Haji dan Umrah : Menuju Arab Saudi

Melaksanakan ibadah Haji dan Umrah adalah dambaan setiap umat Islam di dunia ini. Tua, muda, jauh , dekat, hitam, putih, semuanya berlomba lomba ingin mengunjungi Tanah Suci di Mekkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah. Tidak terkecuali saya. Alhamdulillah, Pada tahun lalu (Oktober – November 2011) saya mendapat kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah,  Sebuah perjalanan Religius sekaligus perjalanan wisata ke Arab Saudi.

Dan inilah dia cerita saya..

Map Arab Saudi

Eits, sebelumnya saya tidak akan banyak membahas mengenai apa itu Haji dan Umrah, fiqihnya, Tata cara, rukun, syarat dan sebagainya karena itu semua sudah dijelaskan secara jelas pada saat pelaksanaan manasik Haji. Selain itu juga Panduan mengenai apa itu haji dan umrah sudah jelas tercatat di Buku penuntun Haji dan Umrah yang dibagikan sebelum berangkat bersama dengan buku doa, dll. Di Postingan ini saya akan lebih menitik beratkan pada pengalaman pribadi saya, tips dan trik, dll selama pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah.

Jauh sebelum keberangkatan usahakan untuk selalu ikut manasik Haji dari KBIH masing masing dan dari pemerintah. Kesempatan untuk melaksanakan Haji dan Umrah ini sangat sulit dan langka jadi sangat disayangkan sekali bila sampai salah pelaksanaan gara gara tidak tau dengan jelas tata caranya. Selain itu ikuti semua pemeriksaan kesehatan (2x) dan juga suntikan vaksin meningitis agar kondisi kesehatan selama perjalanan Haji dan Umrah bisa terpantau dan dalam keadaan seoptimal mungkin.

Sekedar info, Perjalanan Haji dan Umrah ini akan dibagi 2 gelombang, gelombang pertama lewat Madinah baru kemudian ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji dan Umrah lalu pulang lewat Jeddah. Gelombang pertama ini biasanya adalah gelombang yang awal awal diberangkatkan sebelum pelaksanaan Haji (9 dzulhijah) . Gelombang kedua dari Jeddah kemudian Ke Mekkah untuk Haji dan Umrah lalu pulang ke Indonesia lewat madinah.

Saya adalah calon jamaah haji asal kota Jambi, berangkat dari embarkasi batam menuju Arab Saudi. Kebetulan waktu itu rombongan saya adalah kloter 2, jadi merupakan kloter kloter awal yang diberangkatkan dan masuk ke dalam penerbangan gelombang pertama.

Sebelum berangkat, akan di bagikan 3 tas, berupa 1 tas koper besar, 1 tas jinjing dan 1 tas dokumen. Tas koper besar itu nantinya akan diserahkan sebelum keberangkatan dan baru akan ketemu lagi ketika sudah sampai di hotel di Madinah.  Jadi isilah koper besar itu dengan barang barang yang kira kira akan digunakan selama di Mekkah dan Madinah. Apa saja itu? Kalau saya sih isinya adalah 2 baju koko, 2 baju batik, 2 sarung, 2 celana panjang, 2 celana pendek, 1 kopiah, 1 sajadah kecil, singlet dan pakaian dalam secukupnya. Selain itu boleh juga bawa sleeping bag, obat2an, tali, kaos kaki, kacamata hitam, sandal jepit 1 pasang. Kalau perempuan mungkin lebih banyak lagi. Tapi jangan terlalu banyak yak karena maksimal barang bawaan dikoper adalah 32 kilogram. Ohya, kalau membawa batrai AA atau AAA, jangan diletakkan dalam satu tempat tapi disebar di antara pakaian supaya tas  tidak dibongkar di bandara seperti yang terjadi dengan tas saya.

Mengenai pakaian ihram, boleh dibawa boleh juga tidak. Lebih baik sih tidak karena di Madinah banyak sekali yang menjual pakaian ihram dengan harga yang murah dan kualitas lebih baik daripada di Indonesia. Kecuali yang terbang di gelombang kedua, mau tidak mau harus bawa pakaian Ihram didalam tas jinjing sejak dari indonesia.

