Jalan Jalan Ke Semarang

Munculnya ide ke Semarang awalnya bermula ketika ada undangan teman koass saya yang akan melangsungkan pernikahannya didemak, kebetulan jarak antara demak dan semarang tidak begitu jauh. Sebenarnya ada ide untuk sekalian berlibur ke Karimun Jawa, namun dikarenakan waktu yang tidak tepat dan dana yang tidak mencukupi, akhirnya saya hanya putuskan untuk hanya jalan-jalan di kota semarang dan demak.

Di semarang saya akan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi landmark kota semarang, yaitu SImpang Lima, Tugu Muda, Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Poo Kong, dan Kota Lama. Sedangkan di Demak saya hanya sempat mengunjungi Mesjid Agung Demak saja…

Saya Berangkat dari Tasikmalaya menggunakan Bis Suka, Berangkat jam 9 malam sampai di semarang jam 5 subuh.. Ongkos bis 60ribu, lama perjalanan kira-kira 8 jam. Saya turun di Sukun Banyumanik, kemudian dari sana melanjutkan  naik angkot ke Kota Semarang…

SIMPANG LIMA

Akhirnya saya sampai juga di Semarang, tujuan saya yang pertama kali tentunya adalah SImpang Lima yang sangat terkenal itu. Setelah berjalan kaki sedikit, saya akhirnya sampai dikawasan Simpang Lima Semarang. Tempat ini merupakan alun-alun yang berada di tengah-tengah persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan. Kebetulan saya datang pada hari minggu pagi, jadi kawasan ini ramai sekali, banyak aneka makanan dan jajanan lainnya disini.. Karena saya udah lapar, tanpa basa basi langsung mampir disalah satu tempat yang menjual nasi pecel.. hm…

simpang lima di hari minggu… ramai…

TUGU MUDA

Setelah puas makan dan keliling di Simpang Lima, saya lanjutkan perjalanan menyusuri jalan Pandanaran disalah satu sisi Simpang Lima. Di Jalan ini banyak sekali yang berjualan aneka oleh2 khas Semarang. tapi tidak saya hiraukan dulu, nanti aja beli olehnya.. hehe.. Akhirnya saya sampai juga di tempat tujuan ke dua saya yaitu Tugu Muda yang terletak di tengah persimpangan Jl. Sutomo, Jl. Pandanaran, Jl. Imam Bonjol dan Jl. Soegiyopranoto. Tugu ini dibangun sebagai monumen untuk mengenang heroisme pejuang Semarang melawan penjajah Jepang yang dikenal sebagai pertempuran selama lima hari di kota Semarang dari tanggal 14-19 Oktober 1945.

Di  Simpang Tugu Muda ini terdapat banyak bangunan penting lainnya seperti musium mandala bakti, lawang sewu, gedung pandanaran, dll. Setelah puas bergaya dan berfoto2 di tempat ini, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jl.Pemuda untuk mencari penginapan.. ternyata penginapanyang saya cari itu terletak di ujung jalan ini, ooohhh tidak, kaki terasa sudah mau copot.. singkat cerita akhirnya saya menemukan penginapan yang cukup layak untuk mandi dan beristirahat sebentar..

LAWANG SEWU

Perjalanan saya lanjutkan ke bangunan yang terkenal karena kemistikaannya yaitu Lawang Sewu. Katanya di gedung ini banyak penampakannya. Apa benar? yuk kita buktikan yuk… Awalnya saya berencana ke Lawang Sewu pada malam hari, namun karena waktu yang gak memungkinkan (gak berani ding) akhirnya saya mengunjungi gedung ini di pagi hari. Lawang Sewu terletak di persimpangan Tugu Muda. Tiket masuk Lawang Sewu sebesar 5000, nanti akan ada guide yang akan mengantarkan mengelilingi gedung ini. Pada zaman penjajahan Belanda, bangunan ini merupakan pusat perkantoran kereta api kolonial. Kemudian ketika Jepang datang ke Indonesia tahun 1942, gedung ini diambil alih untuk kemudian dijadikan salah satu markas militer Jepang. Di gedung ini pula terdapat penjara dan ruang penyiksaan hingga pembantaian rakyat

lawang sewu dilihat dari tugumuda

Begitu masuk kedalam, saya langsung disambut suara gebrakan pintu yang cukup kuat, saya sampai terkaget2 dibuatnya.. hwehehe.. kata guidenya sih itu ulah penunggu gedung ini.. di ruang tengah Lawang Sewu terdapat ruangan cukup besar dengan tangga utama dan dinding kaca kolase bergambar dua gadis dan roda api? melihat ruangan ini jadi ingat di novel2 Dan Brown. hwehehe.. Katanya sih gambar 2 gadis itu kadang2 bisa hilang loohh..

