Mandi Emas di Goa Salirang

Objek wisata andalan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah adalah kawasan wisata Batu Raden. Kawasan ini berada kurang lebih 15km utara dari kota purwokterto, tepat berada di lereng gunung Slamet. Akses menuju ke Batu Raden dari Purwokerto sangatlah gampang, karena sudah dapat di jangkau dengan mudah dengan kendaraan umum dari KebonDalem Purwokerto.

Goa Salirang

Didalam kawasan wisata Batu Raden, Banyak sekali objek wisata yang bisa dilihat dan dinikmati antara lain adalah air terjun, kebun raya, pancuran dan goa. Salah satu objek wisata yang paling menarik di Batu Raden adalah pancur Pitu (7) dan Goa Salirang.

Memasuki kawasan wisata Batu Raden, kita akan disuguhi sejuknya cuaca dan pemandangan indah dari gunung Slamet. Tidak jauh dari pintu masuk ada air terjun kecil yang biasanya rame dikunjungi oleh masyarakat setempat. Beberapa tampak asik bermain air dan melompat dari air terjun sementara yang lain sibuk mengabadikan moment tersebut.

Air terjun dan jembatan

Sebelum menuju pancuran 7, ada pancuran lain yang jumlahnya lebih sedikit yaitu pancuran 3. Pancuran disini adalah mata air hangat bercampur belerang yang memancar keluar dari celah celah batu. Sesuai namanya, dipancuran 3 terdapat 3 pancuran menjadi sumber mata air belerang yang mengalir terus menerus.

Pancur tiga

Disamping pancuran tiga terdapat kolam berwarna kekuningan dengan air yang mendidih dan mengeluarkan asap belerang. Sangat berbahaya sekali bila berada di dekat kolam tersebut. Dibawah dari pancuran tiga terdapat mata air lain yang bersuhu dingin dan tidak berbau belerang. Biasanya pengunjung mandi atau sekedar mencuci muka di pancuran 3 kemudian membilasnya di pancuran yang tidak mengandung belerang.

Kolam panas belerang

Setelah puas bermain di pancuran 3, saatnya menuju tujuan utama saya yaitu pancuran pitu (7) dan goa salirang. Berbeda dengan yang lain, pancuran 7 berada jauh dari pintu masuk utama kawasan batu raden, yaitu berjarak kurang lebih 2,5 kilometer. Untuk menuju kesana bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun angkot, dan bisa pula dengan berjalan kaki mengitari jalur bumi perkemahan batu raden. Saya memilih untuk berjalan kaki kesana sambil menikmati pemandangan lereng gunung selamet yang banyak ditumbuhi pepohonan (pohon damar?). Perjalanan menuju lokasi pancuran tujuh memang menanjak, namun tidak perlu takut tersesat karena sudah disediakan papan penunjuk jalan serta jalan setapak dan tangga yang dilalui cukup jelas.  Setelah sampai dikawasan parkir pancuran tujuh,  barulah jalanan menurun. Untuk sampai kelokasi, harus menuruni ratusan anak tangga terlebih dahulu. Akhirnya setelah bersusah payah, saya sampai juga di kawasan pancur tujuh.

jalan menuju pancur 7

Sama seperti pacuran 3, di pancuran 7 ini terdapat dinding belerang berwarna orange kekuningan. Dari dinding itu mengalir air belerang dari 7 buah mata air yang berbeda. Hebatnya lagi, ternyata suhu ke 7 mata air itu tidak sama satu dengan yang lainnya. Dari kiri ke kanan suhu air pancuran semakin lama semakin meningkat.

pancur tujuh

Tampak banyak wisatawan yang antri ingin merasakan air belerang yang berasal dari 7 sumber yang berbeda tersebut. Kebanyakan dari mereka mencuci tangan atau muka sambil berdoa untuk kesembuhan dll.  Dibawah pancuran tujuh, sebagian wisatawan sibuk yang berfoto ria di gundukan batu yang di aliri air belerang yang berwarna kekuningan. Disamping pancuran 7 terdapat bangunan yang katanya adalah petilasan Mbah Atas Angin atau yang dikenal sebagai Syekh Maulana Magribi. Keterkaitan antara tempat ini dan pancur tujuh tidak saya ketahui dengan jelas.

petilasan Mbah Atas Angin

Menurun lagi kebawah dari pancuran tujuh, saya menemukan goa dan lereng lereng yang diselimuti oleh belerang. Goa itu adalah Goa Salirang. Goa ini sangat indah sekali karena mulut goanya di seliputi lapisan belerang yang berwarna kuning orange. Saat terkena matahari dan air, warna belerang ini berkilau seperti emas.

Tebing belerang

Dari atas bukit kecil yang berada diatas goa, mengalir air terjun kecil yang airnya (sepertinya) berasal dari pancuran 7. Air yang mengalir itu jatuh tepat di depan mulut Goa Salirang sehingga menambah keindahan Goa ini.  Kalau sudah sampai di Goa Salirang, jangan lupa untuk mandi dan merasakan hangatnya air belerang yang berasal dari gunung Slamet.

mandi air belerang

Selain menghabiskan waktu dengan mandi, penduduk lokal disini juga menyediakan jasa untuk pijat dan lulur menggunakan belerang yang diambil dari kawasan ini. Wah rasanya menyenangkan sekali….

Goa Salirang

Setelah puas, akhirnya saya putuskan untuk meninggalkan lokasi ini dan kembali menuju pintu masuk batu raden. Perjalanan pulang cukup melelahkan karena harus melewati ratusan anak tangga. Untungnya saat sampai didepan pintu gerbang pancuran tunjuh, ada angkot yang menunggu sehingga saya bisa pulang lebih cepat tanpa harus bercapek capek berjalan kaki lagi.

11 thoughts on “Mandi Emas di Goa Salirang

  1. bang ardin dah pernah mampir ke tanah kelahiran saya “banyumas” ternyata ya… mantep foto2ne… ke purwokerto blum lengkap kalo lum makan mendoan bang ardin, ^^

  2. iya tempe mendoan,, itu makanan khas banyumas itu,, lo dah makan itu berarti dah sah jalan2nya di purwokerto, ^^

    oh ya sekalian rekomendasi ne, walaupun dulu daerah konflik tp aceh punya pesona yang cukup oke lo,, dari pantai2nya n gadis2nya yg manis, he… ayo bang ardin berkunjung ke aceh…..

    • saya udah makan mendoan itu kok ( sah kan) …

      iya aceh memang salah satu tujuan saya berikutnya karena di sumatra cuma aceh dan bengkulu saja yang belum saya injak.,, semoga suatu saat bisa kesana..

      btw sekarang lg domisili di aceh ya?

  3. udah sah berrti,, tambah sah lagi kalo makan getuk goreng haji tohirin, he..
    yup bang bro,, sekarang/sementara ini masih berdomisili di aceh… pulau weh atau dikenal sabang juga alamnya masi asri n pantainya bagus…

  4. iya mantep itu bang bro,, walpun blm pernah coba sndri klo snorkling di sabang, tp kata temen2ku si bagus, haha… sering ke sabang tp urusan kerjaan jd ga sempet nyoba…
    btw klo jd ke aceh butuh informasi sputaran banda aceh dan sabang saya siap membantu bang ardin.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s