TRANSFLORES Day 8: Pulau Rinca – Pink Beach – Pulau Kalong

Pagi2 sekali kami udah bangun. Barang2 dipacking lagi, karena sekalian check out dari hotel. Pukul 7.30 pegawainya pak Figo akan jemput kami ke hotel. Sebelum dijemput sempatkan sarapan dulu. Mampir sebentar ke kantornya untuk bayar sewa kapal sekalian ngambil peralatan snorkeling, kami tiba di dermaga. Wuihh, kapal2nya banyak banget. Gak kebayang kemaren pas Sail Komodo betapa crowdednya tempat ini.

Di kapal udah ada seorang bapak (nakhoda) dan 3 bocah2 asistennya😀. Gak buang2 waktu lagi, kami segera berlayar. Kapalnya lumayan bagus, di bagian depan ada meja dan 2 kursi panjang, di bagian tengah ada 2 kamar tidur, di bagian belakang ada kamar mandi. Barang2 kami simpan di kamar, lalu kami duduk2 di depan menikmati pemandangan. Suguhan pertama datang, 2 gelas kopi susu dan sepiring biskuit. Langsung saya sikat😀, @BangArdin yang lagi sibuk ngambil foto kota Labuan Bajo langsung berhenti =)). Ini baru namanya liburan. Suasananya bener menyenangkan berlayar di lepas pantai Labuan Bajo melewati pulau2 kecil yang cantik menuju Pulau Rinca. Bikin sumringah trus. Hweheheee. 

2 jam kemudian kami sampai di Loh Buaya, gerbang masuk Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca. Udah ada beberapa kapal di dermaganya. Bapak nakhoda dan anak buahnya gak ikut turun. Mereka mau nyiapin makan siang buat kami😀

Beberapa petugas udah nunggu di ujung dermaga. Segera salah satunya nyamperin kami. Mereka bertugas mendampingi pengunjung trekking di pulau. Pos tempat melapor jaraknya lumayan jauh, makanya dikawal langsung dari sini kalo2 ada Komodo di perjalanan menuju kesana. Petugas ini biasa disebut (bukan Power) Ranger. Dalam perjalanan menuju pos, kami dikasih tau buat nyembunyiin kamera moncong di tas, karena bayar 50rb. Jadi kamera poket aja yang dikeluarin. Kalo yang ini cuma 5rb😀

Karcis masuk TN Komodo yaitu Rp. 2.500 per orang, biaya retribusi Pemda Manggarai Barat Rp. 20.000 per orang, jasa pemanduan oleh Ranger Rp. 80.000 per grup. Ini nantinya udah termasuk karcis masuk dan trekking di Pulau Komodo. Oh iya, pulau Rinca ini jumlah Komodonya paling banyak lho, lebih banyak daripada di pulau Komodo sendiri. Mungkin karena pulaunya lebih besar.

Pas briefing, rangernya nanya, mau rute trekking yang short, medium, atau long? @BangArdin langsung jawab yang short :)). Maklum, gak suka manjat2 :p. Semoga beruntung liat si Komo hari ini😀. Benar saja, baru jalan bentar, seekor komodo lagi ngadem dibawah sebuah pohon kecil. Dikawal pak Ranger, kami berusaha sedekat mungkin ngambil fotonya😀

Pulau Rinca ini viewnya luar biasa. Hampir seluruh pulau ini ditutupi bukit2 sabana dan stepa yang keliatan kayak padang golf. Pepohonan hanya ada di dekat sumber air. Komodo biasanya gampang ditemui di daerah2 itu. Dan betul sekali, seekor betina sedang malas2an dekat sarangnya. Sarang komodo itu bentuknya lubang di tanah.  Sebelum kembali ke pos, kami diajak ke puncak sebuah bukit kecil. Tempat ini salah satu spot foto terbaik di Pulau Rinca. Check it out..

Di dekat pos, kami ketemu komodo lagi, di kolong sebuah rumah yang disebut dapur. Biasanya komodo yg disini gak agresif. Sudah tua atau baru sembuh dari sakit.

