TRANSFLORES Day 10: Goa Batu Cermin – Bukit Cinta – Pantai Pede

Kami punya waktu sehari keliling2 Labuan Bajo sebelum besok pulang ke Pekanbaru. Badan ini rasanya udah capek banget. Makanya hari ini udah aga siang baru mulai jalan lagi. Tadinya kami berencana ke air terjun Cunca Rami dan Cunca Wulang, tapi ke air terjun tersebut masih ditambah acara jalan kaki (katanya hampir 1 jam). Takut fisik makin ngedrop, kami batalin kesana. Tujuan hari ini Goa Batu Cermin, yang gak jauh dari kota.

Gua Cermin

Gua Batu Cermin

Kami nyari motor buat disewa. Ada sebuah rental motor murah dekat mesjid, saya lupa namanya. Untung ada motor yang siap dipake. Segera kami berangkat. Goa Batu Cermin ini berada di desa Wae Sambi, cuma 4 kilo dari pusat kota. Kami memarkir motor di pos masuk lalu bayar karcis masuknya. Dari pos ini ke goa berjarak sekitar 300 m. Jalannya udah dikasih paviliun blok, di kiri kanan dipenuhi rumpun bambu, jadi gak kepanasan. Di dekat mulut goa ada anak tangga yang sudah dibeton. Mulut goanya berada agak di atas.

Jangan lupa bawa penerangan (senter kecil,dsb), di dalam goa gelap gulita dan sempit. Always keep your head down. Kadang jalannya harus sampe jongkok. Kenapa namanya goa batu cermin? Terjawab kalo udah masuk ke dalam. DI seluruh dinding goa dipenuhi lapisan batu putih yang berkilauan (bukan glow in the dark lho ya). Di langit2 goa ada sebuah lobang. Pada jam2 tertentu (biasanya menjelang tangah hari) cahaya matahari masuk tepat di lobang ini, lalu lapisan batu cermin di dinding goa akan memantulkan cahaya itu sehingga goa jadi terang. Sayangnya kami datang kesiangan.. Goa ini dulunya berada di dasar laut. Buktinya? Banyak fosil hewan2 laut di dinding goa. Lama2 di dalam goa bikin lemas karena pengap. Kami beristirahat di depan mulut goa sekalian ngambil foto2 di sekitar.

Masih siang, kami iseng2 jalan2 ke arah timur Labuan Bajo. Sampai di jalan mendaki yang berliku2, kami melihat sebuah bukit yang viewnya bagus. Kami segera kesana. Tenyata nama tempat ini Bukit Cinta. Hmmm….

Iseng2 berhadiah, dapat spot foto bagus lagi. Di sebelah utara bukit ini tampak sebuah teluk yang indah banget diliat dari atas. Di sebelah selatannya Bandara Komodo. Nampak runway baru lagi dikerjakan. Kebetulan banget, dari arah teluk sebuah pesawat mendekat siap2 mendarat. Tenyata si Wings Air, calon pesawat kami pulang besok. Hihii..

Kemana lagi ya? Sekarang kami ke arah barat kota. Gak jauh dari kota, nemu sebuah pantai, namanya Pantai Pede. Ada tamannya. Terlihat beberapa pengunjung lagi bersantai, beberapa anak kecil main bola. Kami memilih duduk di bawah sebuah pohon besar, ngadem. Labuan Bajo panasnya sungguh aduhai.

Udah gak kuat lagi keliling2, kami kembaliin motornya, trus kembali ke hotel. Kali ini kamarnya di downgrade dari AC ke kipas angin, sayang bayar mahal, besok pagi2 kan udah berangkat. Heheee. Waktunya ngeberesin semua barang, trus tidur cepat biar besok gak ketinggalan pesawat..

Pengeluaran Hari 10:
Sewa motor : Rp 50.000
Sewa kamar hotel Pelangi (Kipas Angin) : Rp 150.000
TOTAL : Rp 200.000

5 thoughts on “TRANSFLORES Day 10: Goa Batu Cermin – Bukit Cinta – Pantai Pede

  1. Kereen..rencana akhir tahun mau ke flores..bisa share no hp sewa kapal pulau komodo dan alamat sewa penginapan murah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s