Ayutthaya, Pelarian Terbaik dari Bangkok!

Ayutthaya; Saya bahkan belum tau kota ini 3 hari sebelum keberangkatan kami ke Thailand. Bermula dari promo salah satu maskapai penerbangan murah, terbelilah tiket pesawat menuju Bangkok pada akhir bulan Januari 2014 kemarin. Yang tidak kami sadari adalah waktu keberangkatan kami bertepatan dengan demo shutdown Bangkok (baca beritanya disini). Bingung, itulah yang kami alami saat tahu berita tersebut. Menurut berita lokal, turis dihimbau untuk menjauhi Pusat keramaian dan titik demo di Bangkok.

Jadi kamu harus lari Kemana? saat itulah nama Ayutthaya muncul. Ayutthaya adalah kota yang berada di Utara Kota Bangkok, Tidak jauh, hanya berjarak kurang lebih 90 km saja. Pun, Akses dari dan menuju Ayutthaya sangat gampang. Kota ini adalah kota tua, dulunya adalah bekas ibukota Thailand (Siam) sebelum akhirnya pindah ke Bangkok. Selengkapnya mengenai Ayutthaya bisa dibaca disini.

Kami mendarat di Bandara Don Mueang Bangkok. Untuk ke Ayutthaya, kami cukup naik kereta api dari Railway Station Don Mueang yang berada di depan Bandara. Tidak usah takut ketinggalan kereta karena frekuensi keberangkatan kereta cukup sering. Ongkosnya hanya 11 THB saja, Muraaah banget. Walaupun kereta yang kami naiki adalah kereta kelas 3 tapi cukup nyaman dan bersih loh. Perjalanan dari Don Mueang menuju Ayuthaya memakan waktu 1 jam saja.

Mengenai akomodasi, kami menginap di Thanrin Guesthouse. Lokasinya sangat strategis karena berada tidak jauh dari Railway Station Ayutthaya dan dekat dengan Sevel/Tesco. Awalnya kami hanya ditawari kamar seharga 500 THB, tapi setelah tau kami dari indonesia, pemilik guesthouse langsung menawarkan kamar seharga 300THB (Oh indonesia….). Bedanya hanya pada ada tidaknya AC, selebihnya sama (Bed ukuran besar, TV Kabel, Air Panas). Tapi siapa butuh AC sebab malam hari di Ayutthaya sangat dingin.

Besoknya kami terbangun dengan penuh semangat. Langit sangat cerah secerah wajah kami pagi itu. Kami senang sebab hari ini kami akan menjelajah Kota Ayutthaya. Kota ini pada dasarnya adalah sebuah “pulau” karena di kelilingi oleh 3 sungai yaitu Sungai Chao Praya, Lopburi dan Pa Sak. Objek wisata utama di Ayutthaya adalah reruntuhan dari kuil kuil, Candi, dan istana. Reruntuhan ini jumlahnya ratusan dan banyak tersebar di dalam “pulau” dan disekeliling sungai.

Cara terbaik untuk menjelajahi Ayutthaya adalah dengan Sepeda Motor sebab murah dan cepat. Ada juga alternatif lain seperti menyewa Tuk Tuk; cukup nyaman tapi sangat mahal dan tidak banyak kebebasan karena tujuan sudah ditentukan oleh pengemudi Tuk Tuk. Ada juga yang memilih bersepeda; sangat murah (40THB), namun memerlukan ekstra tenaga, waktu dan sunblock tambahan sebab Ayutthaya disiang hari sangat Panas!. Kami menyewa sepeda motor di depan Railway Station Ayutthaya dengan biaya hanya 150 THB saja dari pagi sampai jam 9 malam. Sebelum pergi kami di beri peta Ayutthaya dan briefing singkat oleh pemilik sepeda motor mengenai rute dan tempat tempat bagus yang tidak boleh kami lewati. Peta ini membingungkan, kami sarankan untuk menggunakan Google Map. Jauh lebih akurat!

Ada ratusan Candi ( Wat ) di Ayutthaya, sedangkan kami hanya punya waktu satu hari saja. Jadi kami harus pintar memilih Wat mana saja yang harus di kunjungi. Berdasarkan research singkat dan briefing dari pemilik sepeda motor tadi, inilah beberapa Wat yang menjadi pilihan kami :

Wat Yai Chai Mongkol
Wat pertama kami pagi ini. Lokasinya berada di tenggara “Pulau” Ayutthaya. Wat Yai Chai Mongkol ini mempunyai Chedi yang sangat besar sehingga dapat terlihat dari kejauhan. Untuk informasi, di Indonesia Chedi disebut dengan Stupa. Selain Chedi, ada juga patung Budha dengan Ukuran yang tidak kalah Jumbo. Candi ini dikelilingi ratusan patung Budha yang sedang duduk berderet rapi. Tiket masuknya? Gratis!

Dari Wat Yai Chai Mongkol, kami lanjutkan perjalanan menuju Wat Phanan Choeng. Tapi kami hanya melihat lihat dari luar saja sebab kelihatannya wat yang satu ini kurang menarik hehehe..

