Nebes, negeri di atas air

Ada beberapa kampung di Disko yang cukup unik, menarik dan sayang bila tidak dikunjungi selama  berada di Distrik Kokoda. Salah satunya adalah Nebes, yang merupakan singkatan dari Negeri Besar. Untuk menuju nebes diperlukan waktu kira kira 90 menit perjalan dengan menggunakan perahu penduduk setempat dari Kampung tarof, ibukota Distrik Kokoda.

Transportasi tradisional dengan ditokong

Transportasi tradisional disini adalah dengan menggunakan perahu kecil yang dijalankan dengan cara ditokong/ dikayuh secara bersama-sama. Tidak kebayang betapa capeknya mendorong perahu tradisional ini apalagi dengan kondisi melawan arus.

Nebes, Negeri di atas air

Hal yang membuat saya terpana ketika memasuki kampung  yang mayoritas penduduknya muslim ini adalah karena lokasi kampung yang seluruhnya benar-benar berada di atas air.  Air yang dimaksud adalah air rawa yang bila dilihat lebih dekat berwarna hitam pekat, namun tetap bening (bingung kan?). Kata warga disana warna hitam pekat ini terjadi karena banyaknya pohon sagu disana. Namun bila anda lihat air rawa ini dari kejauhan, seolah tampak seperti cermin raksasa yang memantulkan bayangan rumah rumah, awan biru dilangit dan apapaun yang ada diatasnya. Indah sekali.

Cermin raksasa

Karena berada diatas air, maka semua kehidupan masyarakat disini berlangsung diatas perahu dan diatas jalan / jembatan yang semuanya terbuat dari pohon sagu dan kulit sagu. Berhati-hatilah melangkah karena jembatan/jalan dari kulit sagu tersebut tidak dipaku hanya diletakkan melintang kesana kemari sehingga penuh lubang dan jebakan. Ditambah lagi tekstur kulit sagu yang lentur. Bila anda terjatuh masuk ke air, selain anda akan basah dan malu, andapun harus membayar denda adat berupa memberi makan semua orang sekampung!. Dan hal itu hampir saja terjadi dg saya. hahaha..

Ulat sagu yang gurih dan enak

Di Nebes inilah untuk pertama kalinya saya merasakan nikmatnya memakan ulat sagu. Ternyata rasanya memang enak, kulitnya yang renyah ditambah kream yang keluar saat ulat sagu tersebut di gigit. hehe.. tapi hati-hati buat yang gampang alergi karena ulat sagu cukup alergenik.

Berfoto bersama anak anak Nebes

2 thoughts on “Nebes, negeri di atas air

  1. Pingback: Sepenggal Cerita dari Kokoda | JalanBlog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s