Sebelum tas koper besar ini diserahkan, sangat bijak sekali kalau tas ini diberi tanda dulu khas dulu. Hal ini disebabkan nanti selama di bandara dan penginapan, tas koper besar ini akan sama semua bentuk dan besarnya, apalagi saat ditumpuk tumpuk, yang membedakan cuma nama didepan tas yang terkadang tetap sulit dibedakan. Jadi buatlah sekereatif mungkin tanda di Tas Koper besar supaya gampang dikenali. Yang paling mudah adalah dengan mengikatkan sejumlah kain warna warni yang mencolok pada handle dan tepi atas dari koper. Dari jarak ratusan meter pasti langsung ketahuan.

Koper besar saya jahit dengan batik sebagai salah satu penanda

Tas kedua adalah tas jinjing yang digunakan untuk membawa barang barang yang diperlukan selama perjalanan dari Tanah Air ke Tanah Suci. Isilah Tas jinjing ini dengan kebutuhan sehari hari seperti 1 stel pakaian ganti, handuk kecil, peralatan mandi, peralatan dandan, dll. Nah kalau tas dokumen disini dengan PASPORT!. Yang ini jangan sampai lupa dan ketinggalan karena passport inilah tanda pengenal kita. Selain passport, isi juga dengan buku-buku doa, buku panduan, sebagian uang, dan kamera pocket.

Isi tas jinjingku

Sebelum berangkat menuju tempat embarkasi (Batam), semua jamah haji baik yang berasal dari kota maupun kabupaten akan dikumpukan dulu di asrama haji kota asal ( Jambi). Disana akan ada semacam acara sambutan dan acara pelepasan serta doa doa sebelum berangkat. Pesawat yang mengangkut dari Jambi ke batam pada saat itu menggunakan maskapai Sriwijaya Air. Karena muatan pesawat yang tidak mencukupi untuk membawa langsung 1 kloter jamaah (kira kira 350 orang) jadi penerbangan ke Batam di bagi 2 kali penerbangan. Untungnya saya dapat penerbangan yang pertama hehe… Dari asrama haji jambi, kami semua langsung diantar dengan bis besar menuju bandara sambil di kawal oleh polisi dan di arak arak oleh keluarga calon jamaah di belakang. Bis akan langsung mengantarkan jemaah ke landasan pesawat tanpa melalui prosedur check ini dulu di bandara.

Doa doa sebelum diberangkatkan ke Batam

Sesampainya dibatam, bis akan langsung menjemput jamaah dan dibawa ke asrama haji batam. Sama seperti saat di Jambi, di Batam pun nanti akan ada semacam upaca penyambutan dan sedikit arahan dari petugas Haji, Ketua Kloter, PPIH dan TKHI. Untung saja begitu masuk kami langsung disuguhi snack dan minuman hangat, lumayanlah untuk menganjal perut yang sudah lapar dari tadi. Di batam akan di dilakukan pemeriksaan kesehatan sekali lagi, dan pemberian gelang tanda pengenal (berisi nama, kloter, embarkasi, nomor passport dan lambang Indonesia). Selain gelang akan dibagikan pula uang bekal kepada masing masing jamaah sebesar 1500 Riyal. Masih kurang? Bagi petugas kloter seperti Karom dan Karu akan mendapat tambahan insentif masing masing sebesar 300 Riyal dan 200 Riyal.

Selamat datang di batam

Sebagai info lagi, setiap Kelompok Terbang ( Kloter) akan diketuai oleh seorang Ketua Kloter dengan jumlah jamaah perkloter skitar 350 orang. Ketua Kloter ini nanti akan di dampingi oleh PPIH (Pembimbing ibadah haji) dan TKHI ( petugas kesehatan) yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat. Setiap Kloter akan dibagi lagi menjadi 10 rombongan yang masing masing diketuai oleh Ketua Rombongan (Karom), satu rombongan bisa berisi 30-40 orang. Nanti disetiap rombongan akan dibagi lagi menjadi 4 regu kecil berjumlah kurang lebih 10 orang/regu yang diketuai oleh Ketua Regu (Karu).

