Keliling Pulau Samosir (Part 2)

Berbeda dengan landscape sisi timur Pulau Samosir yang didominasi bukit bukit terjal, sisi barat pulau samosir cenderung lebih landai. Karena begitu landainya, di pesisir barat pulau ini terbentuk semacam “pantai”. Ada satu pantai istimewa yang harus dikunjungi bila ke Samosir, pantai itu bernama Pantai Pasir Putih Parbaba.

Pantai Parbaba

Pantai Parbaba ini sangat istimewa karena berada di tepi danau namun memiliki cita rasa layaknya seperti pantai di tepi laut. Pasirnya berwarna putih ke abu abuan yang lumayan landai dan luas,serta memiliki air laut danaunya berwarna biru bergradien. Sekilas memang hampir tidak ada bedanya dengan pantai lautan. Panasnya pun rasanya hampir sama. Mungkin bedanya adalah dipantai ini tidak pernah tercium bau amis air laut. Berenang disini katanya terasalebih menyegarkan karena air disini adalah air tawar. Pantai ini berada desa Parbaba, tepat beberapa kilometer sebelum memasuki Pangururan. Untuk masuk dikenakan biaya retribusi sebesar 2000 ribu per orang. 

Pantai Parbaba

Hari semakin siang, kami putuskan untuk berisitirahat sejenak di tepi pantai ini sambil menikmati hidangan mie rebus yang kami pesan di warung makan yang ada di sekitar pantai ini. Urghh.. rupanya harga makanan di sini lumayan mahal ( mi rebus pakai telur harganya 10 ribu ). Awalnya kami berniat untuk berenang dan merasakan segarnya air danau toba dipantai ini, namun kami urungkan karena cuaca semakin panas. Akhirnya kami hanya duduk duduk menikmati keindahan pantai dengan latar belakang perbukitan Sumatra di seberang sana. Beberapa pengunjung nampak asik menikmati beberapa permainan air seperti bebek2an, bola air, dll sementara yang lain menggelar tikar dan mencari tempat berteduh.

Mandi!!

Perjalanan kami lanjutkan menuju pangururan. Dalam perjalanan kamu melihat ada bangunan yang bentuknya cukup unik karena menyerupai tumpeng kerucut. Ternyata lagi lagi ( dan lagi) bangunan itu adalah makam. Tidak heran sih karena Pulau samosir memang memiliki berbagai makam yang unik..Tapi Kami nggak tau persis makam siapa namunyang pasti ini pasti makam orang penting.

Deretan rumah bolon di dekat pantai pasir putih Parbaba

Ada acara pemakaman

Makam?

Makin mendekati Panggururan, ukuran danau toba yang terlihat makin lama semakin menyusut dan kami semakin dekat dengan deretan perbukitan di Sumatra. Ada sebuah gunung tandus yang cukup menarik perhatian. Ternyata gunung itulah yang di kenal dengan nama Pusuk Buhit. Pusuk Buhit adalah gunung volcano aktif dan sakral karena diyakini merupakan tempat asal muasal nenek moyang orang Batak.

Danau toba makin menyusut

Pusuk Buhit

Tidak lama kami sampai juga di Pangururan, yang merupakan ibukota kabupaten Samosir. Untuk ukuran ibukota kabupaten, Pangururan kok terasa sepi ya. Sebelum masuk pangururan ada gerbang dengan ukiran khas samosir dan running text lcd ( Tradisional dan modern menyatu :p ). Memasuki Kota Pangururan, pemandangan danau toba sudah tidak terlihat lagi.

Gerbang Pangururan

Kami sempat bertanya tanya kenapa di pangururan pemandangan danau toba menghilang dari pandangan kami? Jawabannya kami temukan setelah kami berbelok ke arah barat. Disana kami menemukan sebuah jembatan kecil dengan sungai di mengalir dibawahnya. Ternyata setelah kami perhatikan baik baik, air dibawah jembatan itu bukan sungai!! kanal kecil yang kami kira sungai itu rupanya adalah terusan dari Danau Toba.

Jembatan Tanah Ponggol

Kanal di Kiri – Kanan Jembatan

Setelah mencari info barulah kami tau kalau jembatan itu bernama jembatan Tanah Ponggol yang merupakan penghubung antara pulau Samosir dengan Pulau Sumatra. Dahulu pulau samosir bukanlah Pulau, namun hanya berupa tanjung dari pulau sumatra yang menjorok ke Danau Toba. Pulau samosir baru benar benar terpisah dengan Sumatra sejak kanal penghubung itu dibuat pada zaman penjajahan belanda. Tujuan pembuatannya saya tidak pasti, mungkin untuk memudahkan transportasi dari utara ke selatan Danau Toba dan sebaliknya.

Setelah melewati Jembatan Tanah Ponggol, akan ada pertigaan. Bila berbelok ke kiri akan menuju menara pandang Tele yang jaraknya lumayan jauh. Bila berbelok ke kanan akan menuju pemandian air panas ( aek rangat ). Karena hari semakin sore kami putuskan ke Aek Rangat dulu yang jaraknya lebih dekat.

Menuju Aek Rangat

Aek Rangat tepat berada di kaki gunung Pusuk Buhit. Tidak sulit menemukan lokasi aek rangat karena dari kejauhan pun sudah tampak. Pemandian ini berada di perbukitan kapur berwarna putih yang kontras dengan warna sekelilingnya. Dalam perjalanan menuju pemandian ini kami melewati lereng pusuk buhit yang menyajikan pemandangan yang sungguh indah berupa birunya langit, hijaunya lereng lereng pusuk buhit, birunya air danau, dan warna warni bunga di sisi jalan.

