Sumba: Kesan Pertama di Waikabubak

Pesawat yang kami naiki sebentar lagi akan mendarat di Bandara Tambolaka,di Pulau Sumba. Dari balik jendela pesawat, perlahan lahan pulau Sumba mulai menampakkan dirinya.

Gersang, itulah yang terlintas dalam pikiran saya ketika melihat pulau ini. Tampak bukit bukit berwarna coklat dengan sesekali pohon berwarna hijau menyembul di antaranya. Ditepi bukit bukitnya yang gersang terdapat tebing tebing karang yang berbatasan dengan air laut berwarna hijau tosca. Sangat menggoda untuk di jelajahi.

Landscape Sumba Barat Daya dari atas pesawat

Tidak lama kami mendarat di Bandara Tambolaka yang berada di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Bangunan bandara tambolaka ini cukup bagus untuk ukuran bandara di Kabupaten. Dinding bangunannya sebagian terbuat dari kaca dengan atap bergaya rumah adat sumba. Tampaknya memang baru dipugar. Mungkin karena masih baru, bandara ini nampak kosong tanpa ada ornamen apapun. Seorang bule yang tadi turun bersama kami cuma bisa terbengong bengong melihat ruang kedatangan bandara yang kosong. Welcome to sumba mister… 

Bandara Tambolaka

Awalnya kami berencana akan menjelajah Sumba Barat Daya terutama di daerah Kodi yang memiliki banyak tempat wisata. Sayangnya kondisi Kodi tidak kondusif paska perang suku yang terjadi beberapa hari yang lalu saat pemilukada. Akhirnya kami banting setir menuju Waikabubak, yang merupakan ibukota Kabupaten Sumba Barat. Dari Tambolaka menuju Waikabubak memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dengan mobil travel (taksi).

Sepanjang jalan saya sudah mulai merasakan suasana sumba; rumah rumah adat, kubur batu, puluhan kuda dan ternak, orang lokal dengan pakaian tradisionalnya,… tapi hey ada yang kurang…. mana Sabananya??!

Masyarakat lokal dengan pakaian khas Sumba

Ternyata, kondisi pulau Sumba dibagian barat lebih subur dibandingkan dengan daerah timur, sehingga di Sumba bagian barat memiliki lebih banyak tumbuhan dan hutan hutan kecil dengan sedikit sabana. Sedangkan Sumba bagian timur lebih di dominasi oleh Sabana luas. Dua foto dibawah ini sebagai perbandingannya…

Kiri : Sumba Timur
Kanan : Sumba Bagian Barat

Kami tiba di Waikabubak saat matahari sudah mulai condong ke barat. Kami beristirahat dan mengisi perut sejenak di Kos-kosan salah satu teman dokter ptt @mr_brightside14. Kami mendapat info bahwa ada pameran pembangunan di Stadion/Lapangan Kota Waikabubak dalam rangka Sail Komodo 2013. Tidak mau melewatkan kesempatan, menjelang magrib kami segera mengunjungi pameran tersebut.

Pameran ini cukup unik karena semua stand yang ada menggunakan bangunan berupa rumah tradisional khas Sumba. Rumah rumah tradisional ini terbuat dari kayu dan bambu dengan atap jerami/ilalang yang membumbung tinggi sekali. Semuanya itu dibangun tanpa menggunakan paku satupun. Didepan rumah adat terdapat tulang tulang berbagai hewan yang disusun sedemikian rupa, seperti taring babi, tengkorak dan tanduk kerbau. Didalam rumah dipamerkan pula berbagai produk pertanian, berbagai jenis makanan dan kerajinan tangan dari tiap tiap kecamatan.

Selain stand, di pameran ini juga dilaksanakan aneka perlombaan dan pertunjukan seperti tari-tarian tradisional. Malam semakin larut, dinginnya malam di waikabubak sudah mulai terasa menusuk sampai ketulang. Kami putuskan untuk pulang dan beristirahat.

Keesokan harinya kami mengunjungi salah satu Kampung Tradisional yang ada di Waikabubak, yaitu Kampung Tarung. Kampung ini Lokasinya dekat sekali karena masih berada di dalam kota Waikabubak, hanya saja jalannya sedikit menanjak.Hebatnya, kampung ini masih bisa mempertahankan nilai nilai tradisional dari gempuran modernisasi di sekitarnya.

Suasana pagi kampung Tarung

Pagi pagi sekali kami sudah tiba di Kampung Tarung. Tampak penduduk kampung tarung mulai sibuk dengan aktivitasnya masing masing, Ibu ibu memasak, menampi beras, Anak anak berlari larian, sedangkan yang lain duduk santai menikmati matahari pagi sambil berselimut kain khas sumba. Rumah rumah tradisonal di kampung ini tersusun berjejer dari bawah sampai ke atas bukit. Ditengah tengahnya terdapat kubur batu yang merupakan makam leluhur kampung Tarung.

Adanya kubur batu dan bangunan tradisional ini sejalan dengan kepercayaan masyarakat Sumba yang unik, yaitu Marapu. walaupun kini sebagian besar masyarakat Sumba menganut agama Kristen Protestan, namun mereka masih berpegang teguh kepada kepercayaan Marapu. Banyak tradisi dan adat istiadat masyarakat Sumba berlandaskan kepada Marapu yang kini masih terus dijalanakan.

Tidak lama datang beberapa ibu-ibu datang menghampiri dan menawarkan kain tenunan khas Sumba Barat. yang termurah mulai dari 20 ribu sampai yang jutaan tergantung dari ukuran dan kesulitan motif. Kami membeli dua lembar kain berukuran kecil sebagai oleh oleh sekaligus membantu masyarakat lokal untuk melestarikan kain tenunan Sumba Barat. Selain itu, kami dipinjamkan dan dipakaikan kain khas Sumba untuk berfoto foto. Yayyyy!! Saya selalu antusias sekali berfoto dengan pakaian tradisional. Inilah dia foto(narsis)nya🙂

Berfoto dengan pakaian adat Sumba

Dari Kampung Tarung, Kami meninggalkan Waikabubak (Sumba Barat) menuju Waingapu( Sumba Timur)… cerita selengkapnya di Postingan berikutnya..

9 thoughts on “Sumba: Kesan Pertama di Waikabubak

  1. Keren sekali foto-fotonya. Saya paling suka sama pemandangan desa dengan rumah-rumah tradisionalnya. Dan pantai-pantai biru itu, jadi tergoda untuk ke sana.

  2. Suka foto-fotonya bang🙂
    Agak sedikit nyesel nggak sempet nonton pameran rumah tradisional di Waikabubak, asli nggak cuku seminggu di Sumba. I want more😀

  3. thanks sharingnya. Salam kenal. September 2015 kebetulan baru traveling di Sumba. Maunya sich bisa ke Waingapu. Setelah nimbang-nimbang akhirnya pilih si SB n SBD. Pertimbangan rute Garuda yang landing di Tambolaka. Waingapu next time.
    Kesan ku…menarik…masih alami…masih sepi…. eksotik masih terasa. Aku juga sempat ke Kp Tarung spt foto ini. Kebetulan tidak jauh dari penginapan. Waktu itu kami menginap di Monalisa Hotel. Menarik suasananya.
    Singkat kata…banyak spot menarik disini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s