Wat Mahatat
Inilah wat paling terkenal se Ayutthaya. Kenapa? karena di sini ada objek foto Ayutthaya yang paling iconik dan paling banyak di foto yaitu Kepala Budha yang terbelit akar Pohon. Belum lengkap rasanya ke Ayutthaya kalau belum berfoto bersama kepala Budha ini.

Untuk masuk kedalam, turis luar di kenakan biaya 50 THB. Well… Tiket masuk yang cukup mahal buat kami. begitu masuk kedalam, yang tampak hanyalah puing puing candi yang terbuat dari batu bata merah. Atmosfir seperti ini pernah saya rasakan di Indonesia, tepatnya di Candi Muaro Jambi. Reruntuhan di Ayutthaya ini mirip sekali dengan reruntuhan di Muaro Jambi, sama sama Candi Budha yang terbuat dari batu bata merah dengan pagar dan kanal kanal. Seandainya Semua Candi di Candi Muaro Jambi bisa di rekonstruksi seperti di Ayutthaya ini, saya yakin tidak beda jauh dengan Ayutthaya. Baca tulisan saya mengenai Candi Muaro Jambi disini

Wat Mahatat berada di tengah “Pulau” Ayutthaya. Lokasinya berdampingan dengan Wat Ratchaburana. Sayangnya Wat Ratchaburana sedang di perbaiki sehingga kami mengurungkan niat kami kesana. Dari Wat Mahatat, kami lanjutkan perjalanan ke Wat Na Pramen yang berada di utara, Disini terdapat patung Crowned Budha.

Wat Phra Si Sanpet.
Lagi lagi kami harus membayar 50 THB untuk masuk kedalam. yang menarik di Kompleks ini adalah 3 buah Chedi ( Stupa ) Yang berukuran sangat besar. Dulunya ketiga Chedi itu berlapis emas, namun kini tinggal lapisan dalamnya saja. Kompleks ini katanya adalah yang paling OK diantara semua Wat di Ayutthaya. Masa sih? Lihat aja fotonya dibawah ini :

Disamping Kompleks Wat Phra Si Sanpet, terdapat Wat Mongkol Bopit. Tiket masuknya gratis! Didalamnya ada Patung Budha Perunggu yang berukuran Besar. Sepertinya Orang Thailand suka yang besar besar ya. Haha…

Wat Lokaya Sutaram
Satu lagi patung budha berukuran besar. Tapi berbeda dengan tempat lain, patung budha di sini dalam posisi Berbaring ( Reclining ). Mirip dengan Reclining Budha Wat Pho yang ada di bangkok, namun patung Budha yang disini sudah berumur sangat tua. Walaupun sudah berusia ratusan tahun, nampak masih sangat terawat. Tidak ada tiket masuk (Sukurlah…). Saat kami kesana, Patung ini sedang tidak diselimuti kain kuning, seperti yang biasa terlihat di internet.

Wat Chai Wattanaram
Ini adalah candi terakhir yang kami kunjungi siang ini. Candi ini berada di luar “pulau” Ayutthaya, tepatnya disisi barat sungai Chao Praya. Menurut kami, candi ini adalah candi terbaik dan paling Fotogenic di Ayutthaya. Candi ini terdiri dari beberapa menara ( Prang ) dengan satu buah Prang besar di tengah yang melambangkan gunung Meru. Tiket masuknya 50 THB saja *garuk dompet

Menurut keterangan warga lokal, saat terbaik untuk memotret Candi ini adalah saat matahari akan terbenam. Sayangnya kami tidak punya banyak waktu sebab kami harus melanjutkan perjalanan kami ke negeri monyet, Lopburi. Hah? Apa lagi itu Lopburi? Nanti di postingan berikutnya :p

Walaupun Ayutthaya awalnya hanya pelarian kami dari Bangkok yang sedang rusuh, namun kami justru merasa sangat nyaman di sini.  Ayutthaya, negeri yang sangat tenang, jauh dari hiruk pikuk turis dan bar bar.

9 thoughts on “Ayutthaya, Pelarian Terbaik dari Bangkok!

  1. Suka baca post ini karea saya ke Ayutthaya 2 kali, ga pernah dari pagi ke siang, tetapi dari jelang sore ke malam. Sempat dapat sunset di Wat Yai Chai Mongkol walaupun ga bagus-bagus amat. Tetapi pemandangan candi di saat malam memang terasa lebih magis karena diberikan sinar uplight…

    • iya, Sayangnya kami melewatkan sunset😦 .. tapi malamnya kami masih sempat keluyuran melihat beberapa candi yang masih disinari lampu lampu, salah satunya wat phra ram. Nanti saya masukin fotonya di postingan berikut deh :p

  2. Komplit infonya… tahun ini aku mo ke Ayutthaya juga hehe…
    Kamarnya bagus nih, tapi kenapa orang Indonesia malah didiskon? Masih gagal paham😀

  3. Seru banget bisa keliling ayuthaya, kalo gw bisa bilang sech rada2 mirip jogja. Kapan lalu ngak sempet nginep di ayuthaya nya, jadi brkt pagi dari bangkok dan balik siang, panas nya juara bikin gosong😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s