Ada Apa di Kota Bengkulu?

Selamat pagi Bengkulu!!

Kami terbangun dengan penuh semangat dan wajah cerah secerah sinar matahari Bengkulu pagi ini. Keberuntungan sedang berpihak dengan kami, pasalnya langit sedang cerah berwarna biru tanpa awan sedikitpun. Benar benar cuaca yang pas sekali untuk mengiringi kami menjelajahi Kota Bengkulu.

Aerial View Kota Bengkulu ( Fort Marlborough, Tapak Paderi ). Sumber foto dari sini

Tujuan pertama adalah mencari sarapan, maklum hotel kelas ekonomi jadi tidak tersedia sarapan pagi. Perut sudah keruyukan, segera kami tancap gas menuju pesisir pantai barat Bengkulu untuk mencari jajanan di sekitar pantai.

Pantai Malabero

Pantai Malabero berada tidak jauh dari pusat kota dan dekat dengan perkampungan nelayan. Disepanjang pantai terdapat beberapa tempat yang menjajakan sarapan pagi. Kami berhenti disalah satu warung untuk memesan Bakso dan minuman dingin. Sambil menunggu kami berjalan jalan disekitar pantai Malabero. Pantainya berpasir hitam dengan batu2 hitam. Disepanjang pantai sarana berupa track untuk berjalan dan lampu lampu. Tampak beberapa pengunjung asik bermain dan mandi dipantai, sementara yang lain sibuk jogging dan bersepeda menyusuri pantai.

Menikmati pagi hari di pantai Malabero

Tapak Paderi dan Nol Kilometer

Bersebelahan dengan pantai Malabero terdapat Pantai Tapak Paderi. Dahulu pada masa penjajahan Inggris, pantai ini adalah pusat kota Bengkulu. Tidak heran kalau disini juga merupakan Nol Kilometernya kota Bengkulu.  Disekitaran 0 km ini terdapat bangunan bersejarah yaitu Fort Marlborough dan Kampung Cina.

Tapak Paderi

Ki : Nol Kilometer Bengkulu
Ka : Bangunan Reservasi Pulau Tikus yang Terbengkalai

Perkampungan Cina

Tapi sayangnya daerah tua ini tidak terurus dan terbengkalai, ilalang dibiarkan meninggi, dan sampah berserakan dimana mana. Salah satu bangunan yang tampak terbengkalai adalah tempat reservasi wisata pulau Tikus.

Lebih ke utara adalagi pantai Zakat yang lokasinya masih didekat pusat Kota. Sayangnya pantai ini tidak sebagus pantai lainnya karena penuh sesak dengan pengunjung dan sampah.

Fort Marlborough

Berbeda dengan yang lain, benteng peninggalan inggris ini tampak terawat. Untuk masuk kedalam dikenakan biaya 2500 perorang, cukup murah memang. Dipintu masuk terdapat peninggalan berupa prasasti prasasti yang telah berumur ratusan tahun. Disampingnya terdapat makam Residen Gubernur Thomas Parr, Asistennya Charles Murray dan satu lagi makam tak dikenal.

Fort Marlborough

Lebih jauh masuk kedalam benteng, terdapat taman terbuka luas dengan beberapa meriam tersusun rapi. Di sekelilingnya terdapat ruangan ruangan yang dulunya di jadikan sebagai barak militer, gudang mesiu, dan perkantoran east indie company.Benteng ini berbentuk seperti kura kura, disetiap sudut benteng ini terdapat jalan menanjak menuju puncak benteng. Ditiap puncaknya terdapat meriam yang langsung menghadap ke sekeliling benteng Marlborough dan samudra hindia.

Ki : Prasasti ka : Jalan Menuju Puncak Benteng

Ki : Meriam menghadap Samudra Hindia Ka : Taman didalam Benteng

Diluar benteng ada beberapa warga local yang menjajakan makanan dan souvenir. Salah satunya yang menarik perhatian kami adalah rajungan goreng dan udang ukuran besar yang sudah digoreng tepung. Harganya tidak mahal cuma 15ribu saja.

Tugu, Tugu dan Tugu

Tidak jauh dari Fort Malborough terdapat bangunan dengan bentuk yang unik berbentuk segi delapan yang ditopang banyak pilar dengan atap bulat berbentuk kubah. Bangunan itu adalah tugu Thomas Parr. Tugu ini dibangun oleh colonial inggris untuk mengenang Thomas Parr, seorang Residen Bengkulu dari inggris yang tewas ditikam ditangan penduduk setempat.

