DISKO, Distrik Kokoda

Distrik Kokoda atau yang biasa di sebut Disko adalah sebuah distrik yang terdapat di kabupaten Sorong selatan, Berbatasan dengan Teluk Bintuni dan Fak Fak. Kampung Tarof adalah ibukota distrik kokoda, terletak paling jauh diantara semua distrik di Sorong Selatan, tepatnya di paling selatan kepala burung pada peta papua.

Entah mimpi apa saya semalam sampai saya dibuang ditempat tugaskan disini. #facepalm

Selain Jauh, untuk menuju kesanapun tidak kalah sulitnya sebab transportasi umum kesana sama sekali tidak ada. Yang bisa diandalkan hanya menumpang Longboat penduduk setempat yang kebetulan mau ke Tarof dengan membayar 100-300ribu untuk ganti BBM. Akan tetapi bersiaplah  menjadi ikan asin karena selama perjalanan 6 jam lebih anda akan berdesak2an dengan penumpang lain ditengah terik panas dan derasnya hujan. Alternatif lain dengan menyewa kapal, plus motoris dan BBM dengan harga selangit. Langsung bangkrut deh.

Kampung tarof

Tarof yang merupakan ibukota distrik Kokoda hanyalah sebuah kampung kecil yang terletak di pesisir selatan Sorsel, ukurannya tidak lebih besar dari sebuah desa di sumatra. Tarof berada di daerah rawa sehingga disini banyak ditemukan mangrove dengan  berbagai hewan khasnya.  Air hitam kecoklatan pekat

Penduduknya mayoritas adalah orang papua dari berbagai suku (yang tidak begitu saya pahami pembagiannya). Selain penduduk asli,  ada juga beberapa pendatang yang membuka toko kecil disini. Lumayanlah bisa ngutang beli beberapa kebutuhan pokok disini seperti mie dan telor dengan harga yg lumayan mahal. Uniknya dipesisir selatan papua ini penduduknya mayoritas muslim, dan beberapa yang kristiani. Namun mereka tetap bisa hidup damai dan rukun.

Jembatan tarof

Jembatan dan dermaga tarof yang panjang

Tempat yang paling saya suka disini adalah dermaganya yang letaknya kurang lebih 10 menit jalan kaki dari Tarof. Dermaga dan Jembatannya ini terbuat dari kayu besi, yang konon katanya kalau kena air kayu ini akan tambah kuat. Yang spesial dr jembatan ini adalah panjangnya yang sangat panjang sekali, ga sempat saya ukur namun jalan di jembatan ini dari ujung ke ujung ke ujung cukup melelahkan juga. Disini setiap pagi dan sore banyak warga lokal yang memancing sambil menikmati angin dan sunset di kokoda.

Suasana sore hari di Disko

Panjangnya jembatan ini dikarenakan area pasang surut di pesisir kokoda ini memang sangat jauh sekali, sehingga kapal ataupun longboat kesulitan merapat ke kampung tarof bila air laut sedang surut (meti) . Untungnya semenjak jembatan ini selesai dibangun, hal tersebut sudah tidak menjadi masalah lagi.

Muara tarof saat menjelang air surut.

8 thoughts on “DISKO, Distrik Kokoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s