Menembus Kabut Bumi Sakti Alam Kerinci

Pagi pagi sekali saya sudah terbangun dari tidur nyenyak saya di Salah Satu penginapan di Kota Sungai Penuh, Kerinci. Masih terbayang perjalanan panjang saya kemarin dari Kota Padang (Sumbar) menuju Kota Sungai Penuh, Kerinci (Jambi). Perjalanan yang melelahkan sekaligus menakutkan terutama saat melewati kabut tebal dan rimbunnya Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Peta Kawasan Kerinci

Namun Hal itu terbayar sudah karena akhirnya saya bisa menginjakan kaki di Bumi Sakti Alam Kerinci yang menakjubkan ini. Kabupaten Kerinci memang salah satu tujuan utama wisata di provinsi Jambi karena memiliki Objek Wisata yang paling lengkap di Jambi, berbagai Potensi Wisata seperti objek wisata Gunung kerinci, danau kerinci, sumber air panas, danau gunung tujuh dan hutan Taman nasional Kerinci Seblat yang memiliki keaneka ragaman Flora, fauna. Kabupaten Kerinci terletak Paling Barat Prov Jambi, Berbatasan dengan Sumbar dan Bengkulu. Kabupaten ini terisolir karena dikelilingi oleh Taman Nasional Kerinci Seblat yang sangat Luas. Namun karena terisolir, keindahan alam, budaya, dan keasliannya masih sangat alami.

Namun sayangnya jarak Kab.Kerinci dari Kota Jambi sangat jauh sekali. Kota Jambi – Bangko – Sungai Penuh (kerinci) Berjarak Kurang lebih 465 km, itupun jalannya sebagian masih banyak yang rusak. Alternatif terbaik menuju kerinci adalah melalui Propinsi tetangga yaitu Padang, Sumatra Barat. Ada 2 alternatif rute dari Padang yaitu; 1. Padang – Muara Labuh – Sungai Penuh (kerinci) berjarak 249 km. Rute ini paling dekat dan juga menyuguhkan pemandangan paling bagus karena akan melewati perkebunan teh Kayu Aro dan Gunung Kerinci sebelum akhirnya Sampai di Kota Sungai Penuh. Alternatif kedua adalah melalui Padang – Painan – Tapan – Sungai Penuh (kerinci) berjarak 277 km. Rute ini melewati pesisir barat Kab Sumbar sampai di Tapan, kemudian menembus rimbunnya TNKS. Rute terakhir inilah yang kami pilih.

Batas Jambi – Sumbar

Perjalanan dari Padang – Painan – Tapan ( sejauh 213 km) berjalan cukup lancar dan tidak ada halangan berarti. Namun begitu berbelok ke timur dari Tapan menuju Sungai Penuh perjalanan baru terasa mencekam. Sebenarnya jarak Tapan – Sungai penuh hanya 64 km, namun kondisi jalan jelek, licin, rawan longsor serta alamnya yang rimbun dan berkabut dari Taman Nasional Kerinci Seblat membuat perjalanan terasa sangat jauh dan melelahkan. Saat itu hari sudah menjelang sore, kabut mulai turun menyelimuti perbukitan di TNKS, ditambah lagi dengan hujan gerimis yang turun tiada henti henti membuat suasana di jalan terasa mencekam.

Jalan di TNKS yang berkabut tebal, licin, sepi dan mencekam

Jalan ini sepi sekali, hanya beberapa orang saja yang tampaknya berani melewati di jalan ini. Sesekali terdengar suara hewan liar di hutan yang tidak tau asalnya dan ranting patah membuat bulu kuduk saya ikut merinding. Makin lama matahari semakin menghilang dan semakin gelap. Antara khawatir, cemas, takut campur aduk menjadi satu.

Jurang dipinggir jalan dengan dasar yang tidak terlihat

Perjalanan 1 jam, 2 jam, setelah 3 jam akhirnya kami keluar juga dari TNKS dan bersorak riang begitu melihat cahaya rumah penduduk dari kejauhan. Dari atas puncak bukit ini kami melihat pemandangan kota sungai penuh dari atas ( Kalau tidak salah namanya bukit Khayangan, CMIWW). Sesampainya di Kota Sungai Penuh, ternyata hujan turun bertambah deras. Kami segera mencari penginapan. Penginapan rekomen yang murah dan cukup bersih antara lain Hotel Mahkota, yang berada di Jl. Depati Parbo Koto Lebu, Sungai Penuh. Karena hari sudah bertambah malam dan tidak ada tanda hujan akan berhenti, akhirnya kami putuskan untuk beristirahat..