Pengarahan dari ketua kloter, PPIH dan TKHI

Alhamdulillah entah kenapa saya ditunjuk menjadi Karom rombongan 4 yang membawahi 39 orang jamaah. Untuk menjadi Karom tentunya tidak mudah karena harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, tau benar tentang hukum dan tata cara Haji dan Umrah, tau kondisi di Arab, setidaknya pernah atau punya pengalaman di Arab sebelumnya. Dan ternyata saya tidak memiliki itu semua.. *tepok jidat. Tapi nekat saya tetap laksanakan amanah sebagai Karom itu dengan harapan bisa menjadi ladang untuk mencari pengalaman, pengetahuan, dan ibadah. Amin

Setelah acara sambutan dan pemberian gelang dan uang, para jamaah akan diberi nomer kamar dan tempat tidur untuk beristirahat. Kamar di Asrama haji cukup lapang dan bersih. Satu kamar di isi untuk 4 orang dengan tempat tidur masing masing. Begitu sampai dikamar, makan siang berupa ketring pun sudah siap didalam kamar masing masing jadi tidak perlu repot repot lagi keluar untuk mengambil makanan. Para Jamaah akan di karantina didalam asrama dan dilarang keras keluar dari asrama. Kalau ada keluarga cuma dibolehkan bertemu di ruang tamu asrama. Selain itu jamaah juga dilarang membeli makanan apapaun diluar asrama dengan alasan untuk menjaga kesehatan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Sorenya para jamaah akan di bimbing kembali mengenai tatacara haji dan umrah supaya lebih mantap. Di dalam asrama haji batam ada semacam replica ka’bah dan tempat sai yang digunakan untuk memperagakan tata cara tawaf dan sai.

Lewat tengah malam baru kami akan diberangkatkan menuju Madinah. Tapi dari jam 11 malam seluruh jamaah 1 kloter sudah berada dalam aula untuk siap siap diberangkatkan. Supaya tidak amburadul dan rebutan naik bis, para jamaah dipanggil berdasarkan urutan. Dan itu lama sekali…. Di Bandara Hang nadim pun batam pun sama, semua jamaah dikelompokkan berdasarkan nomor rombongan dan sedikit diberi pengarahan lagi sebelum naik pesawat.

Pesawat yang kami tumpangi dari dan menuju arab Saudi adalah Saudi Arabia Airlines, bukan Garuda. Pesawat besar, bertingkat, dan cukup nyaman. Didalam pesawat terdapat layar proyeksi dari gps untuk melihat posisi pesawat sudah berada. Udik banget nih soalnya baru pertama kali naik pesawat besar.  Pesawat berangkat sekitar jam 3an pagi WIB. Ngantuk sekali rasanya, tidak lama kemudian saya sudah tertidur aja.

Suasana didalam pesawat

Pagi pagi saya baru terbangun karena ada pembagian makanan berupa ayam/daging dan minuman jus. Rasa makanannya hmmm…. Agak kurang sopan kalau dibilang tidak enak tapi memang begitu kenyataannya. Waktu terus berlalu dan hari nampaknya semakin siang. Jam ditangan saya sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Tampak beberapa jamaah Nampak asik melaksanakan sholat zuhur, padahal kalau dipikir pikir pada waktu itu belum masuk waktu zuhur karena waktu di Arab 4 jam lebih cepat. Ah sudahlah…

Sekitar jam 15.00 WIB atau jam 11 pagi Waktu Arab Saudi, pesawat akhirnya mendarat juga di Bandara di Madinah. Lupa bandaranya apa kalau tidak salah Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA). Rasanya semua jamah sudah tidak sabaran ingin turun dari pesawat. Begitu menginjakkan kaki di Madinah, sebagian jamaah langsung bersujud sebagian lagi tampak berdoa. Saya sih berdoa sebentar langsung dilanjut dengan acara foto foto. Kesan pertama saya begitu sampai dan menginjakkan kaki dimadinah adalah : PANAS. Ya memang udaranya panas menyengat, tidak hanya itu, selain panas juga kelembapan udara sangat rendah jadi udara terasa panas dan kering sekali. Dikiri kanan cuma ada pemandangan bukit bukit coklat gersang tanpa ada pepohonan sedikitpun.

Sampai juga di bandara AMAA madinah

Ada kejadian lucu disini. Pada saat kami turun dari pesawat, kami dijemput oleh mobil bandara yang mengantarkan jamaah dari lokasi parkir pesawat menuju terminal bandara. Setelah semua penumpang masuk mobil, mobilpun melaju menuju terminal. Ternyata eh ternyata 1 menit kemudian kami sudah sampai didepan pintu masuk terminal bandara yang letaknya cuma berada di seberang tempat parkir pesawat tadi. Astagaa, padahal kalau jalan kaki tidak sampai 10 meter,tapi ini malah dibawa muter dulu pakai mobil. Haha..

