Jadi Guide dadakan di Madinah

Setelah beberapa hari di madinah, sudah tibalah saatnya untuk berziarah dan berkunjung ke beberapa tempat di Madinah Al Munawwarah. Tempat itu antara lain adalah Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Kebun Kurma, Jabal Uhud, Percetakan Alquran, dll. Pagi pagi sekali setelah sholat subuh di masjid Nabawi dan sarapan sebentar, bis bis yang akan mengantar keliling sudah mulai bermunculan. Para jamaah pun sedikit demi sedikit mulai naik kebis sesuai dengan rombongan masing masing, walaupun tetap ada juga yang sembarangan naik.

Salah satu sudut kota Madinah

Setelah semua anggota lengkap, barulah bis melaju. Disinilah saya baru sadar bahwa di dalam bis tidak ada Guide. Yang ada cuma supir berkebangsaan mesir dan seorang pendamping (tetapi tidak mau jadi guide). Katanya yang biasa menjelaskan apa apa saja yang dikunjungi adalah Ketua Rombongan alias Karom. Sebagai karom, mau tidak mau akhirnya saya menyanggupi untuk menjelaskan sebisa saya. Padahal saya sendiri belum pernah melihat dan mengunjungi tempat tempat itu sebelumnya. Jadilah saya hari itu sebagai Karom merangkap Guide dadakan.

Untung saja didalam tas dokumen saya selalu membawa buku panduan haji dan umrah serta beberapa buku lain yang didalamnya terdapat informasi dan foto mengenai tempat yang akan di kunjungi. Setidaknya dari buku itu bisa lebih menambah kata kata yang mau di ucapkan. Haha…

Masjid Quba

“Disebelah kiri, bapak dan ibu sekalian dapat melihat sebuah masjid , masjid ini adalah masjid Quba. Masjid yang pertama kali di bangun oleh Rosulullah Saw, bla bla bla…” begitulah kira kira kata kata yang keluar dari mulut saya. Masjid ini berada di sebelah Barat Daya Kota Madinah, kira kira 4 kilometer lah jaraknya. Masjid ini dibangun sendiri oleh Rosulullah saw dalam perjalanan hijrah dari mekkah. Didalam masjid ini sangat di anjurkan untuk sholat karena pahalanya sama dengan umrah.

Masjid Quba

Setelah bis parkir, muncullah masalah lagi. Kondisi masjid Quba saat itu sangat ramai sekali. Dalam keadaan ramai seperti itu sangat rentan sekali untuk terpisah dan tersasar, terutama mereka yang sudah lansia. Jadilah kita semua jalan iring beriringan supaya bisa saling melihat satu sama lain, tapi tetap saja saat sampai didalam terpisah semua.

Interior Masjid Quba

Setelah sholat sunah di dalam masjid Quba, barulah kami semua saling tunggu menunggu didepan pintu masuk masjid Quba. Setiap karu mengecek anggotanya masing masing supaya tidak ada yang tertinggal disini. Prosesnya memang cukup lama karena ada beberapa anggota yang hilang ntah kemana. Setelah semua terkumpul barulah kemudian kami kembali melanjutkan perjalanan.

Kebun Kurma

Lokasinya tidak jauh dari masjid Quba, kalau tidak salah tidak sampai 15 menitan. Tempatnya kecil, cuma ada tampak kebun kurma dan sebuah tempat semacam swalayan yang menjual beberapa buah buahan dan kacang kacangan khas arab. Kebun kurmanya mirip mirip dengan kebun sawit, tapi dengan kondisi yang lebih tandus. DIsini juga ada minuman teh gratis dan mencicipi buah kurma hijau yang masih agak mentah secara gratis.

