Keliling Banda Aceh !

Menjelang sore kapal yang kami naiki dari pelabuhan Balohan, pulau Weh akhirnya berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Seluruh penumpang tampaknya sudah tidak sabar untuk turun, termasuk kami. Bagaimana tidak kondisi kapal feri ini sangat penuh sesak dan panas. Turun dari kapal kami langsung keluar dari pelabuhan untuk mencari Becak. Tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan tukang becak yang mau mengantarkan kami ke Hotel.

Aceh

Hotel Parapat, itulah nama hotel yang akan kami tempati selama di Banda Aceh. Lokasinya strategis karena berada di Pusat Kota. Tidak perlu khawatir kalau ternyata hotelnya penuh karena disekitarnyapun banyak hotel hotel serupa. Setelah membayar 20ribu untuk tukang becak, kami segera check ini di hotel parapat. Biaya kamar standarnya cukup murah dan terjangkau yaitu 100ribu saja.

Tidak mau membuang waktu, kami langsung keluar untuk mengisi perut kami sudah daritadi berbunyi tidak karuan. Dengan diantar becak, kami menuju rumah makan ayam tangkap khas Aceh Rayeuk. Ayam Tangkap ini kalau dilihat sekilas bentuknya tidak meyakinkan karena isinya campur aduk antara daging ayam, ati ampela, berbagai macam daun daunan, cabe, yang di goreng kering. Walaupun begitu, ternyata rasanya enak juga loh, apalagi daun – daunnya yang rasanya krius kalau digigit.

Penampakan Ayam Tangkap Khas Aceh Rayeuk

Ke esokan paginya tenaga kami sudah pulih kembali. Itu artinya kami siap untuk menjelajahi keindahan Kota Banda Aceh dan Pantai pantai yang ada di sekitarnya. Supaya bisa berkeliling puas, kami berencana untuk menyewa motor. Akan tetapi menurut keterangan orang hotel, untuk menyewa motor di Aceh harus ada orang terpercaya yang mau menjaminkan. Untung saja @mr_brightside14 punya teman di aceh. ALih alih menjaminkan, teman @mr_brightside14 tersebut malah mau meminjamkan motornya untuk kami tanpa harus membayar uang seperser pun.

Berbekal motor pinjaman dan sebuah peta yang kami dapat dari pelabuhan Ulee Lheue kemaren, kami siap untuk menjelajah Banda Aceh. Pertama tama kami arahkan motor ke Museum Tsunami, PLTD Apung, dan Kuburan Masal. Ini dia Foto-Fotonya :

Nama nama korban tsunami di Museum Tsunami

Museum Tsunami

PLTD Apung

Lokasi Kuburan Masal

Dari Kuburan Masal kami bergerak ke arah barat dan keluar dari Kota banda Aceh menuju Pesisir Barat Aceh, tepatnya di jalan Banda Aceh – Meulaboh. Saya kagum melihat bagusnya Ruas Jalan di daerah ini. Jalannya begitu lebar dan mulus, pemandangan di kiri kanan luar biasa cantik. Bahkan ditengah jalan kadang ada kerbau yang lagi ngerumpi. Tidak percaya? ini dia Foto fotonya..

Jalan raya banda Aceh – Meulaboh

Foto sungai dari Jembatan

sungai dan Jembatan

Sapi lagi parkir

Sebenarnya kami hanya ingin melihat pantai Lampuuk yang terkenal itu, tapi ternyata kami malah tersasar terlalu jauh ke arah Meulaboh. Tapi tidak masalah karena ternyata kami malah ketemu pantai pantai lain yang tidak kalah bagus, seperti Pantai Lhok Nga, dan beberapa pantai tidak bernama ( atau kami yang tidak tau namanya ). Setelah menemukan arah yang benar, akhirnya kami sampai di Pantai Lampuuk yang rupanya tidak begitu jauh. Pantainya bagus hanya saja kami datang di waktu yang salah. Saat itu adalah hari minggu dan ternyata warga Banda Aceh saat hari minggu tumpah ruah di Pantai Lampuuk. Ramai pakai banget banget.

Pantai Lhok Nga

Pantai Tidak tau namanya

Pantai Lampuuk yang sedang ramai ramainya

Masjid Rahmatullah Lampuuk

Sebentar saja kami di Pantai Lampuuk, perjalanan kami lanjutkan kembali ke Kota Banda Aceh untuk makan siang. Pilihan makan siang kami jatuhkan pada mie aceh Razali yang ada di panglima polem. Uwow ternyata enak sekali makan mie aceh pada siang hari sambil ditemani segelas kopi susu dan semriwing angin sepoi sepoi.

Mie Aceh

Selanjutnya kami menuju satu lagi tempat yang menjadi bukti dashyatnya tsunami 2004 lalu yaitu kapal nelayan yang tersangkut diatas pohon rumah. Setelah puas berfoto foto disana kami lanjutkan perjalanan city tour Kota Banda Aceh, yaitu kami mengunjungi Kantor Gubernur Aceh, Taman Ratu Safiatudin, Gunongan, Kherkoff, Lapangan Blang Padang dengan monumen pesawat Seulawah nya, Rumoh Aceh, dan tentunya Masjid Baituurrahman. Ini dia Foto fotonya :

Kapal di atas rumah

Rumoh Aceh

Masjid Baiturrahman

Pesawat Seulawah RI 001

Bangunan Bank Indonesia

Bandar Udara Sultan Iskandar Muda

Besoknya pagi pagi sekali kami sudah check ini di bandara Sultan Iskandar Muda dan siap terbang meninggalkan Aceh.

13 thoughts on “Keliling Banda Aceh !

  1. Aceh yang wow banget… Nice share bro.
    Nggak nyangka bandar udara Sutan Iskandar Muda keren banget ditambah sapi yang bener-bener ngerumpi di pinggir jalan😀
    Cuma bisa menunggu tiket murah buat melipir ke Banda Aceh suatu saat nanti hehe

  2. Foto-foto kulinernya membuat saya ngiler di tengah malam seperti ini. Sudah lama saya ingin ke Aceh. Sayang kesempatannya belum datang.

    Koreksi: Yang lagi ngerumpi itu bukan kerbau, tapi sapi/lembu Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s