Tugu Thomas Parr

Dari Pusat kota Bengkulu perjalanan kami lanjutkan menuju jalan Soekarno Hatta. Dipersimpangan jalan ini terdapat sebuah tugu lagi dengan bentuk yang lebih sederhana daripada tugu Thomas Parr. Tugu ini adalah tugu Hamilton yang dibangun oleh colonial inggris untuk mengenang jasa Kapten Robert Hamilton yang juga tewas ditangan rakyat Bengkulu.

Ki : Tugu Tabot ka : Tugu Hamilton

Selain kedua tugu diatas, ada lagi tugu yang disebut tugu Tabot. Tabot sudah menjadi ciri khas/landmark kota Bengkulu, karena bisa ditemukan dihampir setiap simpang (kecuali simpang 5) dan gerbang perkantoran. Tugu tabot ini berbentuk seperti arak arakan yang dibawa oleh masyarakat Bengkulu saat perayaan Tabot. Perayaan Tabot adalah  upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang kematian cucu Nabi Muhammad SAW dalam peperangan di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Rumah Bung Karno dan Rumah Fatmawati

Pada tahun 1939 – 1942, Bung Karno (Soekarno) pernah di asingkan ke Bengkulu oleh Belanda. Selama di Bengkulu, Bung karno tinggal di rumah pengasingan yang sekarang disebut sebagai jalan Soekarno-Hatta,Lokasinya tidak jauh dari tugu Hamilton dan masjid agung At-Taqwa.

Rumah Pengasingan Bung Karno

Untuk masuk kedalam rumah, kami diharuskan membayar 5ribu per orang. Kalau ingin berfoto didalam rumah harus membayar lagi tambahan sebanyak 15ribu. Kami memilih untuk tidak berfoto. Didalam rumah terdapat koleksi koleksi buku, foto foto, surat surat soekarno termasuk surat cintanya ke Fatmawati, tempat tidur, sepeda ( sepeda yang mirip di Jeddah, Arab Saudi), dll.

Berseberangan jalan dengan Rumah pengasingan Bung Karno (jl.Fatmawati), terdapat rumah Ibu Fatmawati yang merupakan salah satu istri Bung Karno, yang juga merupakan Ibu dari Megawati Soekarnoputri. Beliau jugalah yang menjahit dan mempersiapkan bendera sang saka merah putih yang dikibarkan pada saat hari kemerdekaan.

Rumah Fatmawati

 Pantai Panjang

Saatnya bermain ke pantai!!!… Sesuai namanya, pantai ini memang panjaaaaaaaaaang banget, mungkin panjangnya sekitar 7 kilometeran. Selain panjang, pantai ini juga lebar banget. Saking panjangnya kita masuk ke pantai ini darimana saja dengan biaya gratis tis tis… Disepanjang pantai panjang terdapat pohon pohon cemara yang sedikit memberikan kesejukan dan tempat berteduh dari panasnya udara pantai. Dibalik rimbunnya cemara, ada pula track jogging dan sepeda yang membentang dari utara sampai keselatan pantai Panjang.

Pantai Panjang

Narsis di pantai Panjang

Yang kami suka dari pantai ini adalah pasirnya. Berbeda dengan pantai lain, pasir di pantai panjang sangat padat sehingga kita bisa berjalan jalan disepanjang bibir pantai tanpa khawatir terperosok kedalam pasir. Selain itu pantai ini bersih sekali, jarang sekali kami temukan sampah di sepanjang bibir pantai.

Sambil menikmati hembusan angin pantai, kami menyantap Rajungan dan Udang goreng yang kami beli di Fort Marlborough tadi. Nikmatnya…

Udang Goreng hmmmmmm… slurp

 Danau Dendam Tak Sudah

Danau ini namanya emang unik banget dan pastinya membuat siapapun penasaran, termasuk kami. Danau Dendam Tak sudah (selanjutnya disebut danau Dendam) rupanya masih berada di dalam Kota Bengkulu. Dipinggir danau disediakan tempat duduk untuk beristirahat sambil melihat hamparan danau dan menikmati air kelapa muda segar.

Danau Dendam Tak Sudah

Selagi beristirahat saya mencari info tentang Danau dendam ini. Ternyata dulunya danau ini dulunya pernah dibuat Dam (Bendungan) oleh Belanda, namun terbengkalai sehingga pengerjaan Dam tidak selesai. Dari situlah asal nama danau ini yaitu “ Dam Tak Sudah” alias bendungan yang belum selesai. Lalu oleh masyarakat setempat ditambahkan kata Den didepan kata Dam supaya orang tertarik dan penasaran.

13 thoughts on “Ada Apa di Kota Bengkulu?

  1. saya jadi ingat masa kecil saya di bengkulu …. benteng Fort Marlborough, rumah pengasingan bung Karno,… Pantai Panjang ,….. danau dendam tak sudah …. dan kesemua foto mengingatkan saya ke masa saya sekolah di SDN 13 dan SMPN 1 …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s