Anestesi dan Reanimasi

Stase anastesi termasuk stase yang menyenangkan buat saya. Selama di anestesi kita dapat melakukan banyak tindakan mulai dari persiapan anestesi sampai dengan pemulihan pasca anestesi. Bagi saya, ilmu anestesi sangat menarik dan luas, dan dokter anastesi itu bagaikan pahlawan dibalik layar.

On Call
Tidak seperti stase yang lain, di anestesi kalau jaga saya bisa pulang kekon, namun harus selali bersiap-siap bila suatu waktu saya mendapat panggilan untuk operasi. selama saya jaga, belum pernah saya tidak mendapat panggilan. selalu aja ada operasi bahkan pada saat hari libur. Okelah kalau misalnya ada operasi pada jam-jam sore sampai malam maximal sampe jam 12, saya masih bisa sanggup dan penuh semangat untuk datang. tapi sering operasi subuh-subuh. sehingga saya harus selalu tidur dalam keadaan waspada kalau-kalau ada panggilan. pokoknya selama dianestesi sulit untuk tidur dengan tenang. Pernah suatu kali saya benar-benar ketiduran, padahal ada operasi jam 4 subuh. Untungnya waktu itu konsulen tidak tau. kalau sampai ketahuan matilah saya.

Pawang NC

di dalam stase anestesi ada satu mitos yang beredar mengatakan bahwa, pasti disetiap kelompok selalu ada yang orang yang menjadi pawang NC alias bedah saraf. Maksudnya pawang NC adalah setiap kali orang yang dimaksud jaga, pasti selalu ada aja operasi bedah saraf. sekedar untuk tau saja, operasi bedah saraf itu memerlukan waktu yang tidak sebentar, minimal 8 jam. nah ternyata saat saya dan teman saya jaga, entah mengapa selalu ada saja operasi bedah saraf. pernah suatu kali, saat saya jaga ternyata ada 3 operasi bedah saraf sekaligus. Jadi saya berada di kamar operasi terus selama 24 jam lebih.

Bring kadie bring kaditu

Ini adalah istilah yang sering kami gunakan kalau kami sibuk membawa barang kesana kemari. di RSUD tasikmalaya, setiap harinya banyak sekali operasi, kamar OKA tidak pernah sepi dengan operasi. akibat banyaknya itu, kadang kita harus berlari kesana kemari untuk menyiapkan alat-alat, obat-obatan, menyiapkan pasien, dsb. karena koasnya sering lari-lari begitu, tidak jarang banyak koas setelah selesai anestesi berat badannya berkurang. hehehehe….

Alat alat

Ujian dadakan
Saat minggu terakhir distase anestesi, kami kami harus menjalani ujian praktek anestesi, mulai dari persiapan pasien, alat, obat, pasang infus, kemudian tindakan induksi dan intubasi, monitoring sampai dengan pemulihan pasca anestesi. jadwal ujian sudah disusun, sapa saja yang ujian untuk hari pertama pun sudah ditentukan. kebetulan saya dapat jadwal ujian untuk hari kedua. ternyata diluar dugaan saya, konsulen menyuruh saya untuk ujian hari itu juga, saya sempat panik juga krena saya belum siap untuk ditanya-tanya. bertambah kaget lagi saya ketika melihat pasien yang diberikan kepada saya sudah berumur tua. sudah saya bayangkan pastinya nanti saat intubasi akan sulit. tapi karena sudah ditunjuk, saya nekat nekat aja. untk persiapan operasi semuanya berjalan dengan mulus, sampai akhirnya saat induksi. saya salah saat induksi karena saya memberikan dosis propofol yang terlalu banyak, padahal pasiennya adalah pasien geriatri. kemudian pada saat akan intubasi, ternyata dugaan saya benar, pasien ujian saya giginya ompong, cuma ada satu gigi seri atas. hal tersebut tentunya mempersulit saya melakukan intubasi. setelah saya coba ternyata berhasil denganlancar, walaupun awalnya takut juga, takut intubasinya gagal, dan takut gigi pasien itu copot..

di face mask doang

Menjadi saksi
Saya menjadi orang pertama yang selesai ujian. Kemudian ada seseoang teman saya yang agak susah mengerti masalah anestesi. saya selalu di nasehatin oleh konsulen untuk mengajari teman saya itu. nah sampailah pada saat teman saya itu ujian. pada saat dia ujian saya dipanggil oleh konsulen dan disuruh untuk menjadi saksi jalannya ujian. Terus terang saya lebih stress menjadi saksi daripada saat saya sendiri ujian. karena seolah-olah saya tau semuanya. padahal ada beberapa pertanyaan konsulen yang ditanyakan ke teman saya itu tidak bisa saya jawab juga. kan malu saya, dan resikonya nilai saya bisa jatuh. uniknya lagi, ujiannya teman saya itu bersambung sampai dengan 2 hari, selama 2 hari itu saya yang jadi gelisah. untung saja, walaupun dengan tersendat-sendat teman saya itu berhasil lulus.

tahun baruan di OK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s