Dibandara hal yang pertama diperiksa adalah kartu kesehatan, lalu passport. Setelah itu baru mengambil koper besar. Nah pada saat inilah guna penanda berupa kain warna warni yang di ikat pada koper. Jadi dengan gampang saya bisa menemukan koper saya di antara ratusan koper lainnya. Karena yang lain mengangkut sendiri, sayapun ikut2an angkut ke bis dengan menggunakan jasa porter. Porter itu minta uang jasa sedangkan uang Riyal saya tidak ada yang pecahan dibawah 50 Riyal. Masa mau dikasih 50 Riyal? Atau dikasi duit Indonesia? Mana mau… akhirnya saya jelaskan dengan bahasa tarzan kalau saya tidak ada duit kecil, untung saja dia bisa mengerti ( atau malah bingung) da membiarkan saya pergi dengan koper saya. Itulah kesalahan saya yang pertama, ternyata koper koper itu tidak usah kita yang angkut, karena nantinya akan di angkut sendiri oleh petugas menuju hotel, baru nanti di hotel koper tersebut di ambil.

Bis bis yang membawa jamaah dari bandara ke penginapan sudah berada diparkiran dengan nomor rombongannya masing masing, namun tetap saja para jamaah naik seenaknya kedalam bis tanpa menyesuaikan dengan nomor rombongan. Akibatnya saya sebagai Ketua Karom terpisah dengan rombongannya yang tersebar entah dimana. Tapi tidak apa apalah toh semua menuju 1 hotel yang sama. Ohya, mengenai bisnya, ehemm.. saya cukup berbangga dengan Indonesia karena kondisi bis di Indonesia jauh lebih baik daripada disini.

Gersang

Sistem pembagian kamar di Hotel Madinah ini adalah siapa Karom yang cepat sampai, dia yang dapat kunci kamar duluan. AKibatnya ketua karom yang tidak tau apa apa seperti saya selalu dapat kebagian yang terakhir. Hotelnya saja saya tidak tau bagaimana bisa cepat sampai?. Setelah 9 Karom yang lain mendapat kunci kamar untuk rombongannya masing masing, barulah akhirnya saya mendapat giliran terakhir. Dan inilah cobaan pertama saya sebagai Karom, huhuhu….

Bis bis dan hotel

Pas giliran saya, ternyata ada masalah dengan jumlah jumlah bed dan jumlah kamar. Akibatnya sang resepsionis sibuk lagi menghitung hitung dan mencari bagian mana yang salah. Dan itu lamaaaaa sekali….. Sementara rombongan yang lain sudah berisitirahat didalam kamarnya masing, rombongan saya masih terlantar diloby menunggu ketidak pastian. Beberapa kali saya tanya, tapi jawabannya tetap sama yaitu menyuruh saya untuk menunggu. Benar benar ujian kesabaran. Sekitar jam 4 waktu setempat barulah saya dapat kunci kamar, itupun jumlah kamar dan bednya tidak mencukupi. Namun apa boleh buat daripada anggota saya terlantar di loby. Normalnya satu kamar di isi 2-4 orang jamaah tergantung dengan besarnya kamar, namun karena rombongan kami kekurangan kamar akhirnya ada yang sekamar ber5 bahkan ber7.

“agak” berantakan sedikit

Walaupun susah payah, akhirnya semua dapat kamar masing masing. Setelah berisitrahat dan membagi bagikan makanan ketring kepada seluruh anggota rombongan, barulah saya bisa sedikit bernafas lega. Selamat datang di madinah, Kota Rosul, Terimakasih atas kejutan dan sambutannya ketika saya datang, takkan terlupakan.

Selamat datang di Kota Rosul

Dimadinah kami akan melakukan ibadah yang disebut dengan sholat arbain dan ziarah mengunjungi beberapa tempat menarik di Madinah. Apa saja itu? Di postingan berikutnya ya….

5 thoughts on “Haji dan Umrah : Menuju Arab Saudi

  1. terima kasih sudah menulis ttg pengalaman berhaji via Batam ke tanah suci. kebetulan ibu saya sedang menunaikan ibadah haji bulan september ini, gelombang pertama kloter ke2 dan kami juga orang jambi, tentunya ke tanah suci via batam. lewat tulisan ini, keinginan saya semakin besar untuk dapat bertamu ke rumah Allah…semoga secepatnya amiin YRA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s