Obstetri dan Ginekologi

Obgyn adalah stase pertama yang aku lewati selama menjalani  kepaniteraan klinik senior di RSUD tasikmalaya. banyak sekali pengalaman berharga yang telah aku dapatkan selama 10 minggu di obgyn (18 februari 2008-26 april 2008).

31 jam nonstop

Cuma di bagian obgynlah yang benar –benar bikin capek kalo jaga, karena klo kedapatan bagian jaga, artinya harus benar-benar 31 jam nonstop. Masuk jam 7 pagi sampai jam 2 siang, kemudian langsung disambung jaga jam 2 siang sampai jam 7 pagi, kemudian langsung nyambung lagi dari jam 7 pagi sampe jam 2 siang. 31 jam itu tidak kemana-mana kecuali ke OK, makan di VK, tidur di VK, dan mandi?? Saya tidak mandi selama 31 jam itu, paling paling hanya cuci muka…. Sehingga besoknya ketika masuk ruangan lain, baju lusuh, rambut  acak-acakan, muka berminyak, bau darah, ketuban, feses, keringat bercampur jadi satu. Pulang jaga langsung tidur yang lama……….

Kepuasan luar biasa
Perasaan puas setelah membantu persalinan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.  Walaupun saya harus bercapek-capek mulai dari menyiapkan alat-alat persalinan, tidak tidur karena harus memantau persalinannya, membantu persalinan, sampai dengan pencegahan infeksinya alias nyuci-nyuci alat, tapi rasa capek itu semua dapat terbayar dengan rasa puas luar biasa. Takjub rasanya melihat perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya, puas rasanya melihat sang ibu menggendong anaknya yang baru dilahirkannya, puas rasanya seolah-olah hasil dari bercapek-capek tadi tidaklah sia-sia. Pernah saat itu saya membantu persalinan jam 3 pagi, capek memang, apalagi ibu ini harus di jahit perineum dan di explore karena ada sisa plasenta. Setelah semua beres, ibu itu dan suaminya tersenyum dan berkata “terimakasih ya dok”.. ada perasaan puas, bangga, haru…

Mister Epis

Percaya atau tidak, setiap kali jaga sayalah yang paling ganteng di VK.  Kenapa? Karena kebetulan 3 rekan koas jagaku yang lain adalah wanita semua, bidan-bidan wanita semua (mana ada bidan laki-laki).. sehingga untuk tindakan tindakan yang memerlukan jiwa “ketegaan” yang besar seperti tindakan episiotomy atau eksplore bila ada sisa plasenta, maka pasti sayalah yang disuruh.. Biasanya teman2 jagaku yang lain ngga mau ngelakuin itu, nggak tegalah, ngerilah, kasianlah, begitu alasannya yang selalu dilontarkan mereka. Enak sih enak karena pengalaman saya akan lebih banyak daripada yang lain, contohnya saya yang pada awalnya jahit perineum butuh waktu lama  sekali sampai ibunya kesakitan karena efek anestesinya sudah habis, tapi  lama kelamaan semain cepat. Tapi ngga enaknya capek, karena menjahit luka episiotomy itu tidak sebentar. Iya kalau sore gpp tapi klo yang jam 4 pagi.. waduh capek dan ngantuk banget…

nih ada pak bidan ganteng sendiri hwehehe…

VT oh… VT

VT tidak sesimpel namanya, tidak sesimpel teorinya, tidak sesimpel kelihatannya, karena begitu jari saya masuk kedalam, seperti masuk kedalam kamar yang sangaat gelap. Pertama kali VT yang terasa hanya “hangat” saja… lama-lama sudah mulai kerasa “enaknya” (maksudnya?).. Memang, koas seperti saya perlu waktu cukup lama hanya untuk sekedar menentukan besarnya pembukaan, maklum masih belajar, tapi kasian juga pasienya lama lama di VT soalnya katanya sih sakit (atau enak?).. hehehe.. pernah waktu di poliklinik, setelah saya VT pasien, pasien itu menangis kesakitan, wah saya jadi panik dan  tidak enak sama pasien dan keluarga.  Pernah juga VT beramai-ramai, si pasien sudah meringis kesakitan, kami malah sibuk mencari spina ishiadica. Untuk pasien-pasien yang sangat berjasa itu, saya ucapkan banyak terimakasih.

