Ayo Ke Tana Toraja

Sebenarnya tujuan wisata utama saya selama di Sulsel adalah Tana Toraja. Daerah ini sudah terkenal tidak hanya didalam negeri tapi juga sampai keluar negeri. Tana Toraja yang berada di antara bukit bukit dan gunung itu, sangat kaya dengan adat istiadatnya terutama yang berkaitan dengan kematian dan kuburan yang tidak akan ditemukan di tempat lain.

Map Tana Toraja

Itu saja intronya, langsung saja kita menuju kesana yuk. Untuk menuju Tana Toraja  bisa menggunakan jalur darat dan udara. Perjalanan dengan menggunakan jalur darat memang cukup jauh, kira kira menghabiskan waktu sekitar 8 jam-an. Oleh karena itu gunakanlah kendaraan yang nyaman agar perjalanan 8 jam ini tidak terasa lama dan menyiksa. Saya menggunakan bis dari PO. Litha yang berada di Tello, dekat dengan Makassar Town Square. Untuk menuju pool bis PO.Litha pakai angkot / pete pete jurusan terminal daya dan bilang ke sopirnya berhenti di Pool Litha, Sopirnya pasti tau deh.

Usahakan berangkat ke Tana Toraja saat malam hari karena perjalanan yang jauh dan melelahkan bisa dikurangi dengan tidur. Selain itu dengan berangkat malam maka bisa hemat biaya penginapan untuk 1 malam di Toraja. Begitu sampai di Toraja pagi hari bisa langsung keliling ke semua tempat wisata di Toraja dalam waktu 1 hari saja.  Untuk malam hari, ada 2 keberangkatan menuju ke Tator, non VIP berangkat jam 8 malam dengan ongkos 60ribu, dan VIP berangkat jam 10 malam dengan ongkos 80 ribu. Saya menggunakan bis VIP berangkat jam 10 malam dengan alasan supaya sampai di Tana Toraja tidak kepagian sekali. Bisnya cukup bersih dan terawat baik, tempat duduknya nyaman dan bs selonjoran. Tepat jam 10 malam bisnya pun diberangkatkan menuju Tana Toraja.

Dalam perjalanan menuju Tana Toraja, akan banyak tempat dan kota yang dilalui dan beberapa disinggahi. Mulai dari Maros, Pangkep (Pangkajene kepulauan), Barru, Pare Pare, Enrekang, Makale, dan Rantepao. Karena berangkat malam, tidak banyak yang bisa dilihat. Jadi lebih baik tidur saja dan simpan tenaga untuk perjalanan mengelilingi Toraja keesokan harinya.

Ruas Makale – Rantepao

Saat subuh saya sudah sampai di Makale, ibukota kabupaten Tanah Toraja, sebagian penumpang bis juga sudah mulai turun disini. Tapi bukan disini tujuan akhir saya namun di Rantepao. Rantepao adalah ibukota dari Toraja Utara, konon katanya di Rantepao lebih “kota turis” daripada di Makale. Dalam perjalanan Makale-Rantepao jangan tidur lagi, buka mata lebar lebar karena kita akan disuguhi pemandangan luar biasa berupa suasana subuh dengan bukit bukit menjulang tinggi dibalut kabut serta deretan rumah tongkonan yang tersebar dijalan. Selain itu perhatikan juga papan penunjuk disepanjang jalan karena diruas Makale – Rantepao inilah tempat wisata di Tana Toraja tersebar.

Tongkonan di ruas Makale-Rantepao

Kurang lebih 1 jam dari Makale, akhirnya saya sampai juga di Rantepao. Ada beberapa penginapan bagus tapi murah di Rantepao, salah satunya adalah wisma maria I. Lokasinya tidak jauh dari tugu pongtikunya. Kalau bingung, bisa minta tolong supir bisnya langsung di antar kesana kok. Rate kamarnya sangat terjangkau (tidak sampai 100rb), dengan kondisi kamar cukup-buat-tidur, tanpa AC ( soalnya tanpa AC pun udara disini sudah dingin sekali), dan dapat sarapan yang enak. Selain itu loby penginapan banyak barang barang seni unik khas toraja yang dipajang.

Tugu Pongtikuny

Seperti yang saya bilang sebelumnya, tempat tempat wisata terkenal di Toraja banyak terdapat di jalan ruas jalan Makale – Rantepao, sebagian masuk kedalam dan sulit dijangkau dengan mobil apalagi berjalan kaki, jadi sebaiknya gunakan sepeda motor untuk menjelajah semua objek wisata di Tator. Penyewaan sepeda motor banyak tersebar di Rantepao, salah satunya tepat berada di depan dan disamping wisma Maria 1, dan disamping lapangan bola dekat penginapan. Sewanya perhari dari pagi sampai sore adalah 60 ribu. Tenang saja, semua objek wisata penting di Tana Toraja bisa dikunjungi dalam waktu sehari saja, menjelang sore pasti sudah selesai. Lagian siapa yang ingin mengunjungi kuburan di malam hari?

Salah satu patung koleksi wisma Maria I

Setelah mandi, sarapan, dan dapat motor sewaan, saatnya kita menjelajah Tana Toraja.. yuhuuuu….

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s