Masjidil Haram dan Ka’bah

Tempat yang menjadi tujuan utama setiap jamaah menghabiskan waktu selama berada di Mekkah Almukarromah adalah Masjidil Haram dan Ka’bah. Masjid ini merupakan sebuah masjid berukuran besar berbentuk empat persegi  dan dibangun mengelilingi Ka’bah. Masjid ini memiliki banyak keunikan dan keistimewaan dibandingkan masjid di belahan dunia lain.  Apa saja itu? Ayok nanti kita intip..

Albraj- Albait Tower dari kejauhan

Untuk menuju ke Masjidil haram dan Ka’bah tidaklah sulit karena lokasinya tepat berada di tengah tengah kota Mekkah. Yang menjadi penanda utama lokasi Masjid adalah sebuah jam raksasa yang yang tepat berada di samping selatan dari Masjidil Haram. Nama gedung Jam ini kalau tidak salah adalah “Albraj- Albait Tower”. Ukurannya sangat besar sekali sehingga dari jarak berkilo kilo meterpun jam ini pasti masih terlihat.

Transportasi kesana  bisa ditempuh dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan umum, tergantung dari jarak hotel ke masjid. Kebetulan hotel saya berada di daerah Al Misfalah yang berjarak 2 kilometeran dari Masjidil Haram, sehingga masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menitan. Kalau ingin lebih cepat dapat menggunakan kendaraan umum berupa taksi atau angkot. Selalu sepakati dahulu harga sewa taksi sebelum meluncur karena bisa bisa nanti diminta dengan harga lebih mahal dari biasanya. Biasanya sih ongkos taksi rata rata sekitar 5-10 riyal. Selain taksi, alternatif yang lebih murah adalah dengan “angkot”, biayanya sekitar 2 riyal, namun angkot ini nampaknya muncul hanya pada saat tertentu saja.

peta masjidil haram

Menjelang hari hari pelaksanaan haji, jumlah jamaah semakin banyak sehingga memenuhi seluruh jalan di sekitaran masjidil Haram. Akibatnya kendaraan umum tidak bisa masuk mendekat ke sekitaran masjid dan pada akhirnya pilihan utamanya hanyalah berjalan kaki. Berjalan kaki 2 km pulang pergi setiap hari rasanya cukup melelahkan, tapi menyehatkan bukan?

Masjidil Haram

Masjidil Haram dikelilingi oleh hotel hotel dan pusat perbelanjaan yang besar. Jadi biasanya setelah sholat di masjidil haram, para jamaah langsung ke pusat perbelanjaan dan membeli makanan sambil menunggu waktu sholat berikutnya. Hari hari menjelang haji, masjidil haram penuh sesak oleh jamaah sehingga tak heran banyak jamaah yang akhirnya sholat di jalan dan di pusat perbelanjaan.

Halaman masjidil haram sangat luas, berada di di setiap sisi dari masjid. Khusus di sebelah sisi barat halaman masjid agak sempit karena pada saat saya datang sedang ada perluasan ke arah barat. Disisi barat daya, selatan terdapat eskalator kebawah menuju tempat wudhu dan parkir sedangkan toilet besarnya berada di sisi timur laut dari masjid.

Halaman masjidil haram

Walaupun luas, lalu lalang jamaah di halaman masjid sering tidak lancar karena banyaknya jamaah yang datang-pergi serta diperparah dengan banyak jamaah (terutama dari india dan afrika) yang tidur tiduran di halaman masjid dan disekitar pintu masuk masjid.  Pintu pintu di Masjid ini jumlahnya puluhan sehingga kadang membingungkan jamaah, ditambah lagi dengan bentuk masjid yang bentuknya tidak seteratur seperti di masjid nabawi. Tidak heran banyak jamaah yang tersesat dan tidak tau arah jalan pulang. Untuk memudahkan, biasanya setiap pintu masuk besar di beri nama dan nomor yang besar serta di beri warna yang berbeda satu sama lain. Untuk mengurangi resiko tersasar, disarankan untuk mengingat pintu asal masuk dan keluar di pintu yang sama.

interior masjidil haram

Masjidil Haram terdiri dari 3 lantai dan 1 lantai tambahan yang berada sejajar diatas tempat sai (sebagai tempat sai tambahan), dengan menara sebanyak 7 bua.  Disisi timur masjid terdapat mas’a yaitu tempat sai berupa koridor lurus dari safa ke marwa, tempat sai ini terdiri dari beberapa lantai mulai dari basement sampai dengan tingkat teratas.

mas’a

bagian luar mas’a

Yang unik di masjidil haram adalah syafnya tidak lurus seperti masjid lain, tapi berbentuk melingkar menuju arah kiblat yang ada ditengah yaitu ka’bah. Selain itu, keistimewaan utamanya adalah, sholat di masjidil haram lebih utama 100.000 kali di masjid lain.

Ka’bah

Ka’bah adalah bangunan yang berbentuk seperti kubus yang berada ditengah tengah Masjidil Haram. Ka’bah merupakan bangunan pertama yang ada di bumi yang di gunakan sebagai kiblat dalam sholat umat islam. Ka’bah ditutup oleh penutup berwarna hitam yang disebut dengan kiswah.

masjidil haram dan kabah

Sudut tiap ka’bah disebut dengan rukun yang dimanai sesuai dengan arah menghadapnya. Di salah satu sudut kabah terdapat batu yang disebut dengan hajar aswad. Di antara hajar aswad dan pintu ka’bah terdapat daerah yang disebut dengan Multazam, berdoa disini katanya cukup mustajab. Di sisi lain ka’bah terdapat bangunan setengah lingkaran yang disebut hijr ismail. Hijr ismail adaah bagian dari ka’bah sehingga masuk kedalam hijr ismail sama saja dengan masuk kedalam ka’bah. Beberapa meter dari ka’bah terdapat batu makam nabi ibrahim.

Didepan kabah

About these ads

2 thoughts on “Masjidil Haram dan Ka’bah

  1. Assalaamu’alaykum Bang Ardin.
    Mengapa Maqom Ibrahim disebutkan sebagai makam Ibrahim? Dua kata dinaksud mempunyai arti berbeda. Maqom berarti tapak kaki sedangkan makan adalah kubur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s