Cuci tangan
Hari pertama masuk bagian ginekologi, mewajibkan saya untuk mengikuti operasi di OK, dan ini sekaligus hari pertama masuk OK. Kebetulan saya langsung disuruh asistensi. Karna masih baru pertama kali, pada saat cuci tangan saya bingung harus bagaimana cara-caranya yang benar. Dengan polosnya saya cuci tangan gaya 7 langkah di APN, langsung saya diomelin sama konsulen. Yang paling memalukan adalah saat mau mengambil sabun. Peraturannya, pada saat cuci tangan, tangan tidak boleh menyentuh apapun, baik itu keran, tempat sabun, dll. Untuk mengambil sabun ada tempatnya otomatis, kita cukup meletakkan tangan kita dibawah tempat sabun tersebut, makan otomatis sabunnya akan keluar. Tapi karena bloon dan belum tau, saya pikir sama seperti di mall-mall. Tempat sabunnya saya pegang dan saya tekan-tekan keatas, karna saya pikir begitu cara mengeluarkan isi sabunnya. Baru dua kali tekan, tempat sabun itu rusak… habislah saya di omel2in konsulennya… dusunlah, kampunganlah, apalah….  Hasilnya,saya batal jadi asisten.

Hari pertama di OK

Breast care

Di bagian nifas, pasien pasien yang mengalami mastitis karena bendungan payudara, biasanya rutin dilakuan breast care. Waktu itu untuk pertama kalinya, saya yang harus melakukan breast care pada seorang ibu. Terus terang saya canggung karena saya adalah laki-laki. Untungnya ibunya kooperatif. Waktu ngeliat payudaranya saya sempat kaget juga karena membengkak sebesar bola basket. Saya mulai breast care dengan memijat pelan-pelan sesuai dengan yang diajarkan bu bidan. Ibunya meringis kesakitan, keringat saya pun bercucuran karena memang payudaranya berat…ada perasaan ngga tega juga melihat ibunya meringis kesakitan, tapi klo tidak dibreastcare nanti akan bertambah parah.. waah…ini jelas kerja yang berat… teman2ku cuma bisa senyam senyum..

Persalinan dengan 10 penolong
Pernah suatu kejadian seorang ibu riwayat DM dan riwayat melahirkan bayi besar pada persalinan sebelumnya datang  dan dirawat di VK. Pada saat persalinannya dibantu oleh bidan senior, ternyata setelah kepalanya lahir, bahunya sulit dikeluarkan, terjadi distosia bahu. Oleh bidan ibu dibuat dalam posisi mc Robert.  Tapi masih sulit dikeluarkan, berteriaklah bidan tersebut memanggil koas dan bidan yang lain. Kita semua berhamburan kesana. Waktu itu ada 10 orang dalam ruang tersebut, ada yang megang ibunya, ada yang menarik bayinya, ada menahan tempat tidurnya, tempat infusnya, ada yang kristeler, dll.. pokoknya riweuh alias ribet.. untungnya tidak lama kemudian bayi tersebut dapat dilahirkan dengan selamat dengan berat lebih dari 5 kilo.

Asuhan Persalinan hampir Normal

Dalam kompetensi bagian obgyn,kita diberikan target untuk melakukan Asuhan Persalinan Normal secara kompeten minimal 5 kali. Dalam prakteknya ternyata sulit sekali mendapat pasien pasien yang persalinannya benar-benar sesuai dengan APN. Salah satu alasannya adalah karena kita ditempatkan di RSU sehingga biasanya tidak sedikit pasien-pasien yang datang adalah pasien rujukan. Hanya sebagian kecil pasien yang datang sendiri untuk melahirkan di RSU. Pengalanan saya, saya sudah sering membantu persalinan namun tidak semuanya sesuai dengan APN, jadi bisa dikatakan hanya Asuhan Persalinan hampir Normal.  Ada yang ketubannya sudah pecahlah, ada yang datang sudah kala 2 (yang waktu itu membuat saya panic karena kepala sudah mau keluar sedangkan saya belum pake handscoen, saya suruh ibunya merapatkan pahanya dulu.. hehehe), ada yang bayinya lompat saat ketubannya pecah, ada yang keluar utuh dengan selaput ketubannya,dll.

Ni waktu lagi Asuhan Persalinan Normal di kamar bersalin (VK).. Ni udah sampai bagian mau selesai… eh bu ulah diheujenken..!!

Musim di VK
Entah disengaja atau tidak, pasien di VK itu bersifat musiman, kalau lagi musim maka pasiennya pasti melimpah ruah, sampai harus ada yang partus dibrangkar, namun kalau sedang tidak musim, satupun pasien tidak ada. Selain itu,ada musim penyakit-penyakit tertentu. Misalnya minggu ini banyak pasien dengan perdarahan ante partum, minggu depan banyak yang KPD, minggu depannya lagi banyak pasien abortus. Apakah dirumah sakit yang lain juga sama seperti ini?

Ini foto2 waktu perpisahan di rumah makan maranggi. yang kumisan itu dr.agus spog, yang kacamata dr tri spog, yang di baju corak hitam putih itu dr. (ehem…) polar spog.. sayangnya dr. ahmad nurjaya spog tidak datang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s