Tebing Terjal Lembah Harau

Lembah harau merupakan salah satu lokasi wisata yang HARUS dikunjungi bila sedang berada di Sumatra Barat. Lembah harau berada di Kabupaten 50 Kota, tidak jauh dari kota Payakumbuh. Jarak tempuh dari Kota Bukittinggi kurang lebih satu jam perjalanan (± 47 km) atau 3 jam perjalanan dari Kota Padang (± 138 km). Kalau dari Kota Pekanbaru, Riau kira kira menghabiskan waktu 4 jam perjalanan. Transportasi ke Lembah Harau dapat menggunakan kendaraan umum berupa bus/opelet maupun dengan kendaraan sewaan/pribadi.

Lembah Harau

Apa yang menarik di Lembah Harau? Keindahan utama lembah harau terletak pada tebing tebing cadas warna warni yang terjal, dengan kemiringan hampir 90 derajat dan tinggi antara 100-500 meter. Ditambah lagi dengan adanya beberapa air terjun yang langsung berasal dari puncak tebing. Kombinasi keindahan seperti ini sangat sulit ditemui ditempat lain.

ki : pintu gerbang harau / ka : tiket masuk harau

Memasuki Lembah Harau

Sesaat setelah memasuki kawasan lembah harau, kami segera menyiapkan kamera sebab dikiri kanan jalan tersuguh pemandangan alam yang luar biasa indah. Tebing tebing terjal menjulang tinggi di kiri kanan dan depan jalan, serta dibawahnya terdapat hamparan hijau sawah sawah penduduk. Tidak berapa lama, kendaraan kami distop oleh penduduk setempat. Dipost ini kami harus membayar biaya retribusi berupa tiket masuk sebesar 5000 Rupiah perorang.

Dari jalan utama, akan ada 2 persimpangan. Kekiri menuju resort aka barayun (akar berayun) dengan satu air terjun besar dan kekanan menuju sarasah bunta yang mempunyai beberapa air terjun kecil. Kami memutuskan untuk berbelok ke kiri dahulu, karena katanya disana lebih lengkap fasilitasnya.

Lembah Harau (belok kiri)

Sebentar saja kami sudah sampai di lokasi air terjun besar. Akan tetapi saat kami kesana air terjun ini sedang kering. Yang nampak hanya sedikit tetesan air saja. Dibawah air terjun terdapat kolam buatan yang digunakan untuk menampung aliran dari air terjun. Tapi sayangnya kolam ini kotor dan berlumut. Hanya anak anak kecil saja yang cukup berani berenang di kolam ini. Sialnya lagi, saat kami sampai tempat ini sedang ramai-ramainya karena ada kunjungan darmawisata anak anak dari universitas alay-ers. Suasana lembah harau yang harusnya sunyi dan tenang kini dicemari suara suara lengkingan anak anak dari univ alay-ers.

ki : air terjun yang sudah mengering / ka : tangga menuju atas tebing

Untuk menghindari mereka, kami memutuskan untuk menaiki anak tangga yang berada di samping air terjun, anak tangga ini lumayan banyak dan terjal. Butuh tenaga ekstra luar biasa untuk mencapai puncak tebing ini. Sesampainya dipuncak kami disuguhi pemandangan lembah harau berupa persawahan yang di apit bukit bukit terjal yang sunyi. Dari atas sini juga nampak resort, homestay dan kebun binatang.

Lembah harau dari atas

Selama duduk di atas bukit ini, saya beberapa kali melihat monyet ekor panjang (macaca fascirulatis) sedang mencari makan diantara pepohonan. Tidak heran sih karena lembah harau ini memang cagar alam, selain bisa melihat berbagai hewan, kita juga bisa melihat aneka tumbuhan hutan. Namun dilihat aja ya,,, jangan di rusak.

Monyet di Lembah Harau

Karena tidak puas diarea aka barayun, kami kembali ke area persimpangan dan memilih berbelok kekanan menuju sarasah bunta. Berbeda dengan kawasan aka barayun, kawasan sarasah bunta jauh lebih alami dan menyenangkan.

Lembah Harau (Belok kanan)

Lembah Harau ( belok kanan)

Sarasah sendiri artinya adalah air terjun. Selain sarasah bunta masih ada beberapa sarasah/air terjun yang lain yang saya tidak tau namanya, sayangnya kami cuma bisa melihat 3 air terjun saja. Untungnya air terjun di kawasan ini tidak kering. Air terjun pertama adalah sarasa bunta, letaknya tidak jauh dari tempat parkir, kurang lebih 75 meter saja. . Walaupun ukurannya tidak begitu besar, tapi keindahanan alamnya luar biasa. Kolam dibawah air terjunnya alami dan jernih sekali sehingga sangat asik bermain air disini. Ditambah lagi dengan batu batu besar warna warni yang tepat berada di bawah air terjun. Mandi? siapa takut…

Puncak air terjun/Sarasah Bunta

Bagian bawah Sarasah bunta

Terus masuk kedalam, kami menemui air terjun kecil lainnya yang saya tidak tau namanya. mirip mirip sarasah bunta, cuma sarasah bunta lebih bagusan sedikit. oh ya disekitar sini banyak penduduk lokal yang menjual tanaman seperti anggrek, kantong semar, pakis2an, dll.. Kalau membeli berarti ikut merusak cagar alam nggak ya?

Air terjun ga tau namanya

Tanaman di Harau

Tidak lupa foto narsis

Mungkin itu sebagian keindahan lembah harau. Saya yakin masih banyak lagi tempat indah lain di kawasan harau yang belum sempat saya jelajahi. Semoga bisa dilain waktu ya..

9 thoughts on “Tebing Terjal Lembah Harau

    • Iya betul, urutannya itu dari padang – padang panjang – bukit tinggi – payakumbuh – harau… jaraknya ga jauh2 kok. Jalan juga mulus, hanya saja rute ini sring macet kalau weekend.

  1. Pingback: Mengunjungi Lembah Harau di Kabupaten 50 Kota | Catatanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s