempat ini tertata bagus, dibangun beberapa pondok untuk bersantai. Bahkan sudah ada warung makan. Dan tentunya boleh ngasih ikan makan. Makanan dapat dibeli di warung itu. Mau mandi? Silahkan, asal bisa berenang. Namanya juga lubuk, airnya dalam.

Patomuan

Ini dia ultimatenya. Sebuah tempat yang sangat indah yang tersembunyi. Pertemuan dua sungai kecil (disebut patomuan dalam bahasa setempat). Berjarak lebih kurang 700m dari lubuk ikan larangan sosa. Tinggal mengikuti jalan setapak setelah jembatan gatung. Kalo malas jalan kaki boleh bawa motor, tapi jalannya aduhai. Offroad!! Berjalan di bukit, suasana di sekitar terlihat jelas. Di sepanjang perjalanan kami sesekali berhenti makan buah2 semak yang tumbuh diantara tanaman gambir. Kapur IX merupakan pengekspor gambir terbesar di Sumatera Barat, mungkin di Indonesia. Setelah jalan kaki sekitar 20 menit, sampailah di tempat tujuan. Indah sekali. Benar2 tempat mandi yang sempurna. Airnya sejuk dan jernih, keluar langsung dari mata air dari hutan. Mungkin kalau tempat ini dekat dari kota, udah dijadikan resort.

Itulah cerita singkat dari kampung halaman saya. Dilain kesempatan, kami akan mencoba menulis tempat indah lainnya.

 

48 thoughts on “Kapur IX : Perbukitan dan Sungai Indah di Kampung Halaman

  1. Kerennnn kampungnya…. mata langsung jelalatan lihat asrinya hutan di sana. Jauhhh tapi ini sungguh tempat tenang untuk menjauhkan diri dari hiruk-pikuk kota. Nggak minat bikin homestay di sana, bang? hihihi

    • Cuma ada kapur IX, gak ada kapur I sd VIII😀. Klo sy tidak salah, disebut Kapur IX karena sungai terbesar yang bernama Batang Kapur mengalir melewati 9 kampung..

  2. Buah terakhit itu kalau di kampung awak karamuntiang namonyo 😁😁

    Kampunya keren bg. Ini masuk kabupaten 50 puluh koto ya?? Klo dr pemandangan alamnya sih, iya. 😀

  3. Saya paling suka dengan sungai yang batunya besar-besar, tapi arusnya tidak ganas, seperti di Patomuan itu, Mas :hehe
    Sepertinya event tangkap ikan beramai-ramai di sana sempat diliput mediakah? Saya sepertinya ingat dulu pernah lihat di televisi event seperti itu… apa lain tempat, ya? :hehe
    Satu lagi sudut Sumatra yang masih dalam keperawanannya! Moga-moga tetap terjaga keindahan ini🙂

    Btw, salam kenal!

  4. Bagus bg… tempat2 ne emg keren, tapi selain ini masih byak lagi tempat yg bagus area kapur ix bg… seperti di derah koto bangun masih ada air terjun yg indah nama nya lubuk batang, di muaro paiti ada pemandian sumber air panas, dilubuk alai ada air terjun dgn bebatuan yg dikenal dengan sebutan Langkuik.. itu semua aset daerah yg berpotensi besar semoga kedepannya aset daerah ini bisa diexpos lebih luas lagi bg..

  5. jangan ngaku pecinta alam klo belum pernah menginjakkan kaki di kapur IX , karena disini ada berbagai macam keindahan alam yg masih natural dan jauh dari bisingnya kota ..

    kapan2 tulis yg lain lagiii gan …hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s