Painan : Bukit, Pantai dan Pulau

Painan adalah kota yang berada di pesisir selatan Sumatra Barat. Sama seperti Padang, kota ini juga persis berada di pantai barat Sumbar. Jaraknya dari padang sekitar 77 kilometer saja, dan bisa ditempuh sekitar 1,5-2 jam perjalanan.

Ki : Rute Padang – Painan
Ka : Peta Kota Painan

Di Painan, ada 4 objek wisata yang akan kami kunjungi, yaitu bukik langkisau, Pantai Carocok, Pulau Cingkuak dan jembatan Akar. Pagi pagi sekitar jam 7an kami sudah berangkat dari Padang. Rute perjalanan padang – painan sebagian akan menyisir pantai barat dan perbukitan terjal yang membuat histeris jantung berdebar kencang.

Sesampainya di Painan, kami langsung menuju Bukik Langkisau, jaraknya hanya 10-15 menitan saja dari Kota Painan dengan menggunakan ojek maupun kendaraan pribadi. Beda lagi kalau berniat ingin mendaki. Kalau saya sih mending naik kendaraan aja hehe.. Sepanjang jalan menuju Bukik Langkisau, jalanan akan menanjak dan berkelok, sesekali tampak panorama menakjubkan berupa lautan luas ( Samudra Hindia ).

Pemandangan dari Bukik Langkisau

Sesampainya dipuncak barulah kami bisa leluasa menikmati keindahan panorama bukik langkisau. Disalah satu sudut bukik langkisau, terdapat tempat terbuka luas berupa tanah dan rerumputan. Dari sini panorama lebih jelas karena tidak tertutup oleh pohon pohon. Namun hati hati karena tidak ada pembatas di tepi jurangnya. Sepertinya area itu adalah area yang digunakan untuk olahraga Paralayang. Sayangnya saat itu kami tidak sempat mencicipi Paralayang nya ( Ga berani :p ). Pemandangan yang tampak dari bukik ini adalah kota painan, dan Samudra Hindia. Berjejeran Pantai Salido dan Teluk Painan. Indaahhh sekali, sangat cocok untuk berfoto narsis haha..

Pemandangan dari Bukik Langkisau ( Sisi yang lain )

Narsis

Setelah puas berfoto menikmati pemandangan di Bukik Langkisau, kami langsung turun menuju Pantai Carocok. Deket kok, karena berada tepat dibawah bukik Langkisau dan masih di pusat Kota.

Sesampainya di Pantai Carocok, kami langsung berenang cari makanan dulu. (biaya masuk kalau ga salah 10ribu). Sambil menikmati mie rebus hangat, pandangan saya berputar menyusuri pantai Carocok. Kesan pertama, Pantai ini sih sebenarnya biasa aja, garis pantainya pendek, pasirnya pun kayaknya kasar kasar. Untungnya pada saat kami datang tidak banyak wisatawan yang lain jadi kami bisa lebih leluasa menguasai Pantai.

Pantai carocok

Setelah kenyang, kami mulai menyusuri pantai Carocok. Didepan pantai carocok ada pulau kecil yang disebut pulau Batu Kereta. Untuk kepulau itu ga susah karena oleh sudah disediakan jembatan kayu, mirip mirip di pulau tidung, kep seribu. Sebenarnya saat air laut surut, bisa dengan berjalan kaki saja.

Pantai Carocok

Pulau Batu Kereta

Bosan dengan Carocok, kami memutuskan untuk menyeberang ke pulau diseberangnya, Nama pulau itu adalah pulau Cingkuak. Cingkuak artinya monyet, yah mungkin disana banyak monyet. Untuk ke cingkuak tidak ada jalan lain selain menggunakan boat dengan membayar 10 ribu per orang PP. Karena bukan weekend, cuma kami berdua aja wisatawan yang akan menyeberang.

Pulau Cingkuak dan Boat

Tidak sampai 15 menit kami sudah sampai di Pulau Cingkuak. Boat yang mengantar kembali lagi menuju Pantai Carocok, Katanya sih nanti akan dijemput kalau mau pulang, tinggal telpon saja. Oke deh…

Pulau Cingkuak ternyata lumayan keren juga, Berbeda dengan Pantai Carocok, Pantai disini lebih bersih dan landai, pasirnya pun lebih putih. Dari pulau ini kami bisa melihat deretan bukit barisan dari daratan sumatra. Tapi pulau ini sepi sekali, hanya kami berdua disana, Bahkan Cingkuak ( Monyet) pun nggak ada. Apa mungkin karena bukan weekend ya?

Pulau Cingkuak

Pulau Cingkuak

Tidak hanya pantai, ternyata pulau cingkuak juga ada wisata sejarahnya. Di pulai ini ada puing puing benteng bekas portugis. katanya sih Pulau ini dulunya merupakan pintu masuk pertama kali Portugis masuk ke Indonesia dari arah barat.

Situs Benteng Portugis

1jam-an kami menjelajah Pulau Cingkuak, kini saatnya kami kembali ke Kota painan. Kami segera menelpon boat tadi yang mengantar kami. Tadi janjinya mereka akan menjemput kami kembali. Sialnya, puluhan kali kami telpon dan sms namun tidak pernah diangkat dan dibalas. Bahkan kami sampai mengibar2kan bendera supaya mereka nampak kalau kami ingin pulang, namun semuanya sia2. Marah, Kesal, gemas semua menjadi satu. Hampir 3 jam kami terjebak di pulau ini, menjelang sore baru akhirnya boat itu datang. Itupun setelah ada penumpang yang akan menuju ke Pulau Cingkuak. Alasannya sih hp nya tertinggal ke boat dan ga kedengaran. Akhirnya pulanglah kami kembali ke Painan dengan wajah berlipat lipat

5 thoughts on “Painan : Bukit, Pantai dan Pulau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s