Gak terasa udah jam 2 siang. Kami segera kembali ke kapal. Pas banget, makanan udah siap sedia, lengkap dengan buah dan minuman dingin. Ternyata bocah2 tadi jago masak. Masakannya enak2 lho. Dengan lahap kami makan, sementara kapal mulai jalan lagi menuju Pink Beach.

Kurang lebih satu setengah jam kemudian kami sampai di Pink Beach. Kalo disini namanya Pantai Merah. Kapal gak bisa merapat ke tepi pantai, jadi buang jangkarnya agak di tengah dikit. Duh, padahal kan mau foto2 di pasir pinknya itu. Untung ada perahu kecil yang jual mutiara. Saya minta antar jemput ke tepi pantai, kasih uang tips dikit😀.

Pasirnya bener2 pink, halus dan lembut. Gak cuma foto di pantai, kami manjat ke atas bukit untuk dapat foto yang lebih bagus lagi. Woohhh, it’s so amazing. puas ambil foto, saatnya snorkeling. Arus di pink beach lumayan kencang, bikin badan bergoyang2 dangdut😀

Matahari udah mau terbenam. Kami kembali ke kapal. Tujuan berikutnya yaitu pulau Kalong. Kapal2 biasanya “nginap” disini. Snack sore pun datang, biskuit keju dan kopi susu. Ahh enaknya abis berenang duduk2 minum kopi susu & ngemil biskuit.

Kami sampai di pulau Kalong pas saat matahari terbenam. Udah ada beberapa kapal disana. Sebelum mandi, disempatkan dulu jepret2 sunset di pulau Kalong.

Saya hitung ada 5 kapal yang bermalam disini. Aktivitasnya sama, awak kapal sibuk masak, wisatawannya bersantai di depan menikmati suasana malam disini. Menu makan malam kami gak kalah enak sama menu makan siang tadi. Ini dia😀

Makin larut, suasana mulai sepi. Sebagian kapal udah mematikan generatornya. Yang terdengar hanya suara ombak dan burung2 laut. Kami segera beristirahat ke kamar. Tidur di kapal, unusual experience😀

Pengeluaran Hari 8:
Sewa kamar Hotel Wisata Labuan : Rp 150.000
Bayar sewa kapal 2 hari 1 malam(plus makanan, minuman & peralatan snorkeling) : Rp 2.200.000
TOTAL : Rp 2.350.000

26 thoughts on “TRANSFLORES Day 8: Pulau Rinca – Pink Beach – Pulau Kalong

  1. Dulu bawa kamera nggak dikenai biaya sama sekali, pengunjung cuma bayar 75ribu all in, sewa ranger juga gratis. Ahh Pulau Komodo sudah sedikit berbenah ya…
    Untung ya ada perahu kecil yang bisa bantu seberang ke Pink Beach, tanpa harus repot bawa toples isi kamera seperti saya hahaha
    Nice photos and story😀

    • Haha iya awalnya memang mau pake toples juga tapi kameranya nggak muat.. untuuung ada perahu kecil baik hati yang mau nganterin..
      iya kalau dilihat sekarang TN Komodo mulai banyak berbenah, mungkin karena ada event Sail Komodo kemarin.. Kan pak beye datang

  2. Ngliat foto yang di bukit savana tandus, ngebayangin kalau tiba tiba ada komodo nyamperin, kayak apa ya.

    Menu makannya apa aja? Selalu pake ikan ya?
    Menu makanan yang kedua gak ada fotonya

    Kamar tidur di kapalnya gak difoto? Pengen liat kayak apa.

    Wuidih, aku bawel ya nanya ini itu. hahahahaha…

  3. Oh iya..pos ini membawa kenangan2. Pulau rinca lbh bagus ….banyak komodo di sana, tapi sepi turist (10 tahun yg lalu) pemandangan2masih indah …..haaaah rindu makasih oh iya belum ke pantai pink : )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s