Neurologi

Mungkin bagi sebagian orang stase neurologi terdengar menakutkan, seram, kelam, dan mencekam. Yahh… mirip-miriplah sama kumisnya bapak tetanggaku yang hitam. Sepertinya neurologi itu sudah menjadi momok (ups!) yang sangat dihindari didalam dunia perkosaan eh perkoasan. Pernah ada teman koas yang sejak 2 bulan sebelum masuk stase neurologi udah stres duluan. Sampai-sampai dia gak mau keluar kamar kosnya. Selidik punya selidik ternyata dia keasikan main poker dan facebook-an.. hwehehe gak nyambung ya. Pokoknya neurologi itu kesannya ribet, banyak hafalan, banyak jaras-jaras yang tidak jelas, banyak yang mati, banyak yang gak bisa sembuh, dll. Padahal sih kalau diperhatikan emang semua itu bener. hwehehe..

adnneuro

Foto-foto dengan dr.iskandar nasution sp.s setelah ujian akhir di RS Imelda Medan

Hari sabtu kemaren tepat sudah 5 minggu aku menjalani stase neurologi di RSUD Binjai. Itu artinya hari itu adalah hari terakhir aku di neurologi. Perasaan aku saat itu sedih sekali.. (dalam hati : yes!! akhirnya bebas.. hwahahaha…), dengan langkah lunglai (baca:lemah gemulai) aku meninggalkan teman2ku yang masih bergelut dengan neurologi.  Dari mata mereka terpancar penderitaan yang sangat dalam. Halahh….

Sekedar info penting tapi gak penting, dulunya sewaktu kuliah aku ada kenangan sendiri dengan neurologi. Dulu aku pernah mendapat nilai neurologi tertinggi di 2 fk di bandar lampung, bukannya mau nyombong sih… cuma mau pamer aja hwehe… kejadian itu dulunya bikin gempar seluruh indonesia, sampai masuk Cek n Ricek, Kabar Kabari ( sumpah kalau yang ini bohong banget..). Seisi kampus tidak percaya, karena aku kuliah aja jarang kalaupun masuk biasanya telat, duduk paling belakang, itupun dibelakang sibuk ngambar2 bikin karikatur. yah.. jadi wajar2 aja kalau banyak yang berpikiran negatif. Pernah suatu saat aku dicari2 sama dr roezwir sp.s (dosen neuro) karena gak masuk dan secara gak sengaja ketahuan bolos (cuma pake sendal jepit lagi :p). Mungkin karena itulah, waktu ujian komprehensif sama beliau, ga ada basa basi langsung ditanya yang susah-susah. Aku bengong melompong seperti sapi ompong.. ong ong ong…

Secara tidak langsung pengalaman kuliah itu berdampak besar dalam dunia perkoasanku. Bisa dampak positif bisa pula negatif. Karena mempertahankan yang sudah ada itu lebih sulit daripada meraihnya. Analoginya seperti berdiri. Kalau dari tidur ke berdiri aja kan gampang, tapi mempertahankan untuk terus berdiri kan capek.. (perumpamaan yang aneh…). Ya pokoknya gitulah.. Nah kemaren selama koas di neurologi, jatah tidur yang biasanya cuma 10 jam jadi tinggal 9,5 jam, yang tadinya bangun jam 8 sekarang jam 8 kurang 15.. yang tadinya pergi ngenet terus sekarang masih tetap aja ngenet terus. hwehehe gak ngaruh ya… intinya neurologi itu menyenangkan sekali.. bagi yang suka.

10 thoughts on “Neurologi

  1. wah.. bang ardin rupanya dokter traveler, keren.. tugas dimana sekarang bang? kaget euy waktu lihat foto daging di stase bedah.. hihihi, untung pernah lihat dp (gambar darah) di kaskus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s