Kawah Putih

kemaren pagi ketika dalam perjalanan menuju terminal cicaheum, tanpa ada rencana tanpa ada persiapan tiba-tiba saya diajak teman-teman saya jalan-jalan ke kawah putih. Tanpa pikir-pikir panjang saya langsung banting setir menemui teman2 saya itu, dan tidak jadi ke cicaheum padahal saya sudah ada janji dengan teman saya yang lain. hihihihi… Sejak awal tinggal di Bandung saya memang sudah lama mengincar objek wisata yang terletak di selatan kota Bandung ini, namun tidak pernah sempat dan tidak ada transportasi (baca: nebeng). hahaha…

Sepertinya saya tidak perlu panjang lebar bercerita tentang Kawah Putih karena objek wisata satu ini udah terkenal kemana-mana, tak terhitung foto-foto menarik yang bisa didapatkan ditempat ini. makanya tempat ini sering dijadikan sasaran fotografer dan pasangan pengantin sebagai lokasi foto Pre Wedding..

Untuk menuju kawah putih, sebenarnya tidak sulit (dibandingkan dengan objek wisata lain di luar jawa), banyak kendaraan umum menuju kesana, namun harus sabar karena biasanya mereka menunggu penumpang penuh dahulu baru jalan, sekedar info, dari luar bandung kamu harus ke terminal Leuwi panjang dulu. dari situ naik angkutan L300 bandung-ciwidey ongkosnya 6 ribu. dari ciwidey naik angkutan kuning jurusan ciwidey-patengan angkosnya 5 rebu.. Untung aja kali ini saya bisa nebeng mobilnya temen saya jadi gak usah repot2 naik angkutan umum.. hehehe…Ada banyak jalan menuju roma, eh menuju kawah putih, tapi waktu itu saya sengaja melalui tol Barus daripada Kopo karena lebih terbebas dari macet. Tidak berapa lama kami sudah sampai Soreang dan Ciwidey..

Ketika saya sampai di pintu masuk Kawah Putih, betapa kecewanya karena ternyata pada saat itu Kawah Putih sedang ditutup dengan alasan ada longsor??! saya sendiri tidak begitu jelas dengan alasan penutupan Tempat Wisata ini.. Tapi setelah runding2an yang alot antara masyarakat setempat, akhirnya kami diperbolehkan masuk, tapi dengan menggunakan ontang anting (mobil) yang disediakan. Artinya kami harus bayar lagi untuk mobil tersebut.. ya sudahlah daripada kecewa karena sudah jauh kemari tidak dapat apa2.

adin

Jalan masuk menuju Kawah Putih

Dari tempat masuk, ternyata saya harus menanjak lagi ketas mendaki gunung patuha, disepenjang jalan hanya terlihat pepohonan yang rimbun dan tinggi serta kabut tebal yang menambah hawa dingin tempat ini. Sesekali mulai tercium bau belerang yang berasal dari Kawah.

Tidak berapa lama saya sampai dilokasi objek wisata. Tidak ada yang tampak longsor disini?. Sepi sekali, hanya beberapa orang saja yang datang, tidak tampak ada orang yang berjualan disekitar tempat ini. bahkan tidak tampak sampah sedikitpun.. (mungkin maksud penutupan tempat ini adalah untuk membersihkan area ini?)..

j

menuruni tangga menuju kawah putih

Saat menuruni tangga menuju kawah, mulai terlihat kawah yang berwarna putih kehijau-biruan.. (ah.. saya gak jelas warna apa itu).. tampak indah sekali, walaupun sesekali saya terbatuk karena mencium bau belerang yang menyengat..

Sesampainya dibawah, saya terpesona (dan terbatuk2) melihat keindahan kawah putih ini, tampak “danau” dengan warna putih kehiaju2an yang menghampar dengan kabut putih yang muncul dari dalam kawah dan disekitar gunung ditmabha lagi pohon-pohon kering sehingga tampak angker dan mistis sekaligus indah.

adin

suasan kawah putih yang mistis

Kalau kuat berlama-lama disini, kita bisa mengitari danau atau duduk-duduk dipinggir danau, tentunya terasa menyenangkan sekali (apalagi kalau sama pacar hehehe..)

adin

kawah putih yang berwarna putih kehijaubiruan

adin

gaya dulu ah….

Katanya sih air kawah ini dapat berubah-rubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan. Bila matahari terik dan cuaca terang, warnanya berubah menjadi coklat. Trus kenapa namanya Kawah Putih ya? ah sudahlah.. karena udah gak tahan pengen mencoba airnya, saya coba beranikan diri berjalan di air kawah ini, terasa agak hangat (dan agak gatal)…

Tidak lama saya segera meninggalkan tempat indah ini karena tidak tahan berlama dengan bau belerang,. tidak lupa saya membawa “oleh-oleh” bau belerang di pakaian saya.. hehe

6 thoughts on “Kawah Putih

  1. bang, ane mau tanya neh,
    ane minggu depan mo kesana, tapi ane kan ga ada kendaraan, trus kalo ga ada kendaraan dari pintu masuk ke kawah naek apa ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s