Perpisahan dengan Tanjung Pandan

Belum puas rasanya menjelajah pulau belitung, namun apa boleh buat saya harus kembali ke rutinitas biasanya. Jam jam terakhir saya habiskan dengan berkeliling kota Tanjung Pandan. Beberapa tempat yang akan saya singgahi diantaranya adalah Tanjung pendam,  monumen batu Satam, Museum Tanjung pandan, mencoba mie belitong dan pulang melalui bandara H.A.S hananjoeddin. Mengenai Pantai tanjung pendam, sudah pernah saya postingkan sebelumnya disini jadi tidak akan saya bahas lagi. hehe..

Pusat kota dari Tanjung Pandan ditandai dengan sebuah monumen berbentuk batu besar. batu itu adalah batu Satam. Satam ya, bukan satan. Batu ini hanya ada di belitung loh, dan dipercaya berasal dari meteor yang jatuh kebumi. batu satam inilah yang tampaknya menjadi icon baru belitung. Monumen batu satam ini berada di bunderan simpang 5 (atau 6 ya?). Yang unik adalah di simpang ini sama sekali tidak ada traffic light.. hahaha mantap..

Monumen Batu Satam

(sumber foto)

Mie Belitong

Berbeloklah ke jalan sriwijaya karena disini ada beberapa penjual mie belitong yang enak sekali. Karena sudah sangat lapar sekali akhirnya saya mampir sebentar menikmati enaknya mie belitong. yang Terkenal sih mie belitong Atep namun yang lainpun tidak kalah enak loh rasanya, malahan lebih murah. Mie belitong terdiri dari mie, udang, kentang, tahu, toge, emping yang diguyur dengan kuah kental yang rasanya agak asam manis. Rasanya bikin nagih banget haha…

Mie Belitong

Museum tanjung pandan

Setelah puas menikmati mie belitong yang maknyus itu, saya menuju ke museum tanjung pandan yang lokasinya tidak begitu jauh dari tanjung pendam. Koleksi yang dimiliki museum ini cukup beragam dan lengkap. Antara lain berbagai guci, keramik dari negeri cina, pakaian adat tionghoa, koin kuno, aneka keris dan benda pusaka serta atribut atribut sejarah lainnya yang berhubungan dengan penambangan biji timah. Yang mencolok adalah koleksi batu batunya. Ada berbagai macam batu yang dipamerkan disini (yang saya tidak begitu menegerti)..

Museum Tanjung Pandan

dibelakang museum terdapat arena bermain kecil dan kebun binatang mini. Untuk masuk kesini harus lewat museum dulu. koleksinya juga lumayanlah…

Koleksi berbagai batu

Saatnya pulang

Ada banyak alternatif yang bisa di gunakan untuk meninggalkan pulau belitung. Namun yang paling gampang adalah dengan menggunakan pesawat menuju Jakarta. Waktu tempuhnya cuma Tanjung Pandan – jakarta cuma 45 menit. Tapi jarak dari Tanjung pandan ke Bandaranya yang agak repot karena lumayan jauh kira2 1o km.

bandara H.A.S Hananjoeddin

Kalau mau nyebrang lagi ke Bangka, sama aja seperti waktu nyebrang dari Bangka ke belitung, yaitu menggunakan kapal Bahari Ekspress. tapi berangkatnya dari pelabuhan Tanjung Pandan pagi pagi bro sekitar jam 7. Dari bangka bisa naik pesawat ke palembang atau ke jakarta. Atau mau naik kapal feri ke Palembang juga bisa loh…

Kalau saya sih naik pesawat dari Tanjung Pandan ke jakarta.

4 thoughts on “Perpisahan dengan Tanjung Pandan

  1. Salam kenal Mas Ardin..tulisannya mengenai Belitung, menarik sekali. Mas untuk keliling di Belitung peflu berapa hari ya, dan apakah kendaraan sewaan di sana gampang diperoleh? Terima kasih..

  2. Woooow, teman-temin, jangan lupakan belitung. Begitu ada waktu please, langsung saja ke sana. Bangka or Belitung keduanya punya titik-titik bagusnya. Di Belitung kalau mau keliling bisa puas 3 hari 2 malam. Lwebih puas lagi kalau 4 hari 3 malam. Hubungi Ichsan 0812 800 4563, pasti puas.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s