Kampung Raja Prailiu

Daya tarik sumba tidak hanya pada keindahan alamnya, namun juga keunikan Budayanya. Berwisata budaya bisa dilakukan dengan langsung terjun ke kampung kampung adat. Di Sumba, banyak sekali kampung adat yang tersebar dari Barat hingga Ke timur. Untuk Sumba Timur, sebut saja kampung Prainatang, Kampung Kawangu, Kampung Watumbaka, Praiyawang, Umabara, Tambahak dan masih banyak lagi kampung adat lain. Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi kampung kampung tersebut. Untungnya, ada kampung adat yang tidak jauh karena masih berada didalam kawasan Kota Waingapu. Nama Kampung itu adalah Kampung Raja, di kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Waingapu.

Berfoto di kampung Raja Prailiu.

Berfoto di kampung Raja Prailiu.

Kalau di Waikabubak ( Sumba Barat ) ada kampung Tarung, maka di Waingapu ( Sumba Timur ) ada Kampung Raja Prailiu. Kedua kampung tersebut sama sama berada di tengah Kota. (selengkapnya mengenai kampung Tarung bisa di baca disini). Bedanya kalau di Kampung Tarung, rumah tradisionalnya jumlahnya banyak dan tersusun sedemikian rupa sedangkan di Kampung Raja Prailiu hanya beberapa rumah adat saja yang tersisa. Namun Kampung Raja memiliki keunggulan berupa ukiran ukiran, kain tenun, dan kubur batu yang lebih bagus dari pada di kampung Tarung. 

Di kampung Raja, kami disambut oleh “mama raja”. Kami dipakaikan baju tradional sumba, lengkap dengan parang, tutup kepala dan tas untuk menampung sirih pinang. Katanya, pakaian adat ini paling cocok dipakai bersama kemeja berwarna putih. Sayangnya saat itu sedang ada posyandu sehingga beliau tidak bisa menemani kami berlama lama.Akhirnya kami hanya bisa mengeksplor sendiri kampung ini.

Didepan rumah raja, terdapat pohon besar dengan puluhan tengkorak sapi-babi-kuda yang bergelantungan. Di sekeliling pohon tersebut tertanam batu batu berukir, ada ukiran manusia, buaya, kura kura, monyet, udang, dan masih banyak lagi. Ntah apa maksudnya? Diseberang jalan terdapat sebuah kubur batu yang ukurannya sangat besar. Tingginya jauh diatas tinggi kami. Saya yakin beratnyapun pasti mencapai puluhan ton. Diatasnya kuburan batu terdapat berbagai ukiran manusia, hewan dan benda benda lainnya yang sarat makna simbolik.

Di Kampung ini kami juga melihat proses pembuatan Kain Tenun Sumba Timur. Menurut saya dari segi kualitas dan motif, Kain tenun Sumba timur jauh lebih bagus dari pada kain tenun Sumba Bagian Barat dan juga Flores. Warnanya didominasi merah, biru, ungu tua, dan pencampuran warna warna tersebut. Saya ingin membeli namun sayangnya isi dompet tidak mengizinkan.

14 thoughts on “Kampung Raja Prailiu

  1. Trims untuk posnya foto2nya sangat menarik….belum kunjung ke sini, walaupan anak saya berselencar di sana. Juga kelihatanya adalah banyak kesamaan2 di antara kebudayan flores dan kebudayan sumba. Senang membaca posnya di bahasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s