dinding kaca kolase berrgambar 2 gadis dan roda api

Saya melanjutkan perjalanan ke ruangan utama yang punya gedung dan disini ada balkon, sehingga kita bisa melihat pemandangan simpang Tugu muda dari balkon ini. Ruangan di Lawang Sewu emamg memiliki banyak sekali pintu, antara satu ruangan dengan ruangan yang lain terhubung oleh banyak pintu, katanya sih untuk sirkulasi udara sekaligus memudahkan komunikasi.. pantaslah disebut Lawang Sewu (pintu 1000), tapi apa benar jumlahnya 1000? pengen coba ngitung sih, tapi malas.. hahaha..

Satu ruangan dengan ruangan lainnya dihubungkan dengan banyak pintu, sehingga tidak ada ruangan tertutup disini

Saya pun akhirnya sampai di ruangan paling atas gedung ini. Ruangan yang luas menyerupai aula ini konon merupakan tempat pembantaian. Katanya wanita yang sedang haid tidak boleh maasuk keruangan ini… Hawa seram terasa begitu.. ohya disini ada tangga berputar, yang disebut tangga titanic.

Setalah puas foto2, dan menyusuri bagian atas gedung ini, saatnya mengunjungi Ruang Bawah tanah Lawang Sewu, yang katanya paling angker.. eng ing eng… Untuk masuk kedalam Ruang Bawah Tanah, saya menyewa sepatu boot dan senter seharga 7000. 2 alat itu emng wajib dipake kalau gak mau basah2an dan gelap2an. Dengan dipandu Guide saya memasuki Ruang BAwah Tanah.. Kesan pertama, Gelap, Basah dan bau.. hwehehe.. Ya tempat ini emang awalnya digunakan belanda sebagai pendingin untuk ruangan diatasnya dengan mekanisme yang saya ga mengerti, kemudian saat beralih ketangan jepang, tempat ini dijadikan sebagai penjara, disinilah pejuang kita disiksa dan dibantai tanpa perikemanusiaan oleh jepang.

Disini terdapat penjara jongkok, penjara berdiri, dan tempat pemenggalan kepala… setelah mendengar kekejaman jepang yang tidak berperikemanusiaan itu, saya jadi gemas sendiri.. katanya ditempat inilah banyak penampakan,, hi… guide menyuruh saya mematikan senter dan berdiri dalam keheningan dan kegelapan selama kurang lebih 1 menit. seram juga.. wekekek….

MASJID AGUNG JAWA TENGAH

Setelah puas di Lawang Sewu, saya lanjutkan perjalanan ke Mesjid Agung Jawa Tengah yang terletak di timur semarang. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik karena merupakan perpaduan arsitektur mesjid jawa tengah dan Timur Tengah.. (yah,,, sama-sama tengah lah ya.. hwehehe..).

Masjid ini diresmikan pada tahun 2006 oleh pak esbeye ini memiliki serambi atau halaman mesjid yang luas.. terdapat dinding melengkung dengan tulisan asmaul husna terukir didalamnya.. selain itu terdapat payung2 raksasa yang pada waktu saya datang sedang tidak terbuka alias menguncup.. padahal pada waktu itu panas sekali, keramik2 yang saya injak pun terasa panas sekali… mungkin payung itu dibuka kalau ujan aja kali ya?? CMIWW

