Terlantar di Kota Sorong

Selesai pembekalan di Manokwari, kami di terbangkan menuju tempat penugasan masing-masing. Saya yang ditempatkan di Kabupaten Sorong Selatan, bersama dengan dokter PTT Kabupaten lain yang berdekatan seperti Sorong, Maybrat, Tambraw dan Raja Ampat harus transit kota Sorong dahulu. Pagi-pagi sekali kami sudah berangkat dari bendara Rendani Manokwari menuju bandara Domino Eduard Osok (DEO) Kota Sorong.

Depan bandara DEO Sorong

Bandara DEO Sorong ternyata terletak ditengah kota, ukurannya sedikit lebih besar daripada rendani namun tetap saja pengambilan bagasinya kurang lebih sama dengan di Manokwari.  Tetap dilempar sana sini. Hal yang cukup mencolok perhatian saya adalah banyaknya bercak bercak kemerahan di lantai dan dinding. Awalnya saya pikir itu noda darah ternyata bercak merah itu bekas pinang kapur yang diludahkan. Cukup menjijikkan membayangkan bekas ludah ada disana sini.

Dari bandara tiap rombongan kabupaten berpisah masing2, sementara kami, rombongan Sorsel bingung harus kemana karena tidak ada jemputan dari pihak dinkeskab. Akhirnya setelah proses diskusi yang lama dan alot kami putuskan untuk menginap di penginapan Indah tepat dipepan Tembok Berlinnya Sorong.

Dari Bandara kami naik angkutan umum warna kuning. Sepengamatan saya selama perjalanan, ternyata Kota sorong lebih maju dan besar daripada Manokwari, yang notabene adalah ibukota Prov. Papua Barat. Mungkin dikarenakan Letak Kota Sorong yang Strategis yang menjadi menjadi pintu gerbang Papua Barat dan Papua.

Mall Saga, Sorong

Fasilitas umum di sorong lumayan lengkap, ada RS, pelabuhan, bandara, supermarket/ toserba, bank, atm, kfc, hotel, hiburan malam (wink).  Sorong adalah Indonesia mini, karena di kota ini kita bisa melihat hampir seluruh orang Indonesia dari berbagai suku bangsa membaur menjadi satu.

Taksi/angkot kuning, halte dan Tembok berlin

Sesampainya di Hotel, ternyata kamar masih penuh sehingga mau tidak mau kami harus menunggu dulu sampai ada yang check out jam 12 siangnya. Menunggu memang membosankan, walaupun udah berusaha menghibur diri dengan main game, atau foto2, tetap aja menunggu  itu membosankan. Jam 12 pun tiba, untungnya ada 1 kamar yang tersedia, dan akhirnya kami pun menempati 1 kamar tersebut beramai-ramai. Lumayan bisa ngirit juga.

Maen kartu hehehe

Dan akhirnya disinilah kami terdampar di kota Sorong menunggu kepastian akan dijemput oleh dinkeskab Sorong Selatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s