Baksos Cukuh Balak

Ini pengalamanku ketika mengadakan baksos di suatu daerah bernama Cukuh Balak di Propinsi Lampung. Hari itu hari minggu, saya dan 3 orang teman saya diajak oleh seorang dokter umum yang berpraktek di Pringsewu untuk ikutserta dalam baksos. Karena hari itu ada dua acara baksos yang bersamaan, maka kami dibagi menjadi 2 kelompok. Dua tempat yang dimaksud adalah di daerah Cukuh Balak dan satu lagi di kota Bandar Lampung. Saya memilih untuk ikut rombongan yang ke Cukuh Balak, karena daerah itu terdengar baru ditelinga saya, selain itu kata mereka Cukuh Balak itu cukup dekat dari Pringsewu.

Menuju Cukuhbalak

Jam 8 kami sudah di mobil, kemudian berangkat dari Pringsewu. Pada awal perjalanan terasa menyenangkan karena kami disuguhi pemandangan sawah-sawah yang terhampar luas,dan banyak kerbau hilir mudik dijalan. Sudah satu jam kami berjalan tapi belum ada tanda-tanda akan sampai, padahal kata mereka jaraknya tidak begitu jauh. Pemandangan yang kami liat kini sudah berganti dengan bukit-bukit yang menjulang tinggi, dengan pohon-pohon yang lebat, jalan yang tadinya aspal kini hanya jalan tanah berbatu. Terasa sekali jalan kami lalui terus menanjak, bahkan pada satu tempat, kami bisa melihat lautan dari kejauhan. Setelah tanjakan, mobilpun melaju turun dengan cepat, tak lama kemudian mobil menanjak lagi, kemudian turun lagi. kepala saya pun sudah terasa pusing, untung saja pemandangannya cukup menyejukkan mata, sehingga rasa pusing saya bisa teralihkan.

Pantai

Setelah cukup lama akhirnya kami sampai pada daerah ditepi pantai. Dari dalam mobil kami bisa melihat dari dekat pantai yang begitu indah, begitu bersih dan alami, karena belum terjamah manusia. Ombaknya begitu banyak dan tinggi-tinggi, bahkan suara hempasannya begitu jelas terdengar dari dalam mobil kami. Ini tempat yang baik sekali untuk dijadikan objek wisata, dan bisa jadi tempat ini merupakan surga tersembunyi untuk para peselancar. Setelah kami menelusuri pantai, jalan yang kami lalui semakin menanjak dan menanjak. Kami bisa melihat lautan dengan jelas sekali, karena mobil kami benar-benar berjalan di tebing, disamping kami jurang – jurang menganga dengan luasnya, dibawah jurang  terdapat batu-batu besar dan lautan hindia yang terhampar luas. Terus terang saya takut mobil kami bisa terjatuh kedalam jurang, apalagi jalanan sempit dan licin karena beberapa hari ini di Lampung hujan turun tidak henti-henti.

Jalan di SUngai

Sudah jam 10an kami belum sampai juga, jalan pantai dan tebing-tebing sudah kami lalui, sampai akhirnya kami sampai pada daerah yang sulit untuk dilewati mobil. Jalan yang dilalui benar-benar sempit, penuh batu-batu besar dan becek. Tapi karena sudah terlanjur jauh, kami teruskan perjalanan dengan perasaan lapar. Sampai pada suatu daerah, jalan yang kami lalui benar-benar rusak total, menurut  warga jalan tersebut rusak terkena hujan. Karena kami tidak mungkin kembali akhirnya kami memutari daerah tersebut untuk mencari jalan alternative menuju Cukuh Balak. Ternyata jalan satu-satunya menuju kesana adalah melalui sungai. Akhirnya kami nekat untuk menerobos lewat sungai dengan menggunakan mobil. Kedalaman sungai bervariasi, tapi kami berusaha menulusuri tepi sungai supaya kami tidak tenggelam.

Sekitar jam 12 akhirnya kami sampai pada daerah tersebut. Walaupun capek, kami penuh dengan semangat mengadakan baksos dan juga khitanan gratis. Seperti daerah terpencil lainnya, kendala dalam melakukan baksos selain jarak yang jauh adalah masalah bahasa. Masyarakat didaerah ini tidak ada satupun yang bisa berbahasa Indonesia, semuanya memakai bahasa lampung. Akhirnya kami anamnesa dengan bahasa isyarat. Terus terang saya sedih melihat kehidupan masyarakat disini. Sebagian besar penyakit yang ada akibat kurangnya higiena pribadi dan akibat sosioekonomi yang rendah. Semoga tangan-tangan pemerintah bisa menjangkau mereka.

Istirahat dulu

Menjelang sore kami pulang. Diperjalan kami sempat salah jalan, kami malah lebih masuk lagi kedalam. Tapi untungnya ada diantara kami yang menyadari kalo kami salah jalan. Saat tiba didaerah pantai, kami sempatkan diri untuk berhenti sekedar untuk melepas kepanatan dan melihat keindahan pantai dengan deburan ombaknya yang dahsyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s