Itinerary 2 : Bali Timur Laut

Rute perjalanan hari ke 2 saya di bali adalah mengunjungi beberapa lokasi wisata yang terletak di Timur Laut dari Kuta. Rute Jalan hari ini masih ke daerah gunung – gunung yaitu gunung batur dan gunung Agung.  Rutenya lengkapnya adalah : Kuta – Sanur – Tampak Siring dan Pura Tirta Empul – Danau, Gunung Batur, Trunyan, Kintamani – Pura Besakih – Kuta. Rute hari ke 2 ini tidak kalah jauh dan berat dibandingkan dengan kemarin.

Perjalanan menuju Tampak Siring

Tujuan pertama saya sebenarnya adalah ke pantai Sanur untuk melihat sunrise, namun ternyata saat saya terbangun, matahari sudah meninggi. Mungkin karena terlalu capek dari perjalanan kemaren sehingga tidurnya bisa kebablasan. Akhirnya saya urungkan niat saya ke Sanur dan langsung menuju ke Tujuan berikutnya yaitu Pura Tirta Empul Tampak Siring.

PURA TIRTA EMPUL dan ISTANA TAMPAK SIRING

Pagi pagi sekali sekitar jam 6.00 saya sudah meninggalkan Kuta menuju Pura Tirta Empul yang terletak di sebelah timur laut Kuta atau di Utara Kota Denpasar, tepatnya di desa Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Jam 7.30 saya sudah sampai di depan pintu masuk Pura Tirta Empul. Tiket masuknya kalau ga salah sebesar 15ribu rupiah.

View jalan masuk menuju Pura Tirta Empul

Karena tanpa guide saya tidak tau begitu banyak ditempat ini selain melihat lihat dan berfoto foto.  Dari depan pintu masuk saya melihat sebuah patung yang cukup besar, kemudian lebih masuk kedalam lagi saya disuguhi pemandangan berupa kolam besar berisi ikan mas yang berukuran besar pula. Masuk lagi kedalam, ada beberapa mata air suci abadi yang katanya bisa menyembuhkan penyakit dan menghilangkan guna-guna. Pada saat saya datang tempat ini sangat sepi sekali, Cuma beberapa orang saja yang tampak sibuk bersih – bersih. Mungkin karena saya datang kepagian.

Mata air suci Tirta Empul, diatasnya tampak istana presiden

Dari pancuran air suci ini tampak beberapa bangunan yang yang terletak di sisi Barat di atas bukit. Katanya itulah Istana presiden pertama Indonesia yaitu Istana Tampak Siring. Tidak bisa sembarang orang yang bisa masuk kesana karena harus mengantongi ijin dari Sekneg di Jakarta terlebih dahulu ( Repooot).

DANAU dan GUNUNG BATUR, KINTAMANI

Tidak berlama-lama di Gianyar, saya lanjutkan perjalanan menuju kintamani untuk menikmati landscape Danau dan Gunung Batur.  Kurang lebih setengah jam perjalanan saya sudah sampai di daerah Panelokan Kintamani. Untuk masuk, kita harus bayar tiket masuk yang saya lupa berapa saking excitednya.

Gunung Batur

Dari panelokan ini saya sudah bisa melihat keindahan landscape dari gunung batur yang masih aktif dan danau batur disampingnya yang berbentuk bulan sabit. Udara yang sangat sejuk sekali didukung dengan hijaunya pohon pohon dan birunya langit membuat saya betah berlama lama disini. Ditempat ini paling enak makan siang sambil menikmati pemandangan. Ga ada duanya deh…  Hal yang agak sedikit menyebalkan adalah beberapa penjual souvenir di sekitaran panelokan ini agak maksa.

Danau Batur

Sebenarnya saya berencana untuk mengunjungi desa Trunyan yang terletak di seberang Danau Batur, Desa ini terkenal karena keunikannya dalam penuburan mayat. Namun dikarenakan waktu yang tampaknya tidak cukup (dan mau hujan), akhirnya saya putuskan untuk langsung pergi ke tujuan berikutnya yaitu Pura Besakih.

PURA BESAKIH dan GUNUNG AGUNG

Pura besakih wajib dikunjungi karena pura ini adalah pura utama di Pulau Bali, terletak tepat di kaki Gunung Agung di kabupaten Karang asem. Untuk menuju kesana dari panelokan bisa ditempuh kurang lebih 45 menit dengan motor. Terletak di sebelah tenggara dari panelokan, jadi bukan lewat jalan yang sebelumnya dilalui waktu menuju Kintamani, tapi dipanelokan berbelok ke kiri.

Pura Besakih

Walau agak nyasar nyasar dikit akhirnya saya sampai juga di pintu masuk Pura besakih. Tiket masuknya 10 ribu rupiah, nanti akan dipinjamkan kain untuk menutupi daerah pinggang ke bawah.

Gaya yeuh…

Pura ini luar biasa besar dan cantiknya, disini terdapat puluhan pura yang tersusun rapi dan bertingkat ke atas. Untuk menikmati keseluruhan pura2 saya harus berjalan kaki menaiki puluhan anak tangga. Ketika saya datang sedang ada upacara adat yang berlangsung sangat meriah. Cukup lama saya disini menyaksikan keindahan pura, gunung agung dan upacara adatnya.

SUNSET di KUTA BALI

Hari sudah semakin sore, saya segera meninggalkan Pura besakih untuk mengejar sunset di Kuta. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam-an lebih karena jalananan di denpasar dan sekitaran kuta legian macet parah. Untung saja saya bisa sampai tepat waktu di pantai kuta sehingga saya dapat menikmati indahnya sunset di kuta.

Sunset di Kuta Bali

Saatnya beristirahat dan mengumpukan tenaga untuk perjalanan lainnya besok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s