Menuju Raja Ampat

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten yang terletak di ujung Barat Propinsi Papua Barat yang beribukota Waisai. Raja Ampat merupakan kabupaten kepulauan, memiliki 610 pulau yang sebagian besar tidak berpenghuni, dengan 4 Pulau besar yaitu Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo.  Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Indonesia karena keindahan alamnya baik pantainya,  pulau pulau karstnya, maupun kehidupan bawah lautnya yang luar biasa.

Peta raja Ampat ( http://www.gorajaampat.com )

Kalau ingin ke Raja Ampat, Anda harus ke Kota Sorong dulu. Dari Jakarta, akses menuju Sorong bisa dengan menggunakan pesawat (Batavia Air, Wings Air, dan Express Air) dengan biaya sekitar 1 jutaan tergantung sedang musim liburan atau tidak. Bisa juga menggunakan jalur laut (kapal PELNI) harga dibawah 1 juta namun tidak disarankan karena memakan waktu lama (4-5 hari).

Cukup itu dulu intronya hehe…

Karena kebetulan saya sekarang berada di Sorong, Papua Barat, rasanya bodoh sekali kalau saya tidak menyempatkan diri ke sana.  Untuk menuju Waisai, Ibukota Raja Ampat, bisa menggunakan kapal atau feri yang terdapat di Pelabuhan rakyat Sorong.  Pelabuhan rakyat ini letaknya cukup tersembunyi jadi lebih baik naik ojek helm kuning daripada nyasar. Tidak mahal, cukup membayar sekitar 10 ribu. Atau kalau beramai2, bisa menyewa taksi/angkot kuning.

pelabuhan Rakyat Sorong

Di pelabuhan Rakyat, ada 2 opsi menuju Waisai, yang pertama adalah dengan menggunakan kapal cepat Marina Ekspress dengan ongkos 120 ribu dengan waktu tempuh 2 jam, atau dengan menggunakan kapal fer dengan ongkos 100 ribu dengan waktu tempuh 3-5 jam. Semua kapal di berangkatkan pukul 14.00 WIT. Jangan lupa untuk membeli bekal makanan  dan minuman sebelum naik kapal karena perbedaan harga di Sorong yang lebih murah.

 Pilihan kami jatuh ke kapal Marina ekspress yang lebih cepat. Kapal Marina Ekspres lumayan nyaman, dengan 8 bangku tempat duduk perbaris, ada TV, pendingin ruangan, dan alat alat keselamatan. Bila bosan didalam, kita bisa berjalan jalan ke geladak kapal yang berada diatas sambil menikmati angin dan birunya laut.

Suasana didalam kapal marina ekspress

Kurang lebih 2 jam perjalanan kami sampai di Waisai. Di waisai kami disambut para tukang ojek yang menawarkan tumpangannya. Dari pelabuhan ke Waisai sebenarnya tidak jauh, hanya berjarak 15 menitan jalan kaki atau 5 menit naik ojek.  Disini banyak terdapat penginapan dan hotel dengan harga diatas 200 ribuan. Waisai sebenarnya cuma sebagai tempat transit, bukan sebagai tempat wisata.  Jadi kalau anda berpikir Waisai adalah Raja Ampat yang sesungguhnya, anda pasti akan kecewa sekali karena jauh dari yang dibayangkan.

Tujuan kami memang bukan ke Waisai, tapi Pulau Saonek yang dulunya merupakan bekas pusat pemerintahan Raja Ampat sebelum dipindahkan ke Waisai. Kami dijemput Bapak Arif yang mengelola Raja Ampat Dive Resort dengan menggunakan speedboat dari Waisai menuju Saonek. Lama perjalanan Waisai- Saonek kurang lebih 20 menit.

Dermaga Saonek

Di Saonek, ada beberapa penginapan dan homestay. Diantaranya adalah penginapan Danau Toba, di jalan Veteran Saonek, Biaya permalamnya adalah 150 ribu bisa untuk beberapa orang. Fasilitasnya antara lain tempat tidur, kipas angin, dan TV diruang tengah. Setelah perjalanan yang cukup lama, kami melepas lelah sejenak sambil mengintip kehidupan Saonek dari balik jendela .


Sampai Juga di Pulau Saonek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s