Candi Kedaton : Candi “Baru” di Muaro Jambi

Beberapa hari yang lalu kami kembali mengunjungi Kompleks Percandian Muaro Jambi setelah hampir 2 tahun tidak menjejakkan kaki disini. Banyak hal yang sudah berubah. Pengunjung dan penjaja makanan semakin ramai terutama di kompleks percandian utama ( candi Gumpung dan Candi Tinggi ). Bangunan bangunan candi dan reruntuhan bata yang dulunya masih terkubur didalam tanah kini mulai di gali dan di pugar. Salah satu proses pemugaran yang paling mencolok adalah Kompleks Candi Kedaton yang berada di sebelah barat kompleks percandian utama.

2 tahun yang lalu, sebgaian kompleks candi kedaton masih terkubur dalam tanah dan sebagian lagi tersembunyi di balik semak semak dan rimbunnya pepohonan. Waktu itu, saya cuma bisa melihat candi kedaton dari kejauhan. Saya tidak berani untuk masuk karena terasa sangat angker.

Sekarang semua telah berubah. Kompleks candi kedaton mulai dipugar sehingga mulai nampak wujud aslinya. Menurut keterangan yang ada, Kompleks Candi Kedaton sudah diketahui sejak tahun 1976 namun baru mulai dilakukan pemugaran bertahap mulai dari tahun 2010 dan berlangsung hingga sekarang. Dari hasil penelitian arkeologi menunjukkan bahwa kompleks Candi Kedaton merupakan bangunan yang paling besar dan luas di antara kompleks candi di Muaro Jambi. Luasnya 55.850 m2 dibatasi oleh pagar keliling terbuat dari batu bata. Sedangkan bangunan induk luasnya 28,13 m x 25,5 m dengan bata isian berupa batu kerakal berwarna putih. Selain bangunan utama, ada pula gapura dengan 3 buah makara, di salah satu makara tersebut terdapat pahatan prasasti. Selain bangunan, ada pula benda purbakala yang di temukan di kompleks candi kedaton, diantaranya Padmasana, arca gajah, belanga perunggu dan temuan lainnya.

Saat kami kesini, sedang berlangsung pemugaran di sekitar gapura. Batu bata yang berserakan di pugar dan di rekonstruksi sedemikian rupa agar mendekati bentuk aslinya. Walaupun kesan pemugaran ini terburu buru, namun saya cukup senang dengan progres yang ada.

18 thoughts on “Candi Kedaton : Candi “Baru” di Muaro Jambi

  1. Kompleks Muaro Jambi sudah ada di wishlist saya sejak lama, dan cukup membesarkan hati melihat bahwa usaha pemugaran terus dilakukan, meskipun menurut beberapa sumber yang saya baca pemugaran dilakukan cukup terburu-buru karena adanya batas waktu yang diberikan bagi para pemugar. Oiya, sempat ada kabar akan dibangun waterboom di dekat Candi Muaro Jambi. Betulkah demikian? Sayang sekali kalau sampai terwujud karena nantinya bisa mengurangi nilai sejarah tempat ini.

    • memang nampk terburu2. pada saat kami kesana sedang di lakukan pemugaran langsung di dua sisi, itupun banyak dilakukan warga setempat. Mengenai waterbom, sampai saat ini belum ada tanda2 pembangunan. Dulu memang ada wacana dari bupati muaro jambi (yang tidak paham konsep pariwisata ) tapi ditentang oleh warga sekitar.

  2. Baru kali ini lihat ukiran di Makara-nya berwujud kambing, kalau di Jawa kebanyakan berukirkan singa atau burung🙂
    Dari pusat kota menuju ke Muaro Jambi area berapa lama, bang? Ada penginapankah di sekitar candi?😀

  3. Candinya kelihatan indah. Meskipun dipugar secara buru-buru, mudah-mudahan tidak berarti dikerjakan secara sembarangan ya Bang.
    Mudah-mudahan sekali waktu aku berkesempatan berkunjung ke sana juga 🙂

  4. Pingback: Jual muaro jambi dan komplek candi muara jambi pusat sriwijaya - Jual Beli Murah Kaskus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s