Tanah Karo : Sipiso-Piso dan T.A.L

Kami terbangun di Pematang siantar dengan keadaan segar bugar setelah sehari sebelumnya mengalami kelelahan selepas keliling pulau samosir. Dengan semangat baru, hari ini kami akan menjelajahi Tanah Karo sebelum kembali ke medan. Di Tanah karo kami berencana akan mengunjungi Air Terjun sipiso piso, Tongging, Brastagi dan Taman Alam Lumbini.

Tongging, Sipiso Piso, Lumbini

Tempat pertama yang akan kami singgahi adalah Air terjun sipiso piso. Dari kota Pematang Siantar, kami harus ke terminal Parluasan dahulu untuk mencari angkutan menuju Sipiso Piso. Kata abang sopir, tidak ada angkutan yang langsung menuju Sipiso piso, jadi kami harus naik travel menuju Kabanjahe dan nanti akan berhenti di pertigaan Situnggaling/Merek, dari sana baru naik becak menuju sipiso piso. Ongkos travel (lupa namanya) dari Siantar ke Situnggaling adalah 25 ribu perorang. Ada opsi yang lebih murah yaitu menggunakan minibis Sinar Sepadan, tapi travelmateku @mr_brightside14 tidak kuat dengan bau solarnya. Setelah travelnya ngetem hampir 1 jam, barulah kami berangkat meninggalkan kota Pematang Siantar. 

Terminal Parluasan

Walaupun muka si abang sopir sangar, tapi cara dia membawa kendaraannya tidak ikut ikutan sangar. Sopir yang mengantar kami ini pengertian banget dengan kami yang gampang mabuk darat. Kendaraan melaju mulus dengan kecepatan standar serta tidak ugal ugalan. Jadi kami bisa duduk dengan tenang menikmati pemandangan sepanjang jalan sambil mendengarkan lagu Bunga Citra Lestari yang diputar bang sopir. Ya, Sopir satu ini memang muka batak hati Bunga Citra Lestari.

Kurang lebih 1 jam perjalanan, kami sampai di pertigaan Situnggaling. Di pertigaan ini sudah ada beberapa tukang becak motor yang berjejer siap mengantarkan kami ke Air Terjun Sipiso Piso. Ongkosnya murah, cuma 5 ribu doang. Dalam perjalanan menuju Sipiso piso, kami sudah terperangah duluan dengan pemandangan berupa perbukitan hijau dan perkebunan di kanan kiri kami. Kata abang becak, dulunya banyak wisatawan yang naik ke atas bukit itu namun sekarang sudah jarang. Bahkan katanya dulu diatas sana banyak yang olahraga paralayang.

Bukit Hijau

Tidak berapa lama, kami sampai di pintu masuk Sipiso piso, disini kami harus membayar karcis masuk sebesar 4000 per orang. Dari sana, akan ada persimpangan, yang kekiri adalah jalan menuju Desa Tongging sedangkan lurus adalah jalan menuju air terjun Sipiso Piso. Tentunya kami ke air terjun Sipiso piso dong.. Sesampainya di area parkir air terjun sipiso piso, si abang bentor memberikan nomor hp nya supaya dia bisa jemput kami nantinya.sipp

Yuhuuu… Akhirnya kami sampai juga di air terjun Sipiso piso. Dari atas ini, kami bisa melihat danau toba dan air terjun sipiso piso sekaligus dari kejauhan. Ini dia foto fotonya :

View Danau Toba

View Air terjun Sipiso Piso dari atas parkiran.

View Danau Toba

Air Terjun Sipiso piso dengan tangga yang berliku liku

Tidak puas dengan cuma melihat dari atas, kami putuskan untuk menuruni tangga menuju dasar dari air terjun Si Piso Piso. Ternyata jalan menuju dasar tidak sedekat kelihatannya. Ada ratusan tangga yang harus dituruni dengan jalan yang berkelok kelok. Untungnya pemandangannya tidak membosankan jadi tidak begitu terasa berat. Sesampainya dibawah, kesan pertamanya adalah Basahhh…… selebihnya semuanya luar biasa indah. Ini dia buktinya :

Air terjun Sipiso Piso dari bawah

Percikan air terjun sipiso piso yang membuat basah….

Jalan naik tidak semudah jalan turun. Tangga yang kami turunin tadi seolah olah menjadi lebih panjang dan lebih tinggi saat kami daki. Baru beberapa anak tangga kami naiki, Tubuh tidak terlatih ini langsung bergejolak; ngos ngosan, keringat mengucur deras, muka memerah, jantung terasa mau copot, nafas senen kamis. Sebentar sebentar kami berhenti untuk beristirahat dan minum. Tidak apa apa lambat, yang penting kami sampai ke atas dengan selamat.

Tangga ke atas yang rasanya sangat tinggi

Gembira sekali rasanya saat kami sampai di area parkiran atas. Hal pertama yang kami pikirkan adalah minuman yang segar dan dingin!!!. Kami singgah di salah satu warung dan segera memborong membeli minuman dingin dan mengisi perut dengan bakso hangat. Setelah cukup makan minum dan istirahat, kami menghubungi abang becak tadi supaya segera menjemput kami. Awalnya kami berniat untuk mampir di Desa Tongging yang ada tepat di tepi Danau Toba, namun niat itu kami urungkan karena waktu yang tidak mencukupi. Waktu kami banyak terbuang untuk naik tangga tadi… Tidak lama abang becak datang, kami langsung diantar sampai pertigaan Merek dengan biaya tetap sama yaitu 5 ribu saja.