Kebun Kurma

Sebenarnya yang jadi sasaran jamaah bukan kebun kurmanya tapi berburu aneka kurmanya yang ada di dalam toko. Mungkin ada kerjasama antara sopir dengan pemilik toko kurma sama, sama tukang becak di jogja yang suka mengantarkan penumpangnya ke toko cinderamata padahal tidak diminta. Kalau tidak di ingatkan, ibu ibu jamaah yang berbelanja disini suka lupa diri dan lupa waktu, sementara masih banyak lagi tempat lain yang harus dikunjungi. Jadi tidak lama disini kami langsung arahkan ke tempat berikutnya yaitu di Jabal Uhud.

Toko Kurma

Jabal Uhud

Jabal Uhud adalah sebuah gunung besar yang berada di sebeah utara Madinah al-Munawwarah. Berjarak kira kira 5 kilometer dari masjid Nabawi. DiGunung inilah pernah terjadi pertempuran yang dasyat antara pasukan islam yang dipimpin oleh Rosulullah Saw dan kaum Musyrikin Quraisy yang dikenal dengan perang Uhud. Dalam peperangan ini pasukan islam kalah dan banyak yang gugur. Di Kaki Jabal Uhud tampak beberapa makam syuhada. Dibawah Jabal Uhud terdapat sebuah bukit yang disebut dengan Jabal Al Rumat (pemanah).

jabal Uhud

Saya sendiri sulit berkonsentrasi dan menikmati kenangan sejarah di Jabal Uhud karena sibuk memperhatikan anggota rombongan  supaya jangan sampai terpisah dari rombongan. Baru mengalihkan perhatian dan berdoa sebentar di dekat makan para syuhada, eh anggota rombongan sudah berpencar entah kemana, bahkan sudah ada yang ada di puncak jabal Rumat.

memberi tanda

Hari makin siang, satu persatu anggota rombongan kembali ke bis masing masing termasuk saya. Semua anggota rombongan sudah terkumpul kecuali satu orang, kamipun menunggu satu orang itu untuk kembali ke bis. 10 menit, 20 menit, 30 menit belum datang juga. Ditelpon tidak di angkat. Saya takut kalau kalau dia tersesat atau malah tidak tau jalan pulang ke bis karena banyaknya bis yang parkir disini. Untuk menarik perhatian, saya berdiri disamping bis sambil mengayun2kan scraf berwarna hijau berharap dia melihat dari kejauhan. Ditunggu cukup lama tidak ada tanda tanda juga. Barulah beberapa saat kemudian saya dapat informasi dari temannya bahwa ternyata dia sudah berangkat duluan dengan bis dari rombongan lain. Ya Allah….…..

Masjid Qibalatain

Waktu itu karena sudah kesiangan dan mengejar sholat arbain (zuhur) di Masjid Nabawi jadi kami Cuma lewat aja di depan masjid Qiblatain ini. Sebuah masjid yang pernah memiliki 2 kiblat.

masjid Qiblatain

 Jalan jalan berikutnya masih berlanjut di hari berikutnya, menuju 2 tempat yaitu jabal magnit dan percetakan alquran.

Jabal magnit

Ada sebuah daerah diluar madinah yang cukup unik karena memiliki medan magnit yang cukup kuat. Nama daerah itu adalah Jabal magnit. Tempatnya sebenarnya agak jauh juga dari madinah.Kira kira 45 menit dengan menggunakan bus. Kawasan Jabal Magnet bukan tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Lokasinya dikelilingi gunung-gunung batu yang tinggi. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan tanah-tanah gersang yang mengering karena sangat jarang diguyuri hujan. Kesitimewaan tempat ini adalah karena kekuatan magnit di daerah ini yang bis menarik mobil/ bis sampai dengan kecepatan 120 km/jam dengan kondisi netral!.

Bis bergerak sendiri

Tapi kami tidak turun dari bis, hanya menyaksikan bagaimana bis bergerak mundur di sebuah jalan turunan dengan kondisi netral. Suatu ke ajabain dan misteri yang belum terpecahkan.

