Salura, Surga di Perbatasan Indonesia – Australia

Pulau Salura adalah sebuah pulau kecil di selatan daratan sumba, salah satu pulau paling selatan di wilayah RI. Saat masih orientasi di ibukota kabupaten sumba timur, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi tempat ini, karena ada program pengobatan missal dan khitanan gratis yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dan dokter-dokter yang tidak berhalangan diminta untuk ikut. Kami, terutama para dokter baru yang bertugas disini senang sekali dan sangat bersemangat untuk ikut, karena akses ke pulau ini sulit sekali, jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan.

Pulau Salura

Sabtu sore, 9 Juli 2011 kami sudah berkumpul di waingapu. Tim yang akan berangkat berjumlah 33 orang, terdiri atas dokter, perawat dan pegawai dinas kesehatan. Kami berangkat menggunakan 2 ambulans.

Ini adalah perjalanan saya yang pertama ke daerah selatan sumba timur. Pemandangannya sangat indah, tetapi jalannya menyeramkan. Jalannya sempit dan berliku-liku dengan jurang di kiri-kanan. Sudah sering terjadi kecelakaan bus masuk ke jurang dan sudah banyak korban meninggal. Sempat deg-degan, tetapi untunglah sopir yang mengemudi sudah amat terbiasa dengan medan seperti ini.

Ambulans dari Waingapu

Sekitar satu setengah jam perjalanan kami berhenti sejenak di perbukitan di dekat Tanarara. Matahari sore yang hampir terbenam terlihat sangat indah di atas perbukitan yang hijau. Udara dingin pun mulai terasa menusuk tulang, karena daerah ini termasuk yang tertinggi di sumba timur.

Perbukitan

Satu jam setelah tanarara kami melewati kananggar, sebuah kota kecamatan yang terletak di lembah, sehingga bebentuk seperti kuali. Kota kecamatan ini adalah salah satu dari 5 kota tertua di kabupaten sumba timur.

Kananggar di Siang Hari

Kami melanjutkan perjalanan dan sampai di kota kecamatan Nggongi. kami bermalam disini dan akan barangkat ke pulau Salura besok pagi. Pulau Salura masuk wilayah kecamatan ini, dan menjadi desa yang paling sulit diakses dari ibukota kecamatan, karena berada di pulau kecil yang terpisah dari daratan utama.

Puskesmas Nggongi

Pagi-pagi sekali kami berangkat dari Puskesmas Nggongi menuju pelabuhan tradisional Katundu, tempat kami akan menyeberang ke pulau Salura. Jika ingin menyeberang ke pulau Salura atau sebaliknya hanya dapat dilakukan pada pagi hari, ketika ombak laut belum begitu besar. Beruntung, saat ini bukan musim hujan, jadi sungai-sungai yang harus dilewati menuju pelabuhan Katundu sedang kering. Kalau sedang musim hujan, sungai ini tidak dapat dilewati karena arusnya cukup kuat.

Sungai yang mengering menjelang Katundu

Pelabuhan Katundu

Tidak berapa lama menunggu di pelabuhan Katundu, sebuah kapal kecil milik Kepala Desa Salura pun datang untuk menjemput kami. Kapal kecil inilah yang akan mengangkut kami menyeberangi laut yang sudah tergabung ke Samudera Indonesia yang ombaknya cukup besar. Lebih kurang 45 menit perjalanan kami sampai di Pulau Salura.

Perahu milik kepala desa

Pulau Salura dari Kejauhan

Kami disambut oleh kepala desa dan tokoh masyarakat. Kami diberikan sebuah gelang penyambutan, dan sesudahnya dibawa ke sebuah sumur untuk mencuci muka, tangan dan kaki. Ini adalah tradisi disini, yang wajib dilakukan oleh semua pendatang. Konon, sumur ini terbentuk sendiri, dan airnya tidak asin dan tidak pernah kering.