Pemandangan menuju Aek Rangat

Sesampainya di pemandian Aek Rangat kami langsung di sambut aroma belerang yang sedap dan udara yang semakin bertambah panas. Sebentar saja kami di lokasi pemandian, kami menuju sebuah resort yang ada didekat pintu masuk Air Rangat. Disini kami bisa melihat danau toba lebih dekat. Warna air danau toba disekitar sini sedikit berbeda dibandingkan dengan warna air danau toba umumnya, yaitu berwarna lebih biru terang. Kalau diperhatikan baik baik sepertinya air danau toba itu “tercemar” oleh aliran air bukit kapur dan pemandian air panas.

Birunya danau toba

Hari semakin sore,kami putuskan untuk segera kembali ke Tomok untuk mengembalikan sepeda motor yang kami sewa. Sialnya dalam perjalanan motor berhenti mendadak karena kehabisan bensin. Untungnya cuma jalan beberapa meter saja kami sudah menemukan pedagang bensin eceran. Perjalanan dari Aek rangat ke Tomok kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Setelah mengembalikan motor, kami beristirahat sebentar sambil memikirkan rencana perjalanan selanjutnya yaitu rute menuju Tanah Karo. Dari Tomok menuju Tanah Karo bisa melalui 2 rute, yang pertama (1) Tomok – Pangururan – Dairi – Kabanjahe – Brastagi, dan rute kedua (2) Tomok – Parapat – P. Siantar – Merek – Kabanjahe – Brastagi. Awalnya kami ingin mencoba rute (1) namun karena sampri (angkutan umum) Tomok – Pangururan tidak kunjung datang, akhirnya kami putuskan untuk menggunakan rute 2, dan bermalam di P.siantar.

Dari Tomok – Parapat menyeberang dengan kapal feri, ongkosnya masih sama yaitu 5ribu per orang. Dari parapat menuju P.Siantar dapat menggunakan jasa travel ( ongkos 15 ribu) atau Angkutan umum / elf (ongkos 10 ribu). Lebih baik menggunakan jasa travel karena akan langsung diantar menuju tujuan, sedangkan kalau menggunakan angkutan umum cuma di antar sampai terminal parluasan. 1 jam perjalanan dari Parapat, kami sampai juga di P. Siantar. Sebenarnya ada tujuan lain kenapa saya memutuskan ingin menginap di Siantar, yaitu menikmati Roti Ganda, roti khas dari siantar yang rasanya tidak pernah membosankan. Malamnya kami menginap di wisma tuluy di jalan gng simanuk manuk no.10A ( 0622 21533) dengan tarif 150ribu permalam sudah termasuk sarapan pagi. Wisma ini recomended karena bersih dan jauh dari kebisingan.

Roti Ganda

Kondisi Wisma

Ah… saatnya beristirahat…

21 thoughts on “Keliling Pulau Samosir (Part 2)

  1. gila,traveling terus euy…pemandangannya ampun…hehehe,mungkin ntr bsa d bisikin atau tuker no hp,gmna caranya spya ke sana…

  2. inspiring, kebetulan mau ke sana dan butuh info hehe….dari Tomok balik lagi ke Parapat paling sore kapal jam berapa?trus travel ke Siantar dari Parapat perlu pesan dulu atau on the spot yah?

    • Dari tomok ke parapat kalau gak salah paling lambat jam 5 sore masih ada..yang jelas sebelum malam harus sudah nyebrang.. Kalau angkutan parapat-siantar on the spot aja karena banyak lalu lalang

  3. Asli, semua cerita jln2 yg disajikan penulis asik banget utk dibaca. Binik pembaca pengen baca semua. Apalagi dilengkapi dgn foto2, bikin pembaca seakan ikut jln2. Info mengenai kendaraan dan penginapannya jg lengkap. Sangat bermanfaat. Makasih. Tuhan memberkati.

  4. Pingback: Kabur Sebentar Ke Danau Toba | Jalan ke mana gitu...

  5. hallu.. Salken
    saya amoi dari malaysia..
    asyik banget deh baca blog kamu ini..
    terus bikin aku penasaran mau ke Danau Toba
    Bisa kontak thru emel ga karena ku mau bertanya dikit soalan.
    berkaitan rute itu..

  6. Hobby traveling bang…bagus deh blog kamu ttg p. Samosir. Keren.
    Ohya saya mau info u temen2x disini… salam kenal jg ya.
    Skrg di Pantai pasir Putih sdh ada hotel namanya Parbaba Beach hotel setara bintang 3. Lumayan nyaman kog. No tel receptionnya. Bisa saya bagi +6281268374025. Dan disana jg ada vilanya..loh.

    Permainan air nya jg ada Banana boat dan donat boat dan canoe. Disana jg ada vila yg sering disewakan oleh sekolah dan perkumpulan dari gereja maupun ibu2x bahkan dari rombgan kantor.

    Mengenai makam yg unik diatas itu makamnya Simanihuruk. Dibangun arsitek dari Yogya. Keren banget. Biasanya sih diijinkan utk berfoto didalam krn turis asing dan lokal sering mnt ijin dgn penjaga yg diberi wewenang pegang kuncinya.

    Mungkin itu sedikit tambahan info terbaru dari saya.

    Seneng bisa berbagi…

  7. Cerita nya bagus, sangat membantu untuk traveling ke Samosir, ada rncna mau kesna nih,,,
    Setelah dri pangururan hendak kembali ke tomok, melewati jalan yang sma ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s