Perjalanan Padang – Bukittinggi via Kelok 44

Padang dan Bukittinggi adalah 2 kota yang paling penting di Sumatra Barat. Jalur utama yang menghubungkan kedua kota ini adalah jalur Padang – Bukittinggi via Lembah Anai dan Padang Panjang. Selain Jalur utama tersebut, masih ada jalur alternatif lain yang bisa di lalui bila jalur utama macet karena kendaraan padat atau jalan terputus karena longsor.

Salah satu jalur alternatif tersebut adalah Jalur Padang – Bukittinggi Via Kelok 44. Memang jalur ini memiliki jarak tempuh yang lebih jauh namun dijamin tidak membosankan karena banyak tempat menarik loh yang dilewati; Dimulai dari Padang, pantai pantai cantik di Pariaman dan Pantai Tiku, Lubuk Basung, Danau maninjau, Kelok 44 dan berakhir Bukit tinggi. 

Padang
Sebelum berangkat kami mampir dulu di Jembatan Siti Nurbaya yang berada di Kota Tuanya Padang. Di dekat sini juga ada objek wisata gunung padang. Walaupun sebenarnya bukan gunung sih, tapi bukit kecil yang menjorok ke laut. Di atas bukit ini katanya ada makam Siti Nurbaya. Tapi kami tidak kesana, kami duduk sebentar di pinggir Taplau, alias tepi laut sambil menikmati semilir angin laut pagi. Sesudah perut terisi, kami lanjutkan perjalanan menuju Kota Pariaman di Utara melewati BIM ( bandara Internasional Minangkabau).

Pariaman
Tidak sampai satu jam kami sampi di Kota Pariaman kota Tabuik. Tabuik adalah upacara tahunan yang digelar untuk memperingati kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW. Upacara tabuik ini mirip banget dengan Tabot yang ada di Bengkulu. Terlepas dari tabuik, Pariaman memiliki Pantai yang jauh lebih indah daripada pantai yang ada di padang. Pantai Pantai itu antara lain pantai Gandoriah, Pantai Kata, Pantai Cermin dan banyak lagi. Walaupun banyak, sebenarnya kesemua pantai itu sambung menyambung. Dari semuanya, Yang paling terkenal adalah pantai gandoriah karena berada tepat di pusat kota ( Pasar dan Stasiun KA) serta merupakan tempat pelaksanaan Tabuik. Dari pantai Gandoriah, kami bisa melihat beberapa pulau kecil yang merupakan kawasan konservasi nasional taman wisata perairan.

Tiku
Puas di pariaman, kami lanjutkan menuju tiku, kota kecil yang berada di sebuah tanjung. Kami berharap banyak terhadap pantai ini namun ternyata kondisinya tidak jauh dengan pantai sebelumnya. Ditambah lagi langit mendung menggelayut di atas horizon membuat pantai ini kurang cantik.

Lubuk Basung..
Well… kami cuma numpang lewat saja di Kota ini. Lubuk basung adalah ibukota Kabupaten Agam. Selepas dari Lubuk Basung, jalanan terus menanjak dengan tebing, hutan lebat dan aliran sungai yang deras di pinggir jalan. Kami bahkan bisa melihat 2 air terjun dari jalan utama.

Danau maninjau
Tidak lama, kami sampai di sumber Sungai deras tadi yaitu Danau maninjau. Danau berukuran raksasa ini berada di sebuah lembah yang di kelilingi oleh perbukitan. Topografi seperti ini mengingatkan saya dengan Lembah Kerinci. Di Maninjau, kami mampir sebentar membeli makanan yang hanya ada disini yaitu Pensi. Pensi yaa…bukan pen** . Pensi itu adalah kerang danau yang di tumis dengan bumbu bumbu rahasia. Enak banget di jadikan cemilan di jalan. Selain Pensi ada juga keripik ikan kecil yang gurih kriuk kriuk gitu. Yammyyy… Serius, saat menulis ini produksi air liur saya bertambah berkali kali lipat *lap iler

Kelok 44
Akhirnya kami sampai juga di jalur ekstrem yang membuat pengemudi pemula berkeringat jagung bahkan sampai terkencing kencing. Kelok 44. Sesuai namanya, Jalan ini mendaki bukit dengan kelokan tajam sebanyak 44! Ya AMPEK PULUH AMPEK alias EMPAT PULUH EMPAT BELOKAN TAJAM. Untuk menambah tantangan, biasanya truk juga lewat sini jadi ya gitu deh… Untungnya Herry sudah lihai mengemudi sehingga kami sampai dengan selamat di puncak bukit. Uniknya disetiap kelokan, ada nomor dan iklan dari berbagai macam instansi. Jadi kami mengemudi sambil belajar berhitung… Di kelok 33 ada view andalan Danau maninjau yang sering di pajang di rumah rumah makan padang. Kami mampir sebentar untuk bernarsis ria sambil menikmati Pensi Maninjau.

Bukittinggi
Sampai di pelataran Jam Gadang di Bukitinggi dengan selamat…🙂

14 thoughts on “Perjalanan Padang – Bukittinggi via Kelok 44

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s