Serambi masjid dengan payung2 dan dinding melengkungnya

Masjid yang dibangun dengan tujuan untuk kegiatan keagamaan umat Islam di Jawa Tengah ini pada masa pemerintahan Bpk. Mardiyanto (saat menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri). Masjid ini dilengkapi dengan Wisma Menginap dan Menara Pandang yang dapat dinaiki dengan lift (seperti di Monas) untuk melihat keindahan kota Semarang yang bagian utara langsung bisa melihat kapal dan laut, sedangkan bagian selatan bisa terlihat perbukitan dan Gunung Ungaran. Dimenara ini kita bisa menggunakan teropong untuk mengintip kota semarang dari atas, seharga 500 rupiah untuk 1 menit. Ohya di menara ini juga ada restoran dengan rotating floor artinya lantainya bisa muter2 gitu looh, klo gak salah si di lantai 18.. hehehe.. di lantai 2 dan 3 terdapat musium kecil tentang penyebaran islam di jawa tengah..

KLENTENG SAM POO KONG

Tujuan saya berikutnya adalah Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng ini terletak di daerah Simongan, Semarang. Klenteng ini mempunyai nama lain Klenteng Sam Poo Thay Jin atau Gedong Batu.

selamat datang di kelenteng sam poo kong

Klenteng ini dibangun oleh seorang utusan dari Tiongkok yang bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang, sebagai salah satu persinggahan dari rangkaian kunjungannya ke negara-negara Asia. Klenteng yang memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai kota Semarang khususnya kawasan Simongan ini memiliki bentuk bangunan yang sangat indah. Dengan perpaduan ornamen Cina yang sangat kental dipadu dengan bentuk atap yang mirip joglo.

salah satu bangunan tempat membeli pernak pernik

Tidak banyak cerita yang saya dapat disini karena saat datang kesini, saya tidak bisa masuk kedalam, karena mungkin sedang ada ibadah?? gak tau juga ya.. akhirnya saya hanya bernasis2 ria di halaman kelenteng…

bangunan utama sam poo kong, didepannya ada patung laksamana cheng hoo.. pengen rasanya masuk kedalam tapi sayangnya ga bisa.. maybe next time

KOTA LAMA

Setelah seharian keliling2 Semarang, akhirnya kembali lagi ke penginapan…setelah tanya-tanya, ternyata penginapan itu dekat dengan kota kota lama semarang, dan dengan greja mbelenduqnyaa itu.. menurut situs resmi dinas pariwisata semarang, kawasan kota lama itu antara lain Gereja Blenduk, Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Gedangan, Nilmij, Taman Sri Gunting, Marba, Marabunta dan De Spiegel.

salah satu sudut kota lama

Kawasan Kota lama telah direvitalisasi dan dijadikan kawasan cagar budaya. Bangunan – bangunan kuno yang ada dilindungi. Agar kawasan ini tidak banjir dan rob air laut, Pemerintah Kota Semarang telah membangun kolam retensi tawang yang berfungsi sebagai polder pengendali banjir. Di kawasan ini  wisatawan dapat menyaksikan peninggalan pusat perdagangan pada jaman dulu.

salah satu peninggalan bersejarah di kota lama.. Greje Blenduk

Ahhh.. capek juga ya keliling2 kota semarang.. tidak lupa icip2 oleh2 dari semarang seperti lumpia semarang, wingko babad dan cobain deh nasi kucingnya.. hehehe…

Lumpia, Wingko Babad dan Nasi kucing..

MESJID AGUNG DEMAK

Ohya besoknya saya berangkat menuju demak yang dikenal sebagai kota wali. Demak tidak begitu jauh dari semarang, tidak sampai 1 jam dari terminal terboyo semarang. Di demak saya menghadiri pesta pernikahan teman saya itu, selain itu tidak lupa juga jalan2 tentunya. di demak saya hanya mengunjungi mesjid agung demak yang merupakan mesjid tertua di pulau jawa dan didirkan oleh wali songo. Lokasi Masjid berada di pusat kota Demak, berjarak + 26 km dari Kota Semarang, + 25 km dari Kabupaten Kudus, dan + 35 km dari Kabupaten Jepara. di masjid ini terdapat museum dan makam2 bersejarah… yang aneh, makamnya itu kok panjang2 ya??

narsis didepan mesjid agung demak..

Udah dulu ya jalan2nya kali ini… besok kita lanjutkan lagi jalan2 kita ke kota gudeg, jogjakarta… yuhuuu…

6 thoughts on “Jalan Jalan Ke Semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s