Medan I’m Coming

Hari ini tanggal 21 februari adalah hari terakhir saya di tasikmalaya, beberapa bulan kedepan saya akan menghabiskan waktu saya di sumatera utara. Sorenya setelah kami semua perpisahan dengan para konsulen dan orang orang RSUD Tasikmalaya, saya bersiap-siap berangkat.   Barang-barang sudah dimasukkan ke travel bag. Saya kemudian berpamitan dengan ibu kos saya, bu neneh. Beliau sampai menangis dan memeluk saya erat-erat. Makasih ya bu, semua nasihat dari ibu tidak akan saya lupakan.

bu neneh

Setelah magrib, kami berangkat dengan menggunakan travel ke BSM, Bandung. Dari BSM nanti kami akan naik travel PJ langsung menuju bandara soekarno hatta, Jakarta. Ketika di BSM kami sempat nonton D’masive dulu loh hehe.. Selama perjalanan, kami bercerita pengalaman2 waktu koas di tasik yang tidak akan terlupakan. Sedih juga meninggalkan neneng2 geulis, eh maksudnya meninggalkan kota tasik, saya tidak tau kapan lagi akan kembali kesana.

im coming

Jam 3 subuh kami sudah sampai di Bandara, sedangkan jadwal keberangkatan jam 7 pagi. Kami menunggu disana sambil ngobrol2, makan2, tidur2. Pagi-pagi sekali kami sudah check in, tapi ternyata pesawatnya delay 1 jam, karena masalah tekhnis. Kecewa sih tapi apa boleh buat daripada masalah tekhnisnya timbul pada saat kami mengudara.

Medan dari pesawat

2 jam kami mengudara, akhirnya kami sampai juga dibandara polonia medan, dan disambut dengan hujan gerimis.  Setelah itu kami langsung tawar menawar taksi menuju binjai. Kerasa sekali dsini bedanya dengan tasik, lebih kasar, suaranya lebih kencang, ngomong pake teriak-teriak, dan blak-blakan sekali. Kalau tidak suka, orang sini akan bilang tidak suka, mereka tidak akan  segan-segan protes. Tasik dan medan seperti langit dan bumi. Selama dalam perjalanan, bapak sopir taksinya bercerita-cerita dengan kami. Katanya kalau orang baru datang banyak di bawa ke taman buaya di selayang, buat dijadikan makanan, Hahaha… Selain itu katanya kereta itu artinya motor,motor itu mobil, pasar itu jalan, pajak itu pasar, dan dia menyarankan memanggil perempuan dengan kakak, laki-laki dengan abang, nah pusing kan??  Perjalanan menuju binjai tidak begitu jauh, hanya menghabiskan waktu 30 menit saja.

Betor

Sesampainya saya di di Binjai, saya dijemput kawan saya, rencananya saya akan menumpang di kosannya temannya kawan saya, yang beluk saya kenal. Saya kekosnya dengan menggunakan bentor, yaitu becak tapi pake motor.  Awalnya takut juga naek bentor, apalagi klo dijalan sempit, tapi lama2 seru juga. Murah, cepat, dan bisa mengangkut banyak orang sekaligus. Duh… Ternyata binjai panas sekali ya? Selain itu waktu disini terasa lebih lambat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s