Baksos kadipaten

Beberapa hari belakangan, saya ada masalah yang cukup berat yang harus saya hadapi. Untuk menghilangkan kejenuhan, saya mengikuti suatu kegiatan bakti sosial (baksos) di Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Acara tersebut dalam rangka hari kesatuan gerak bayangkari ke 56, serta di latar belakangi oleh suatu parpol sebagai bentuk kampanye untuk menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap masyarakat. Padahal, belum tentu benar demikian. Sayapun juga sadar bahwa saya hanya diperalat oleh mereka namun sekali lagi, untuk mengalihkan masalah-masalah yang sedang saya hadapi itu, saya bersedia ikut, sekalian jalan-jalan dan beramal.

Kadipaten

Kami berangkat dari tasikmalaya melalui rute tasikmalaya-bandung. Kami kesana menggunakan mobil jeep, kebetulan yang punya acara adalah ketua perkumpulan jeep galunggung. Dari tasikmalaya untuk sampe ke kadipaten memerlukan waktu kurang lebih 30 menitan, jalan yang kami lalui adalah jalan setapak di perbukitan, namun tidak masalah buat jeep yang kami tumpangi. Hamparan bukit-bukit yang hijau dan diselimuti kabut yang cukup tebal menjadi pemandangan yang kami lihat disepanjang perjalanan. Ternyata dibelakang rombongan kami, bapak kapolres tasikmalaya ikut serta.

Akhirnya kami sampai ditempat yang dimaksud yaitu di ciselang, kadipaten. Udara disini terasa dingin sekali, jalan-jalan ditutupi oleh kabut. Setelah sepatah dua patah penyambutan, kami memulai acara baksos tersebut. Ternyata keluhan masyarakat disini yang paling banyak adalah nyeri pada kaki dan pinggang, serta mata merah. Melihat kondisi geografis daerah tersebut, tidak heran kalau melihat keluhan tersebut banyak dijumpai. Menjelang siang kegiatan kami sudah selesai. Kami pun bersiap-siap untuk pulang.

Kerbau

Dalam perjalanan pulang, kami semua berhenti dan beristirahat disuatu dataran tinggi. Dari sini udara terasa sejuk sekali, disekeliling kami nampak pemandangan hijau yang asri. Disana jeep2 di bariskan dengan rapi. Kemudian kami makan-makan disana sambil melihat hamparan yang menghijau dari atas.Tidak lupa kami mengabadikan momen foto bersama pak kapolres. Cukup lama kami disana, sampai hujan mulai turun, kami segera naik ke jeep masing-masing dan meluncur pulang.

Foto Bareng

Rombongan saya sempat berhenti dulu di rumah dinas pak kapolres, kami dijamu dengan Lahang. Lahang adalah tuak, minuman itu langsung dituang dari bambu. Awalnya saya tidak tau apa lahang itu, sehingga minuman itu saya paksa minum juga walaupun terasa manis-manis asam. Lagian saya tidak enak kepada beliau kalau tidak meminum pemberian dia. Setelah saya tau kalau lahang = tuak, tidak lama kemudian kepala saya mulai pusing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s