Pelabuhan di Salura

Gotong royong mengangkat barang

Sumur air tawar

Dapat gelang penyambutan, kemudian cuci muka, tangan dan kaki di sumur

Pulau salura berbatasan langsung dengan wilayah Australia, dengan jarak sekitar 800 mil. Seperti layaknya wilayah perbatasan, disini terdapat pos polisi perbatasan, dan terdapat juga sebuah tugu yang menyatakan bahwa pulau ini adalah milik republik Indonesia, ditandatangani langsung oleh bupati Sumba Timur.

Tugu Salura

Pulau Salura memiliki bentang alam yang unik, bagian utara yang menghadap daratan sumba berbentuk datar dengan pantai yang landai, sedangkan bagian selatan adalah perbukitan. Kondisi geografis ini membuat pulau ini aman dari badai dari samudera. Pulau ini memiliki penduduk sekitar 600 orang, seluruhnya muslim, dengan sumber penghasilan dari hasil laut. Pulau ini kaya akan ikan dan cumi. Para nelayan dari pulau Sumbawa rutin datang kesini untuk membeli hasil laut penduduk setempat.

Nelayan Lokal

Sayangnya, dibalik keindahannya, penduduk disini bersedih akan kurangnya pelayanan, pendidikan ataupun kesehatan. Disini Cuma ada sebuah Sekolah Dasar dan sebuah Posyandu. Mereka harus menyeberang ke daratan induk untuk mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu dinas kesehatan sumba timur mengadakan kegiatan pengobatan missal dan khitanan gratis. Warga sangat antusias. Hampir semuanya datang ke tempat pelayanan untuk berobat, dan anak-anak yang dikhitan berjumlah 26 orang.

Pantai Salura dengan latar belakang pulau Kotak

Pantai Salura dengan latar belakang pulau Kotak

Pantai di pulau ini sungguh menakjubkan. Airnya biru bersih dengan pasir putih bersih yang masih alami. Terdapat sebuah pulau kecil yang indah, yaitu Pulau Kotak, tetapi masyarakat disana biasa menyebutnya pulau kambing, karena kambing sering diberi makan rumput di pulau ini. Di sisi yang lain, terdapat sebuah pulau batu karang yang tak bernama. Puas mandi di pantainya, masih ada pemandangan bagus yang tersaji disini. Matahari terbenam tepat di balik pulau Kotak. Tempat ini sungguh mengagumkan.

Pulau Kotak / Kambing

Pulau karang tak bernama

Sunset di balik pulau Kotak

Kami harus bermalam disini, karena baru bisa menyeberang ke daratan induk besok pagi. Malamnya kami dijamu makanan oleh warga, sekalian bersosialisasi dengan mereka. Keesokan paginya kami kembali pulang dengan membawa pengalaman yang mengesankan, rasa senang memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat disini, dan juga puas menikmati keindahan alamnya, pengalaman yang akan selalu saya ingat.

Narsis dulu hehee

18 thoughts on “Salura, Surga di Perbatasan Indonesia – Australia

  1. meresapi tulisan dan menikmati foto-foto disini serasa memberi inspirasi baru untuk bepergian.. setelah informasi yang selama ini masuk hanya destinasi mainstream saja yang banyak dibicarakan…

    beruntung sekali anda pernah ke tempat ini

  2. wow, bisa kebayang perjalanannya bro….. alam yag berbeda dari ekbanyakan daerah lain di Indonesia. pantai yg bersih dan jauh dari keramaian. PANGARUH🙂

  3. kemaren sempat liat di salah satu tv swasta, terliat begitu cantik tapi sayang sepertinya belum ada layanan untuk anak usia dini

  4. tahun depan saya akan survey pembangunan dermaga di pulau salura..
    semoga akan sangat bermanfaat bagi warga pulau salura dan sekitarnya

  5. Saya cari lewat google map, nama pulau Salura gak ada, adanya pulau Halura, di selatan pulau Sumba dan bersebelahan dengan 2 pulau kecil lainnya. Itu kali ya yang dimaksud?

    Pengobatan missal maksudnya pengobatan massal?

    Kalau ke sana, boleh gak ya nginep di rumah penduduknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s