TNBB : Karst, Goa, Air terjun, Kupu-kupu.

Puas jalan jalan di Makassar, siangnya saya bertolak menuju TNBB. Apa itu TNBB? TNBB atau Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah sebuah taman nasional yang berada di kabupaten maros yang menjadi habitat kupu kupu yang beraneka ragam dan unik sebagai hasil dari peralihan wilayah barat dan timur indonesia. Selain kupu kupu, di Bantimurung juga banyak keindahan alamm yang bisa dilihat antara lain bukit bukit karst, air tejun, goa goa serta beberapa peninggalan prasejarah.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Untuk menuju kesana dari Makassar bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan kendaraan umum ( angkot/pete-pete). Rutenya perjalanan dari makassar adalah sebagai berikut, naiklah angkot dari pasar sentral/MTC makassar menuju terminal Daya. Perjalanan dari Sentral ke Terminal Daya cukup jauh dan lama apalagi kalau angkotnya ngetem. Kalau melihat ada patung Ayam Jantan dipinggir jalan, turunlah disitu karena itulah terminal Daya. Disekitaran Terminal daya saya isi perut dulu supaya di Bantimurung nanti tidak kerepotan lagi cari makan dan lebih fokus jalan jalan. Dari Terminal daya naik angkot lagi jurusan pangkajene kepulauan ( Pangkep) dan bilang sama sopirnya berhenti di Pasar Maros. Di Pasar Maros barulah cari pete pete menuju Bantimurung, usahakan cari yang sudah mulai penuh jadi tidak perlu menunggu angkot ngetem berlama lama.

Tebing tebing Karst

Perjalanan dari Pasar Maros menuju TNBB tidak lah lama. Kalau sudah terlihat bukit dan tebing karst yang menjulang tinggi berarti sudah mulai dekat dengan TNBB. Tidak lama setelah bukit bukit karst itu, nanti akan terlihat tulisan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung berukuran raksasa di salah satu bukit Karst. Pintu masuk kedalam TNBB ini ditandai dengan gapura dengan gambar kupu – kupu berwarna biru hitam berukuran besar. Dibelakang pintu gerbang saya disambut dengan patung monyet raksasa. Knapa ada monyet pula disini? Mungkin selain kupu kupu disini juga banyak monyet ya? Saya juga kurang tau sih haha…

Gerbang masuk kawasan wisata Bantimurung

Sebelum lebih masuk kedalam coba mampir dulu ke penangkaran kupu kupu yang berada di sebelah kiri jalan. Ditempat ini kita bisa melihat lebih dekat berbagai jenis kupu kupu mulai dari yang biasa sampai yang langka, mulai dari yang berbentuk ulat, kepompong sampai yang sudah menjadi kupu kupu dewasa yang berterbangan kesana kemari. Tempat penangkaran ini ada yang berukuran kecil dan ada juga yang berukuran besar, namun saya cuma sempat bermain main di pengangkaran berukuran kecil.

Setelah puas bermain dengan kupu-kupu, saya masuk terus kedalam kawasan wisata Bantimurung. Ada beberapa tempat wisata keluarga seperti kolam renang, danau buatan, museum kupu kupu, dll. Disepanjang jalan banyak penduduk lokal yang menjual barang barang serba kupu kupu, mulai dari pigura berisi kupu2 yang di awetkan, gantungan kunci berisi kupu2 yang diawetkan juga, baju kaos bergambar kupu kupu, dll. Saya sendiri tidak tertarik dengan itu semua, saya cuma tertarik melihat tebing tebing karst yang menjulang tinggi di pinggir kiri kanan kawasan wisata. Sebagai info, bukit karst itu adalah karang karang yang biasanya ada di lautan, artinya dulunya tempat ini berada dibawah laut dan karena proses alam akhirnya berada di atas daratan.

Lebih masuk kedalam nanti akan ketemu air terjun yang cukup lebar dengan arus yang cukup deras. Tidak seperti air terjun lain yang biasanya jatuh bebas dari ketinggian, air terjun bantimurung ini jatuhnya lebih landai dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Kalau berani silahkan berbasah-basahan dan berseluncur ria di lintasan air terjun. Jangan lupa ambil foto disini ya hehe..

Air terjun Bantimurung

Jalan terus keatas dan ikutin jalan setapak yang di apit oleh bukit bukit karst, nanti akan berakhir di Goa Batu. Sebelum persimpangan ke Goa Batu, cobalah berbelok kenanan dan turun nanti akan sampai di sebuah danau yang disebut Danau Toakala. Danau ini dipagari jadi saya ga bisa melihat lebih dekat lagi. Tidak mau berlama lama, saya langsung menuju ke Goa Batu.

Didepan mulut Goa Batu ada beberapa penduduk yang menyewakan jasa sebagai pemandu sekaligus menyewakan senter. Didalam goa udara terasa agak lembab dan cahaya tidak ada sama sekali. Jadi jangan nekat masuk tanpa senter ya… Didalam goa banyak di penuhi dengan stalaktit dan stalakmit dengan ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk seperti kaki gajah, ular, ada juga stalaktit yang kecil kecil panjang, dan masih banyak lagi.

Suasana didalam Goa Batu

Setelah cukup puas menjelajahi Goa batu dan berfoto foto didalamnya, saya putuskan untuk segera pulang karena jam 10 malam ini akan berangkat menuju Tana Toraja. Sebenarnya ada beberapa tempat wisata lagi yang belum di kunjungi di Bantimurung diantaranya Goa Mimpi yang berada di sisi sebelah kanan air terjun dengan jalan memutar berbalik arah, dan juga ada goa leang leang yang berada di luar kawasan wisata bantimurung.Kalau diperhatikan saat naik pete pete menuju TNBB di kiri jalan akan ada gapura penunjuk jalan menuju goa tersebut. Tapi karena hari sudah menjelang malam saya bergegas kembali ke Makassar untuk bersiap siap menuju Tana Toraja.

dada…. sampai jumpa lagi di lain kesempatan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s