Bahagia sekali rasanya melihat warung ini…

Bakso!!

Brastagi dan Taman Alam Lumbini adalah tujuan kami selanjutnya. Di Merek, kami lanjutkan dengan naik angkot ke Kabanjahe. Perjalanan dari Merek ke Kabanjahe terasa lumayan jauh dan lama, tapi ternyata ongkosnya murah banget cuma 3 ribu per orang. Abang angkotnya bilang, kalau 6 ribu per orang nanti dia cepat kaya pulak. Tidak sampai situ saja, Abang angkot baik hati ini pun mengantarkan dan mencarikan kami angkot yang langsung menuju Pagoda ( Pagoda adalah sebutan masyarakat lokal untuk Taman alam lumbini). Tenyata orang Karo baik baik yah…

Dalam perjalanan dari Kabanjahe ke Pagoda kami melewati Kota Brastagi dan terus menuju ke arah timur (arah ke Medan). Sebelum memasuki Taman Hutan Raya (Tahura), akan ada persimpangan yang di tandai dengan sebuah tugu Jeruk. Dari simpang itu, angkot yang kami kendarai berbelok ke arah kanan dan terus melewati jalan beraspal dan berbelok lagi melewati jalanan tanah dan berdebu. Tidak lama kami sampai juga di Depan Pintu Masuk Taman Alam Lumbini. Ohya ongkos dari kabanjahe ke pagoda adalah 6ribu per orang.

Untuk masuk ke Pagoda ini, tidak dikenakan biaya sepeserpun alias Gratis!!. Yang penting berpakaian sopan dan tidak membawa makanan dan minuman ke dalam Kompleks Taman Alam Lumbini/TAL. Objek wisata yang relatif baru ini adalah replika pagoda schwedagon di Myanmar. Berada disini serasa bukan berada di indonesia.. Penasaran? ini dia foto fotonya…

Taman Alam Lumbini

Patung..

Taman Alam Lumbini

Pray

Design luar dan dalam

Isi didalam Pagoda

Puas bermain main di kawasan TAL, kami kembali menuju jalan utama yang ada tugu jeruknya. Kali ini tidak naik angkot, tapi berjalan kaki. Disepanjang jalan menuju jalan utama, banyak Kebun strawberry “petik sendiri” tapi tidak ada penjaganya. Maksudnya itu petik sendiri terus bayar? atau petik sendiri terus gratis bawa pulang… (ngarep).

Strawberry Petik Sendiri

Di jalan utama brastagi-medan, kami menunggu cukup lama sampai akhirnya dapat angkutan (sampri) menuju medan. Itu pun dengan kondisi sudah hampir penuh sesak, mungkin karena kami memang sudah kesorean. Sopir Sampri kali ini gilanya luar biasa. Ngebut banget, padahal jalan menuju medan banyak tikungan tikungan 180 derajat tapi tetap dilibas!. Positifnya, sebelum magrib kami sudah sampai di Medan, namun negatifnya kepala kami terasa melayang. Di medan, kami menginap di Hotel Resident yang ada di dekat mesjid Raya Medan. Kamarnya standar banget, namun sesuai dengan tarifnya yang cuma 70 ribu semalam.

Hoaahh.. saatnya istirahat.

19 thoughts on “Tanah Karo : Sipiso-Piso dan T.A.L

  1. Segar banget pemandangan air terjun Sipiso-piso nya…. Lumbini nya juga bener-bener mirip kaya di Myanmar. Ah… Medan dan sekitarnya memang destinasi yang harus segera dikunjungi🙂

  2. wihh.. air terjunnya keren banget.. kapan ya bisa kesana…. *ngimpi*🙂
    skalian share info ya, sapa tahu minat nih, nge-Blog traveling skaligus dapat hadiah, ikutan blog competition yuk, total hadiah 12 juta😉 Bisa cek langsung ya di link berikut bit.ly/11IwgXv

  3. guys, november ini saya dan anak2 kampus mau kelilingg samosir juga, mau tanya dari mulai keliling samosir sampai ke tana karo berapa hari ?

  4. Waduh… pengen terjun ke lokasi wisata sana dan ambil foto sendiri, gan.
    mantap benar, cepret-cepretannya.
    Anda para wisatawan, sumatera utara bagus benar bukan ? bukan hanya danau toba loh, yang mencengangkan. Tunggu tim kami tanah karo, pasti kami akan mengijakkan kaki kami di indahnya panoramamu, Turang. hehehheh….

  5. Hi bang Ardin, Gambar yang cantik! Mau bertanya, adakah kenderaan awam dari Parapat ke Sipiso-Piso? Atau memang perlu ke Siantar untuk pergi ke Sipiso-piso.

    Thank you!

  6. Thanks bang buat share perjalanannya..
    Lega banget menemukan blog ini saat lagi mencari2 panduan utk traveling ke Pulau Samosir..sangat membantu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s