Perjalanan menuju Danau Kerinci

Pagi sekali kami sudah bangun, ternyata sungai penuh masih mendung dan diselimuti kabut tebal. Tidak mau membuang buang waktu, saya langsung meluncur ke salah satu tujuan wisata di Kerinci Yaitu Danau Kerinci. Danau ini hanya berjarak 18 km dari Kota Sungai Penuh, tepatnya kecamatan Danau Kerinci dan Keliling Danau. Luasnya mencapai 5.000 meter persegi, dan merupakan danau ke-2 terluas di Sumatra. Tapi Danau ini bisa dikeilingi dalam waktu 1 jam kok.

Danau Kerinci diselimuti kabut

View terbaik untuk melihat danau ini adalah dari Tanjung Hatta. Namun sayangnya, kabut tebal masih menutupi danau dan bukit barisan sehingga jarak pandang pun terbatas. Saya hanya bisa menikmati pemandangan nelayan yang sedang mencari ikan diatas hamparan danau yg tenang dan bening.

Perahu nelayan di Danau Kerinci

Ohya selain Danau Kerinci, ada juga tempat wisata yang tidak jauh dari Danau Kerinci yaitu Danau Kaco. Tepatnya di dekat Desa Lempur, Kec. Gunung Raya. Namun jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan hanya sampai di benteng Depati Parbo, selebihnya harus berjalan kaki lagi selama kurang lebih 1 jam. Karena waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya saya urungkan niat saya melihat Danau Kaco tersebut.

Rumah Tradisional Kerinci di sekitar Danau Kerinci

Sumber foto

Setelah mengelilingi Danau, saya kembali ke Kota Sungai Penuh. Di Sungai penuh ada beberapa tempat yang harus dikunjungi. Salah satunya adalah Masjid Agung Pondok Tinggi yang tepat di jantung Kota. Masjid ini adalah masjid tertua di Kerinci, sudah berdiri sejak tahun 1874 M itu dan menjadi saksi nyata penyebaran Islam ke Kerinci. Masjid kuno ini memiliki arsitektur yang khas yang sangat berbeda dengan masjid lainnya. Masjid ini beratap bentuk limas berlumpang 3, dengan ukiran ukiran bungan dan sulur warna warni yang cantik.

Masjid Agung Pondok Tinggi

Ornamen warna warni Masjid Agung Pondok Tinggi

Disekitar masjid dapat dijumpai puluhan rumah rumah kuno yang masih dihuni oleh penduduk lokal. Selain itu masih ada hal unik di Sungai Penuh, diantaranya adalah ada sebuah makam yang berada di tengah jalan. Makam itu adalah Makan Sutan Kamat, bergelar Depati Payung NegeriPanjang yang hidup di tahun 1312-1407.

Ka : Makam di tengah jalan
Ki : Umah Uhang Empat Jenis pasca kerusuhan

Setelah puas keliling Kota Sungai penuh.. saatnya melanjutkan perjalanan ke Gunung Kerinci, Perkebunan Teh Kayu Aro yang terkenal itu, Serta Air Terjun Telun Berasap.. di Postingan berikutnya.

Foto model dengan latar belakang Danau Kerinci.. wekekeke..

11 thoughts on “Menembus Kabut Bumi Sakti Alam Kerinci

  1. salam kenal bang ardin,, keren foto2nya,, bagi tips untuk perjalanan dari padang ke sungai penuh dong?? travelnya apa aj trus tarif hotel di sungai penuh brapa, n ada ga sewa kendaraan roda dua gitu di sungai penuh buat jalan di sekitaran kerinci??? ada rencana mau ke kerinci juga ne bang,, thanks ya…

    • salam kenal juga mas acong. Saya kurang tau mengenai angkutan umum dari Padang ke Sungai Penuh maupun penyewaan kendaraan di Sungai penuh karena kami kesana menggunakan kendaraan pribadi. tapi setau saya banyak kok kendaraan umum dari padang menuju sungai penuh. Kalau penginapan coba di Hotel Mahkota di Jl. Depati Parbo – Koto Lebu. Harganya masih ada yang 70 ribu permalam. Atau kalau mau mendaki gunung kerinci, kalau tidak salah di kersik tuo banyak homestay dengan harga murah sekali.

  2. oh tak kira backpakeran gitu sampeyan, ^^ oke lah bang ardin thanks infonya ya.. ne saya lagi semngat banget pengen berkunjung ke kerinci soalnya..

  3. Bg yg abg lihat itu adalah sebagian kecil dari sekian banyak nya tempat wisata di kerinci ..
    Seperti :
    – danau gunung tujuh
    – danau lingkat
    – bukit khayangan
    – air terjun 3 tingkat deret di kumun
    – air hangat semurup
    -air hangat sungai tutung
    – bukit tengah
    – desa renah kayu embun
    – gunnung raya
    – air terjun pancoran rayo
    – air terjun sumedang
    – air terjun merangin
    dan masih banyak lagii.
    Negri sakti dan keramat itulah kerinci.
    (KERINCI SEKEPAL TANAH SYURGA)

    info:
    epon.espanola@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s