Percetakan Alquran terbesar di Dunia

Tempat percetakan alquran ini letaknya berada di pinggiran kota madinah, berjarak tempuh sekitar 10 kilometer dari kota Madinah Almunawarroh ke arah kota Tabuk. percetakan Alquran itu luasnya mencapai 250 ribu meter persegi dengan puluhan gedung berderet-deret. Gedung-gedung itu antara lain lokasi percetakan, asrama pengurus, tempat perbaikan alat percetakan, poliklinik, kafetaria, gudang penyimpanan hasil produksi, dan gudang pemusnahan sisa-sisa produksi Alquran yang cacat. Ada juga gedung pusat pelatihan petugas, pusat pengembangan Dirosah/Pembelajaran Alquran, asrama petugas, asrama penginapan tamu, tempat pejabat VIP, tempat pembuatan CD Alquran, tempat video sejarah Alquran untuk tamu, dan sebagainya.

Sisi Luar

Begitu masuk kedalam kawasan percetakan alquran, nanti jamaah laki laki dan wanita akan dipisahkan. Jamaah yang wanita Cuma diperbolehkan melihat sebatas pintu masuk dan galeri2 alquran. Sedangkan jamaah laki laki diperbolehkan masuk kedalam dan melihat langsung pabrik dan proses pembuatan alquran dari jauh. Pemeriksaan oleh petugas untuk masuk kedalam cukup ketat sebagai upaya menghindari hal hal yang tidak di inginkan.

Percetakan alquran

Didepan percetakan ini terdapat sebuah Alquran besar. Saya bermaksud diam diam kesana untuk mengambil beberapa foto tapi baru beberapa langkah saja saya sudah dihentikan dan di usir oleh petugasnya😦

Masjid masjid disekitar masjid Nabawi

Tidak hanya masjid nabawi saja yang menjadi daya tarik di Madinah, namun ada beberapa masjid kecil lagi di sekitaran masjid nabawi yang bisa dikunjungi dan di ziarahi. Diantaranya yang pertama adalah Masjid Ali bin Abi Thalib yang berjarak sekitar 290 meter dari Masjid Nabawi. Masjid kedua adalah masjid Ghamamah atau Masjid Mushola. Letaknya sebelah barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 305 meter. Rasulullah pernah shalat Ied di tempat ini, hingga dikenal dengan nama Masjid Musholla.

Masjid Abu Bakar Siddiq

Yang ketiga adalah masjid Abu Bakar al-Shiddiq. Jaraknya sekitar 335 m dario Masjid Nabawi dan 40 meter dari Masjid Ghomamah. Dan yang terakhir adalah Masjid Umar bin al-Khattab. Masjid seluars 325 m persegi ini terletak di barat daya Masjid Nabawi dan berjarak sekitar 455 meter dari Masjid Nabawi.

Jalan jalan di sekitaran Masjid Nabawi

Di sekitaran masjid nabawi cukup banyak hal yang bisa kita lihat antara lain masjid, bangunan hotel yang megah, bangunan bangunan pemerintahan, pusat perbelanjaan dan taman.

rrr… aku tidak tau gedung apa ini. mungkin kantor camat kali..

Di belakang dari masjid Nabawi ada terdapat pasar kurma. Dari Masjid Nabawi, Anda cukup berjalan ke arah Kubah Hijau dari arah Baqi. Bila wajah Anda sudah menghadap ke arah Kubah Hijau dan membelakangi Baqi, berjalanlah lurus ke depan. Tak berapa lama, Anda akan melihat Pasar Kurma di sisi sebelah kanan. Pasar ini cukup luas dengan  outlet-outlet kurma berjajar. Dijamin tak kesulitan menemukan pasar ini. Daripada membeli kurma di Kebun kurma lebih baik beli disini karena pilihannya jauh lebih banyak dan harganya lebih murah.

Pasar kurma

Waduhh.. capek juga keliling keliling madinah ya… nulisnya juga ga kalah capeknya.. disambung lagi dipostingan berikutnya ya… wassalam..

5 thoughts on “Jadi Guide dadakan di Madinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s